Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 25


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ya ampun! itu anak kecil kaya buntut aja itut itut mulu ya," kata Lintang yang kembali kesal saat melihat El ternyata menjemput ke sekolah.


Sean, Fajar dan Angkasa hanya bisa terkekeh, tiga anak tampan itu ikut senang saat melihat Lintang merengut kesal tapi kali ini ia tak menangis karna takut di abaikan oleh Mhiunya, akan lain cerita jika Bubun atau Ayahnya yang menjemput, dipastikan ada paduan suara atau rengekan di dalam mobil.


Kadang, inilah yang jadi pertimbangan orang tua nya untuk Lintang punya adik kecil lagi mengingat menguruskan ia satu saja sudah seperti mengurus bayi 10.


"Sudah-sudah, ayo kita pulang," ajak Mhiu karna hari ini matahari begitu terik, malas rasanya jika harus berlama-lama di luar seperti ini.


Kelima bocah itupun langsung naik satu persatu dengan Angkasa duduk di kursi depan, Si salung masih saja BadMood karna kejadian tidurnya yang kurang puas.


"El pulangin Mhiu, sono ke rumahnya," kata Lintang masih dengan nada kesal.


"Eh, gak boleh gitu. Mamih sama Papihnya kan lagi gak ada, main sama sama kan bisa," jawab Mhiu memberi pengertian.


"Tapi El cali gala-gala telus ih!"


El cali Yiyin...


Semua yang ada di mobil pun tertawa mendengar jawaban dari bocah tersebut, sampai supir pun melakukannya hal yang sama juga.

__ADS_1


"Tuh, El itu cari Lilin, bukan caru gara-gara, iya kan, El," timpal Sean di kursi paling belakang, ia tentu membela adiknya meski kadang kasihan juga melihat El.


Iyaaaaa


"Diem Ocean ya, sama-sama kaya El," sahut Lintang.


Sama lah, Lin! kan hasil semburan Ulet bulu jumbo.


.


.


.


"Aduh bicik banget, yuk ke Nelaka sekarang," ajak Lintang dengan berkacak pinggang.


Ama Piuuuuh?


"Nda lah, Phiu kan masuk Culuga sama Lilin," jawab Si kuncen Akhirat.


Itut Cugaaaaa

__ADS_1


Gemas bicara dengan El, Lintang memilih pergi lebih dulu untuk mencari sosok Pria baya kesayangannya yang ternyata ada di ruang kerja, ia berlari cukup kencang karna takut di ikuti oleh El, barang di rumah itu akan sedikit jauh lebih aman asal bukan Angkasa yang berlari.


Sedangkan bocah yang di tinggalkan langsung merengut kesal. Ia cari cari sampai ke kamar nyatanya tetap tak ada, El tak tahu dan memang tak pernah masuk kedalam ruang kerja Sang Tuan besar Rahardian kecuali para cucu kesayangan, jika dulu hanya Samudera yang bisa bolak balik sesukanya tentu kini Lintang lah yang menurun bisa masuk jika memang Phiunya ada di dalam.


"El, mana ya?" tanya Amih yang mulai panik karna sudah mencari tetap tak ada.


"Lintang ada gak? mungkin sama Lintang," jawab Embun.


"Lilin lagi sama Phiu," jawab Apih yang memang baru keluar dari ruangan tersebut.


Semua pun akhirnya mencari, termasuk Phiu. Samudera yang tahu jika satu cucunya itu pun tak. ada di rumah. Satu persatu kamar dan ruangan cari dan betapa terkejutnya mereka semua saat mendengar suara teriakan Samudera di depan sebuah pintu.


.


.


.


Aaaaaaaa, Jajah Dede jangan di ambil...


__ADS_1


__ADS_2