Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 18 Pernikahan


__ADS_3

Akhirnya pernikahan segera tiba.


Dalam waktu semalam marc mempersiapkan semuanya, tentunya dengan kekuasaan yang dia miliki.


Syarat dari Miranda membuat persiapan tak begitu sulit karna hanya dihadiri oleh 2 keluarga belah pihak, beserta beberapa bodyguard yang mengamankan kediaman Miranda, tempat dilaksanakannya.


Vero tentu saja sangat antusias, Eyang dan Joni bahkan baru di beri tahu pagi ini, mereka sangat terkejut tapi juga sangat setuju dan bahagia.


Eyang sangat bahagia begitu tau miranda adalah anak dari Erina dan Rico, sahabat baik dari anak dan menantunya.


Terakhir mereka bertemu saat usia Vero 5 tahun dan saat itu Miranda masih berada dikandungan ibunya.


Semuanya bersuka cita


Ijab kabul berjalan dengan sangat lancar, Vero bernafas lega serta senyum tersungging indah di wajahnya.


Dia terpesona kala, Miranda turun dari tangga dibantu mamanya dan mommy Miranda.


Sungguh Miranda sangat cantik dengan balutan kain putih berenda itu.


Miranda duduk disamping Vero, mereka menandatangani surat pernikahan dihadapan penghulu, Miranda meraih tangan Vero dan menciumnya dan dibalas Vero mengecup kening Miranda.


..."Kau sangat cantik istriku" ucap Vero kala mereka duduk berdua dan siap menyantap makanan yang tersedia dihadapannya....


Sedangkan Miranda hanya memutar bola matanya dengan sangat malas tanpa berniat menanggapi Vero sungguh saat ini dia sudah sangat kelaparan.


Para pelayan dan bodyguard berbaur dengan tuan dan nyonya mereka, Mereka ikut serta meramaikan acara ini hingga suana sedikit ramai.


..."Kalian berencana ingin bulan madu kemana?" Tanya marc membuat Miranda dan Vero saling pandang...


..."Aku terserah Miranda saja ayah" ucap Vero melirik sedangkan Miranda sangat kesal karna Vero melepar pertanyaan itu kepadanya....


..."Vero banyak pekerjaan Om, dan Miranda juga banyak tugas dari kampus dan kantor" membuat Vero mendengus kesal...


..."Jangan panggil om, panggil ayah okey, kamu itu sekarang anak ayah juga...." ucapnya dan Miranda mengangguk...


..."Memangnya kamu kerja dimana nak?" tanya mama lita juga ikut berbicara...


..."Miranda kerja diperusahaan Vero" ucap Miranda membuat orangtua Vero terkejut....


Vero yang mendapatkan tatapan tajam dari ayahnya hanya nyengir kuda saja.


..."Marc lanjutkan makananmu, nanti aku jelaskan" ucap Daddy Miranda merasa harus menceritakan rencana yang sudah dia susun selama ini kepada besannya itu....


...**************...


Acara sudah selesai, rumah juga sudah di bereskan.


Malam ini Orang tua Vero menginap di kediaman Miranda, karna Rico memaksa marc dengan alasan banyak yang harus mereka bicarakan.

__ADS_1


Lita pun setuju, karna dia masih sangat merindukan sahabat lamanya itu yang kini sudah menjadi besannya.


Rico dan istrinya menceritakan semua rencana yang mereka lakukan untuk mempersatukan anak mereka.


Marc sangat berterima kasih pada Rico karna sudah memudahkan anaknya untuk mencari sosok Miranda.


Sosok wanita yang sudah vero rusak, ternyata anak sahabat nya sendiri.


Mereka begitu bersyukur dengan kejadian tanpa diduga itu.


Disisi lain, kini Vero sudah berada di kamar pribadi Miranda.


Dia memandangi setiap sudut kamar Miranda hingga sampai di ruang wardrobe.


Pakaian Miranda tersusun rapi dengan model dan warna yang teratur.


1 pintu dia buka karna penasaran, hanya pintu lemari ini yang tidak transparan.


Tapi saat terbuka, matanya melotot sempurna


bagaimana tidak, isinya adalah pakaian dalam Miranda yang juga tersusun rapi dengan berbagai warna.


PLAKKK sebuah tamparan mengenai tangannya yang masih memegang kenop pintu.


..."Dasar mesum" pekik Miranda...


Vero yang tadinya terkejut menjadi sangat terkejut, saat tatapan matanya melihat ke arah Miranda.


..."Apa? kau liat apa? seperti baru pertama liat wanita pakai handuk saja padahal biasanya juga sering liat wanita telanjang" Ucap Miranda saat melihat tatapan Vero pada tubuhnya...


