
Miranda dan Aldo akhirnya selesai mengerjakan tugas tersebut tepat saat jam makan siang.
Beberapa file yang bermasalah sudah mereka copy untuk menjadi bukti, hanya tinggal mencari pelaku yang sudah menggelapkan dana perusahaan saja.
Makan siang di luar yuk? ajak Aldo membuat Miranda berfikir sejenak
Kamu udah janji loh mau traktir aku! lanjut Aldo yang melihat kebingungan di raut wajah wanita itu.
Atau kamu udah punya janji lain? tanya Aldo sekali lagi.
Ah ngak ada kok, ayo? mau makan dimana? Ajak Miranda yang tidak enak menolak ajakan Aldo.
Apalagi mengingat berkas yang menumpuk begitu banyak, jika mengerjakannya sendiri mungkin saat ini belum selesai juga.
Terserah kamu aja, Kamu mau makan apa, aku ikut saja, kan kamu yang traktir! imbuh Aldo sembari tersenyum ramah
Baiklah... kita makan di restoran depan kantor aja gimana? tawar Aldo
**Boleh, aku dengar dari karyawan lain, disana makanannya enak enak...
Benarkah... ayo kalau begitu**!!! ajak Miranda tiba tiba bersemangat mendengar makanan enak.
πππ
20 menit lagi jam makan siang berakhir.
Vero gelisah menunggu istrinya itu, Dia sudah menelfonya tapi tak ada jawaban.
bagaimana tidak, Miranda meninggalkan handphone nya di tas.
Sedangkan Miranda dan Aldo sedang menikmati makanan mereka saat ini.
Miranda memilih ruang makan VIP, bukan tanpa alasan, saat masuk kedalam restoran, dia sudah mual mual mencium aroma yang bercampur aduk di hidungnya.
Gimana? benerkan makanannya enak? tanya Aldo
**Iya enak banget, kayak masakan bibi asih...
Bibi asih**? bingung Aldo
Bibi asih itu kepala pelayan dirumahku yang sudah ku anggap keluarga sendiri... Jujur Miranda
Oh... Btw kamu suka makanan apa? basa basi aldo mencoba semakin mencairkan suasana
Semua aku suka! tapi semenjak pindah ke Indonesia, aku sangat suka makan nasi Padang... cengir Miranda menceritakan makanan kesukaannya.
Oh yah... sama dong! Lain kali kita harus pergi ke restoran Padang...!
Miranda mengangguk dengan semangat, tanpa berfikir kini ada pria yang sedang menahan emosinya karna menunggu istrinya tak kunjung datang.
πππ
Gimana Jon, kamu sudah temukan di mana istriku berada? ucap Vero tak sabar dan bercampur panik
sedangkan Joni berfikir keras, apa yang akan sahabatnya lakukan jika tau istrinya makan siang bersama pria lain.
Sebaiknya kau makan siang sendiri saja, Miranda sudah makan siang, baru saja kulihat masuk ke kantor! ujar Joni
Jadi dia makan siang di luar? kenapa tidak mengajakku sih... kesal Vero
Dia makan siang dengan karyawan lain? lanjut vero dan mendapatkan anggukan dari Joni
Cowok atau Cewek? tanya Vero tiba tiba hingga membuat dadanya bergemuruh hebat.
__ADS_1
Dia tak akan rela, istrinya lebih memilih makan siang bersama pria lain di banding suaminya sendiri.
Tapi kenyataannya dia harus menelan pil pahit itu, membuat darahnya berdesir...
Saat Joni mengatakan Miranda makan siang bersama karyawan pria di dalam ruangan VIP.
"Berani kau yah, mengabaikan suamimu ini" pekik Vero sangat kesal
Cari tau siapa pria itu Jon, dan berikan pelajaran karna sudah berani mengajak istriku makan siang berdua...
Ucap Vero geram sambil mengepalkan tangannya.
Joni segera keluar dan melaksanakan tugas dari sahabat sekaligus boss nya itu.
πππ
Keruanganku sekarang juga titik...!!!
Ucap Vero pada Miranda
Sedangkan Miranda sangat terkejut ketika melihat ponselnya, terdapat 15 panggilan tak terjawab dari Vero.
Miranda segera keluar dan menuju ruangan Vero sambil membawa map, guna sebagai alasan jika ada yang bertanya.
Dan beruntungnya sang sekertaris ganjen itu sedang tidak ada, entah kemana.
Mood Vero sudah sangat kacau dan itu semua terjadi karna istrinya.
