Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 29 Tingkah bumil


__ADS_3

Vero datang membawa segelas susu yang dibuatnya sendiri dengan tangannya, dan di ikuti 2 pelayan membawa makan malam mereka.


Beberapa kali Vero di telfon oleh mertuanya untuk waspada akan sekitar.


Jangan mudah percaya pada siapapun, bisa saja orang yang kita anggap baik adalah musuh yang sebenarnya, Apalagi istri mu sedang mengandung, keselamatan nya adalah yang terpenting.


Begitulah kira-kira nasehat ayah mertuanya.


"Sayang... Makan malam dulu"


Miranda mengambil segelas susu dan meneguknya hingga habis, lalu menyerahkan gelasnya kembali.


"Aku gak lapar lagi, besok saja makannya" tolak Miranda dan mendapatkan tatapan tajam dari suaminya.


"Susu gak buat kamu kenyang sayang, ayo aku yang akan menyuapi mu"


"Kamu saja yang makan, tiba tiba aku mengantuk"


Miranda merebahkan tubuhnya, baru menutup mata dia sudah berada di alam mimpi.


Vero tidak bisa membantah, semenjak mengetahui kehamilan Miranda, istrinya itu menjadi tukang molor, di mana pun bisa tidur, bahkan dalam keadaan makan, jika dia bilang mengantuk maka dia akan tidur di meja makan.


persis saat mereka menginap dirumah eyang, membuat semua orang tertawa.


"Astagahh dia tertidur? Vero menggeleng kan kepalanya melihat tingkah aneh istrinya itu.


"Kalian bawa turun saja makanannya, aku akan makan di bawah" pintahnya pada pelayan


"Baik tuan" ucap mereka berlalu


Vero memperbaiki posisi tidur Miranda, lalu menarik selimut menutupi hingga dada istrinya.


dia tersenyum saat melihat tanda cinta nya di leher, dada bahkan sampai di dagu Miranda,


istrinya itu sudah seperti macan tutul,


sangat kontras karna kulit putih bersih yang dimiliki istrinya itu.


Dia kembali tersenyum mengingat adegan panas mereka di kamar mandi tadi,


sungguh rasanya dia ingin kembali mengulang kejadian itu.


"Ssshhhh.... Oh memikirkan nya saja sudah membuatku tegang" desah Vero frustasi.


Dia berjalan kesana kemari, bolak balik seperti setrikaan dan akhirnya memilih masuk kedalam kamar mandi.


Mendinginkan kepalanya dan bermain sabun, tapi justru semakin membuatnya tak tahan, sekelebat bayangan saat Miranda berada di bawahnya, bermain dengan benda keramat nya.


Ohhh itu membuat Vero menegang hingga mengeluarkan sesuatu.


"Oh shitt... memalukan, seorang Vero Morelli CEO perusahaan ternama, melakukan hal konyol ini, ck" dia mengutuk dirinya sendiri.


Dia keluar kamar mandi, dan turun makan malam, memang saat ini dia sudah sangat kelaparan.


Dia menyuruh pelayan membuat sandwich buah, untuk berjaga jaga jika Miranda akan terbangun saat malam, Vero sangat yakin saat ini istrinya itu kelaparan, tapi panggilan tidur pun tak bisa di hindari nya.


🍁🍁🍁


Dan benar saja, pukul 1 malam, Miranda terbangun karna lapar, baru saja ingin membangunkan Vero..

__ADS_1


Dia melihat piring dengan 2 buah sandwich ukuran besar, berada di sampingnya.


dia tersenyum ke arah Vero, lalu memakan sandwich itu dan Kembali tertidur.


Tidur adalah hal paling mudah yang saat ini Miranda bisa lakukan.


🍁🍁🍁


Pukul 6 pagi, Vero terbangun lebih dulu, dia melirik istrinya itu masih tertidur di pelukannya.


Dikecupnya bibir Miranda dengan sangat pelan.


"Morning kiss" gumam Vero tersenyum


Dia bangun dengan sangat pelan, karna takut membangunkan istrinya, sebelum berangkat kekantor, dia akan nge gym terlebih dahulu.


Saat sudah mencuci muka, dia mengganti bajunya dengan pakaian olahraga, sebelum keluar dia melirik piring disamping Miranda yang sudah kosong.


"Benarkan, semalam pasti dia kelaparan" Vero tersenyum karna dugaannya benar.


