
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Mih, kamu sudah telepon anak-anak?" tanya Axel saat istrinya keluar dari kamar mandi.
"Sudah, tadi habis makan malam," sahut XyRa.
"Sehat kan? mereka baik-baik aja kan?"
Seperti Sang istri, Axel pun jarang sekali meninggalkan kedua buah hatinya itu apalagi dalam waktu berhari-hari. Rasa rindu jelas sangat terasa meski ada istrinya yang kali ini ikut serta dengannya.
"Tentu, tapi aku lebih lama mengobrol dengan Abang."
"Memang El kemana? kabur lagi?" tanya Axel mulai panik.
Bukan menjawab, wanita itu malah terkekeh sambil naik keatas ranjang hotel dimana suaminya berada.
XyRa masuk kedalam pelukan suaminya yang selalu hangat ia rasa, tak hanya itu sebab ada rasa aman dan nyaman juga dalam diri Suami Penggantinya.
"Kita main lagi ya, gak sampe pagi, janji deh," bisik Axel menggoda sambil menciumi telinga istrinya.
"Hem, bukannya kamu ada rapat pagi sekali besok?" tanya XyRa yang tahu dengan pasti jadwal suaminya, ia tentu bukan sekedar menemani tapi juga mengingatkan maksi ada Sang asisten pribadi yang ikut turut serta.
__ADS_1
"Iya, makanya kan tadi aku bilang gak sampai pagi, Sayang. Sekali aja deh, besok siang baru nambahnya, Ok," kekeh Axel yang malah mendapat cubitan di bagian dadanya yang polos.
Di layani atau tidak pokonya ia sudah bertelanjang dada, dan itu cukup lumayan untuk mempersingkat waktu agar bisa dengan segera menikmati surga dunia yang selalu membuat pria itu Candu hingga ke ubun ubun.
"Kalau aku gak mau gimana?"
"Gak apa-apa, asal akunya mau," jawab Axel sambil tergelak.
Yang seperti ini memang sulit, mau tau mau yang pasti mau karna tak ada gunanya menolak sebab pria itu pantang mundur apalagi jika sudah bertingkah seperti ini, tubuhnya yang sudah berada di atas tubuh sang istri tinggal bersiap menjelahi setiap setiap inci nya untuk di ciumi.
.
.
.
Getaran ponsel di atas nakas samping ranjang membuat XyRa bergeliat di dalam pelukan suaminya, tubuh yang sama-sama polos tanpa apapun kecuali selimut sebatas dada membuat rasa lain saat bergesekan dan itu jugalah yang membuat Axel ikut mengerjap.
"Ada apa, Sayang?"
"Amih telepon, mungkin anak anak," jawab XyRa yang langsung memakai baju luaran piyama dress nya.
__ADS_1
Dengan rasa yang masih mengantuk, XyRa menarik napas lebih dulu agar ia benar-benar sudah sadar saat berbicara dengan kedua anaknya.
"Hallo, Mih," sapa XyRa.
"Iya, Nak. Abang mau bicara denganmu," ucap Amih di sebrang sana.
"Iya, berikan ponselnya pada Abang ya," titah XyRa yang cukup merasa aneh sebab ini masih terlalu pagi dari biasanya mereka menelpon.
"Hallo, Mamih. Mamih gak apa-apa kan?" tanya Sean langsung tanpa basa basi bahkan suaranya bergetar hebat seolah pertanda jika ia sedang takut.
XyRa yang mendengarnya pun tak langsung menjawab bahkan ia mengernyitkan dahinya, perasaannya langsung tak enak dengan jantung yang berdegup kencang.
"Abang, Abang kenapa, Sayang?" tanya balik XyRa mencoba menenangkan padahal hatinya sendiri saja sedang tak baik mendadak seperti ini.
"Mamih jawab Abang dulu, Mamih gak apa apa kan?" desak Sean yang ingin mamihnya menjawab lebih dulu pertanyaannya.
"Enggak, Mamih gak apa apa, Mamih baik baik aja, kamu kenapa?" rasa panik pun kian terasa pada ini beranak dua tersebut.
.
.
__ADS_1
.
Sean takut, Sean mimpi buruk, Mih...