Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 33 Panik


__ADS_3

Miranda memakai pakaian yang sudah vero pesan, Vero diam saja menggapi miranda yang sedari tadi terus marah marah.


Saat setelah pencapaian ******* mereka, tidak lama Vero kembali menindihnya hingga kembali terjadi pergulatan sampai masuk kedalam kamar mandi, Vero kembali menusuknya dari belakang.


Miranda memutuskan untuk pulang saja, jam kantor masih 3 jam lagi baru selesai, dia memilih pergi, jika terus disini bisa habis tubuhnya oleh suami mesumnya itu.


"Tidak perlu, aku mau pulang sendiri" tolak Miranda, Vero ingin Miranda di supiri Joni karna sebentar lagi akan ada tamu dari Singapore jadi dia tidak bisa mengantarnya pulang.


"Okey, kali ini aku turuti, tapi ingat bawa mobilnya harus hati hati..."


Ucap Vero pada Miranda yang akan segera keluar dari ruangannya.


"Hati hati sayang... Cupp" Vero mencium kening Miranda


Miranda meraih tangan Vero dan menciumnya walaupun saat ini sedang kesal.


dan Vero bangga akan hal itu, Miranda tak melupakan kewajibannya.


"Joni sudah menyimpan tasmu di mobil, telfon aku jika sudah sampai rumah, keluarlah...


aku sudah menyuruh Monica untuk membutakan aku kopi"


Ucap Vero saat melihat Miranda was was saat akan keluar dari ruangan Vero.


Miranda sudah keluar dari sana, dengan langkah cepat dia masuk kedalam lift khusus milik Vero.


Tanpa dia sadari, Monica sudah berdiri di balik tembok saat melihat pergerakan pintu Vero yang terbuka, terlihat Miranda celingak-celinguk melihat sekeliling.


"Ada hubungan apa Vero dan pegawai magang itu" curiga Monica


🍁🍁🍁


Miranda sudah di perjalanan pulang menggunakan mobil suaminya, Tiba tiba dia berputar ke suatu arah.


"Kesempatan, lebih baik aku kesana dulu" gumam Miranda


Miranda memutuskan pergi ke perusahaan miliknya, yang seorang pun tak ada yang tau.


Seorang security dengan senjata besar layaknya seorang tentara menghampiri mobil Miranda.


Miranda dihalangi masuk, dengan menggunakan masker, Miranda memperlihatkan sebuah kartu emas di dompetnya.


seketika itu juga orang itu tunduk meminta maaf dan hormat sembari mempersilahkan Miranda masuk kedalam area.

__ADS_1


Mark dan beberapa orang lainnya berlari menyambut kedatangan Presdir yang secara tiba tiba, semuanya tertunduk.


Miranda dengan masker serta topi yang dia kenakan terus berjalan hingga sampai di ruangannya.


"Bagaimana Mark? semua berjalan dengan lancar" Ucap Miranda menggunakan bahasa Inggris karna tangan kanannya itu belum fasih dengan bahasa Indonesia.


"Tidak ada masalah nyonya, Negara X kemarin sudah mengembalikan dana yang mereka pinjam ke kita, sesuai syarat, mereka melaksanakan dengan baik"


"Aku ingin lihat"


Mark menekan tombol remot ke layar besar depannya yang tersambung dengan i pad yang di pegang nya.


Miranda memperhatikan gambar itu dengan seksama dan tersenyum puas.


"Nyonya, ada sekitar sepuluh proposal pengajuan hari ini, apa anda ingin sekalian melihatnya?"


Miranda berfikir sejenak dan melihat jam di tangannya.


"Masih 2 jam lagi Vero pulang, tidak ada salahnya aku disini dulu" pikir miranda dan akhirnya mengangguk pada Vero


🍁🍁🍁


Miranda meneliti dengan seksama, sebagian dari perusahaan itu Tidak mau menerima persyaratan dari mereka.


"Mereka berencana membangun sebuah perumahan elit, mereka berfikir lebih baik dijadikan 10 unit rumah dari pada harus menjadikan sebuah taman"


Miranda sangat kesal dengan orang orang yang begitu serakah sampai tak memikirkan tempat yang mereka ambil sebelumnya adalah milik para hewan dan tumbuhan disana.


🍁🍁🍁


Tak terasa sudah 2 jam berlalu, Miranda sampai lupa untuk pulang.


Dia menelfon bi asih, katanya Vero sudah pulang dan baru saja masuk kedalam kamar.


dia mengendarai mobilnya dengan cepat sambil memikirkan alasan untuk di kasih kesuaminya itu.


Aaaaa... teriak miranda


Tanpa di duga sebuah anak kucing melintas mengagetkan Miranda hingga mobil yang dia gunakan menabrak sebuah pengendara mobil lainnya.


Disisi lain...


Vero berjalan sambil mondar mandir, dia gelisah memikirkan istrinya yang belum pulang sampai sekarang.

__ADS_1


Hatinya jadi was was, memikirkan Miranda mengendarai mobilnya sendiri apalagi dalam keadaan yang sedang kesal tadi.


"ini semua salahku, kenapa aku biarkan dia membawa mobil sendiri Arghhh" teriak Vero frustasi


Sudah tak terhitung berapa kali Vero menelfon tapi nomor Miranda tetap tidak aktif.


"Bagaimana jika? Argh tidak tidak... tidak boleh terjadi sesuatu pada istriku"


Vero sampai berfikir Miranda sudah diculik oleh musuh keluarga mertuanya.


Berkali kali mertuanya memperingati dirinya akan hal itu.


"Joni segera cari istriku" pekik Vero saat menelfon Joni


Vero tidak bisa tinggal diam, Sudah satu jam semenjak dia pulang tapi Miranda belum datang juga, dia langsung meraih kunci mobilnya dan berniat pergi...


Tapi tiba tiba sebuah mobil yang di kenalinya masuk, matanya melotot melihat mobil pribadinya yang di pinjamkan ke Miranda dalam keadaan tidak baik baik saja.


Bagian lampu depannya rusak parah.


Miranda turun sambil memegang keningnya entah benar sakit atau tidak.


tapi yang dipikirannya saat ini mencari sebuah alasan untuk bisa menghindar.


"Sayanggg..!" Panik Vero menghambur memeluk Miranda


"Sayang, apa yang terjadi? mobil rusak! kau kecelakaan? apa yang terluka? anak kita baik baik saja kan? kau juga kan?


Ujar Vero bertubi-tubi hingga membuat Miranda seketika pusing dan Burggg....


Miranda jatuh pingsan, semakin membuat Vero sangat khawatir.


"Sayang... bangun, kau kenapa? panik Vero mengusap pipi Miranda


Bibi asih datang dengan khawatir juga melihat Miranda tak sadarkan diri.


"Tuan jangan di bawah kerumah sakit, bawa kedalam saja, saya sudah menelfon dokter pribadi"


Bibi asih menuntun Vero masuk kedalam sebuah ruangan layaknya UGD, membuat Vero tercengang, dia baru tau, da tempat seperti ini dirumah istrinya.


"Kemana dokternya, cepat panggil dokter itu, jika karna dia istriku sampai kenapa Napa, aku sendiri yang akan melenyapkan dirinya"


teriak Vero dengan amarah yang membuncah

__ADS_1


Tubuhnya seakan tak bernyawa, dadanya begitu sesak melihat sang istri tak sadarkan diri.


"Sayang, bangunlah... maafkan aku yang sering membuatmu kesal hikss" Isak vero


__ADS_2