🍁🍁🍁


Vero masuk kedalam ruang olahraga milik Miranda, sama seperti dirumahnya, peralatan disana juga sangat lengkap.


Dan terdapat kolam mini air panas disana.



30 menit berada disana, membuat tubuhnya sangat berkeringat, dan memilih membuka bajunya yang sudah sangat basah.


tanpa dia sadari, ada sepasang mata yang mengagumi tubuh atletisnya.



Sontak Miranda tersipu malu, ternyata suaminya menangkap basah dirinya sedang melamun menatap tubuh atletis itu.


"Kemarilah..." ucap Vero sambil mengelap tubuhnya yang berkeringat dengan handuk kecil.


"TIDAK! jangan lakukan itu" pekik Miranda membuat Vero sangat terkejut


Miranda datang dan mengambil handuk itu dan melemparnya.


tiba tiba dia memeluk Vero yang masih bertelanjang dada.


"Jangan sekarang sayang, aku belum mandi, bahkan sangat berkeringat"


Miranda tetap fokus menenggelamkan kepalanya di leher Vero sambil berjinjit.


Menghirup aroma khas tubuh suaminya yang bercampur keringat.


"Tadi saat bangun aku muntah"


"Kamu muntah? kenapa gak panggil aku sayang..." khawatir Vero


"Aku panggil, pelayan bilang kamu olahraga, jadi aku kesini"


"Maafkan aku sayang... aku gak denger kamu panggil" sesal Vero


Dia sedih mengingat miranda saat bangun ternyata mual mual dan dia gak ada di sampingnya.

__ADS_1


"Aku suka bau keringatmu, membuat mual ku hilang" ucap Miranda manja


"Benarkah?" kejut Vero


"Memang bumil yang satu ini sangat menggemaskan" lanjut vero sambil mencubit kedua pipi Miranda dengan gemas


"Tiap pagi kamu harus berkeringat, biar mual ku hilang" Pintah Miranda dan mendapatkan gelengan kepala dari Vero


"Berkeringat gampang sayang, olahraga di kamar juga bisa"


Benarkah? tanya Miranda bersemangat


"Iya sayang, olahraga panas bareng kamu di atas ranjang"


ucap Vero menggoda Miranda dan akhirnya mendapatkan pukulan di dadanya.


🍁🍁🍁


Vero menggendong miranda ala koala melewati ruang ruang dapur hingga ruang keluarga.


para pelayan yang melihat itu, berdecak kagum dengan tubuh suami majikannya yang bertelanjang dada.


Miranda tidak mau berhenti melepaskan lehernya, dia sibuk menghirup aroma keringatnya, hingga membuat Vero dengan terpaksa mengangkat tubuh Miranda ke pinggangnya.


"Sudah sayang... Nanti terlambat loh ke kantor nya!" alasan Vero, sebenarnya dia tidak peduli jika terlambat sekalipun, toh itu kantor miliknya, siapa orang yang berani memarahinya.


Miranda dengan lesu turun dari gendongan Vero, dia merenggut dan kembali ke atas kasur, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Vero yang melihat itu sontak menggaruk kepala belakangnya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


kelakuan bumil satu ini sangat menggemaskan menurutnya.


"Okey sayang... jangan ngambek, sini aku peluk lagi"


Vero menyibakkan selimut dan menarik Miranda yang wajahnya sudah di tekuk kedalam pelukannya.


Vero bersandar di kepala ranjang membuat Miranda leluasa, bahkan sampai di bawah ketiak Vero pun di hirup nya.


membuat Vero kegelian dengan kelakuan absurd istrinya itu.


"Kau suka?"


"Hemm aku sangat suka, kau sangat wangi dan tampan jika berkeringat"


Blusssshh... telinga Vero merah mendengarnya, dia sampai menggigit bibir bawahnya sendiri.


"Aku mencintaimu Miranda"


Miranda hanya mengangguk saja.


membuat Vero harus ekstra giat mendapatkan kata cinta dari istrinya itu.


Entah kapan, tapi dia tidak akan menyerah.


bahkan Vero yakin, jika Miranda sebenarnya mulai mencintainya, hanya saja masih belum menyadari perasaannya sendiri.


Jangan lupa like dan komentarnyaπŸ™πŸ»


Biar author makin semangat ngetiknyaπŸ’ͺ

__ADS_1


__ADS_2