Miranda membelakangi Vero, tangannya sibuk mencari pakaian yang ingin dia pakai.


Tiba tiba sebuah tangan kekar melilit perutnya.


..."Pakai warna merah, aku suka" Ucap Vero menenggelamkan wajahnya di leher Miranda, mengendus wangi sabun yang bercampur dengan tubuh Miranda, sungguh sangat memabukkan....


..."Ck... jangan samakan aku dengan selera jalangmu"...


Miranda melepas tangan Vero, dia beralih pada lemari yang satunya.


..."Maafkan aku jika kelakuan ku di masa lalu membuatmu sakit" ucap Vero senduh karna dia yakin saat ini Miranda sudah tau seluk-beluk dirinya. Apalagi Miranda yang saat ini baru dia tau, ternyata bukanlah wanita biasa....


Miranda sudah tau semua masalahku Vero yang bahkan suka bermain wanita, dia memerintahkan pengawalnya untuk mencari tau.


Miranda juga tau, dia lah wanita terakhir yang menghabiskan malam bersama Vero sebulan yang lalu, sejak itu Vero tidak pernah lagi datang ke bar karna fokus mencari Miranda.


Miranda saat ini hanya menguji mental Vero, dia tidak boleh dengan mudah memberikan hatinya pada Vero, Ini pengalaman pertamanya tapi dia sudah berkali kali melihat di depan matanya, seorang pria mencampakkan wanitanya.


Sungguh Miranda tak ingin merasakan hal itu.

__ADS_1


..."Aku tak ada hak memaafkanmu, Apalagi dengan masalah yang terjadi di masa lalu, yang bahkan saat itu kita belum bertemu, setiap manusia punya dosa. Yang aku mau adalah saat ini, aku ingin kau membuktikan bahwa kau bukan Vero yang dulu lagi" ucap Miranda dihadapan vero...


Vero mengangguk dengan mata yang berkaca kaca, sungguh dengan wajah yang terlahir arogant, sangat menambah kesan ketampanannya, Miranda tak bisa mengelak jika dia sudah terpesona dengan pria yang ada di hadapannya ini.


..."Terimakasih aku berjanji, hanya ada namamu dihatiku"...


Vero meraih tangan Miranda dan mengecupnya. mereka sama sama tersenyum dan akhirnya berpelukan.


..."Tapi... maafkan aku, aku belum siap jika ha.. harus" Ucap Miranda tergantung membuat Vero mengerti...


..."Aku mengerti, aku akan melakukannya jika kau sendiri yang mengijinkannya"...


Miranda tersenyum, Ternyata walau mereka sudah sah, Vero tak memaksa untuk melakukan kewajibannya.


..."Pergilah mandi, setelah itu kita turun makan malam"...


Ucap miranda lembut di angguki Vero.


Miranda membuka koper milik Vero, dan menyiapkan bajunya seperti yang seperti yang sering mommy lakukan pada Daddy nya.


Bukan hanya Vero yang dia tuntut menjadi suami baik, tapi dia pun juga harus bisa menjadi istri terbaik bagi Vero.


Tak lama Vero sudah selesai mandi.


dia tersenyum melihat pakainya sudah tersedia di atas ranjang.


dia melirik Miranda yang sedang menyisir rambutnya sambil tersenyum.


..."Terimakasih istriku" Vero memeluk Miranda dari belakang dan cup, Vero mengecup pipi tembem Miranda...


..."Ish Vero sana pakai bajumu" Ucap Miranda gugup karna sedari tadi dia melihat Vero berdiri sambil bertelanjang dada...


Baru Vero mau bicara, dia dikejutkan dengan suara Miranda yang mual.


uwekk...!


..."Kamu masih mual juga? ini sudah 3 hari loh sayang" Ucap Vero khawatir...


..."Mungkin asam lambungku naik" Ucap Miranda, tiba tiba dia merasa sedikit sakit di bagian bawah perutnya....


..."Kamu sih, kalau aku bilang makan yah makan, kan gini jadinya, perut kamu sakit?"...


Ucap Vero yang justru ditangapi Miranda tersenyum, dia merasa bahagian saat Vero khawatir kalepadanya.


..."Gak papa sakitnya udah hilang, yuk turun makan, aku udah lapar banget" Keluh Miranda....


..."Beneran, udah gak papa? besok kalau masih mual, kita ke dokter?...


Miranda hanya mengangguk, tak ada habisnya jika terus membantah Vero.

__ADS_1


Mohon like dan komen nya biar makin semangat๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2