CEKLEK....!!! Miranda membuka pintu ruangan Vero dengan sangat pelan, tapi tiba tiba tangannya di tarik dari arah belakang pintu.
Sontak Miranda sangat terkejut, Vero segera menekan tombol membuat pintu dan jendela menjadi terkunci.
AhhH... Vero kau mengagetkanku! kejut miranda masih mengatur nafasnya
sungguh pertanyaan Vero membuat Miranda bergetar hebat.
Maaf.. ta..tadi akkuuu...! gugup miranda
Entah kenapa Miranda sangat takut jika Vero marah padanya.
Vero mengangkat Miranda dan mendudukannya di meja kerjanya.
Gara gara dirimu, aku melewatkan makan siangku!
Kau belum makan siang? tanya Miranda dan Vero mengangguk
Dan sekarang aku ingin makan siang! ujar Vero
Ayo... biar aku temani? tawar Miranda ingin turun dari meja, tapi Vero menahannya.
Ya kau harus menemaniku makan siang, karna makan siangku saat ini adalah dirimu sayang... ujar Vero dengan seringai licik sambil mengedipkan sebelah matanya.
Mata Miranda melebar sempurna dan tiba tiba Vero sudah menyambar bibirnya dengan sedikit kasar.
Vero membaringkan Miranda di atas meja itu, awalnya Miranda memberontak tapi Akhirnya terbuai juga dengan tangan ajaib suaminya itu.
Miranda mendesah memeluk bahu kekar suaminya yang kini sudah berada di atasnya tapi tidak sampai menekan perutnya.
Vero Miranda saling membelit lidah, mengulum saling berpagutan mesra, dan tangan mereka tak diam, saling melepaskan pakaian masing masing.
Vero tersenyum melihat Miranda yang sudah mulai agresif pada tubuhnya.
Ciuman bibir Vero yang memabukkan membuat Miranda mendesah menggeliat.
__ADS_1
Apalagi ketika mulut vero sudah mengisap kedua buah lengkeng kecil itu secara bergantian.
Membuat libido ibu hamil itu semakin naik.
Cupp... cupp... cuppp selurup
Bunyi decap mulut Vero yang sedang menyusu di atas meja kerjanya.
Tanpa disuruh, Miranda sudah pandai membuat Vero melambung tinggi.
Oh... shitt, kau hebat sayang... aku semakin mencintaimu...!
Oveh Vero saat melihat tangan nakal Miranda
Setelah saling memuaskan diri, tanpa menunggu lama Vero segera melakukan penyatuan mereka.
Vero sangat berterimakasih pada orang yang sudah membuat meja kerjanya ini.
Begitu pas dan sangat memudahkan nya melancarkan aksi.
"Kamu hot sekali sayang"
Ucapnya dengan pandangan berkabut dan segera mempercepat temponya.
Fuckkkk...!
Blusssss...!!
Ahhhhh...!!!
Keduanya mendesah nikmat kala merasakan kehangatan asmara nya mulai menyatu.
Vero menarik tubuh Miranda dan memangku nya di kursi kebesarannya.
Miranda terus saja menutup matanya karna malu, mengingat tempat bercinta mereka tak tahu tempat.
Lain kali kita akan melakukannya di sofa, dapur, kolam renang atau kalau bisa di parkiran...
Ujar Vero membuat Miranda membulatkan bola matanya
dia tak habis fikir dengan tingkat kemesuman suaminya itu, Dan anehnya Miranda menurut saja.
Ih... Vero jangan diremas-remas, sakit tau?
Vero terkekeh mendengarnya
Aku gemes sayang, perasaan kemarin tidak sebesar ini? ujar Vero mesum membuat Miranda sangat geram
Vero berencana melanjutkan ronde ke dua tapi tiba-tiba istrinya berkata...
Aku ngatukkk...!
dan detik berikutnya Miranda sudah berada di alam mimpi lagi.
Vero begitu gemas dengan istrinya itu, Padahal sang adik sudah berdiri lagi tapi apalah daya, dia tak akan tega mengganggu tidur istrinya itu.
dan akhirnya dia mengangkat Miranda masuk kedalam kamar pribadinya, sedangkan dia kembali masuk membereskan kekacauan yang terjadi di meja kerjanya.
semua berkas jatuh kelantai, untung saja laptopnya tidak terjatuh.
dia tersenyum kembali mengingat Miranda terlentang di atas meja ini.
Keren juga nih meja... gumamnya
__ADS_1
Sejenak Vero melupakan kejadian Miranda yang pergi makan siang bersama pria lain.