Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 20 Bahagia dan kecewa


__ADS_3

..."Stop! sebaiknya semuanya tenang, seharusnya kita berdoa semoga Miranda baik baik saja"...


...ucap Marc menenangkan besannya...


20 menit kemudian dokter keluar dan mencari suami dari pasien yang tak lain adalah Vero.


..."Bisa kita bicara diruangan saya" Ucap dokter Herman...


Vero saat ini sudah berada diruangan dokter Herman, dokter pribadi keluarganya sejak dia masih kecil.


...Om sebenarnya apa yang terjadi dengan istriku? tanya Vero khawatir...


...**Jadi benar kau sudah menikah, kau bahkan tak mengundangku......


...Om please, nanti aku akan jelaskan pada om, tapi tolong jawab pertanyaanku**... ucap Vero frustasi...


...Istrimu mengalami pendarahan, tapi untungnya kami bisa menanganinya, Jangan biarkan dia kelelahan dan berikan dia makanan bernutrisi mulai sekarang! Jelas dokter tersebut membuat Vero sedikit bernafas lega...


...Tapi apa yang menyebabkan istriku pendarahan om?...


...Jadi kau tidak tau? tanya dokter itu dan di angguki Vero...


...Istri mu sedang hamil, usianya sudah memasuki 4 minggu!!!...


Vero bagai tersambar petir yang dahsyat, jadi benar dugaan mama!


Tapi kenapa Miranda menyembunyikan hal ini.


Jadi ini alasan Miranda mual mual selama ini!


Vero melangkah keluar dari ruangan dokter setelah dia mencerna hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil.


Sungguh saat ini Vero sangat bahagia, dia akan menjadi seorang ayah.


Tapi di sisi lain dia juga perlu penjelasan dari Miranda.


Vero masuk kedalam ruangan Miranda, Miranda belum sadar, terlihat orangtua dan mertuanya duduk di sofa menunggu kedatangannya.


...Dokter berkata apa nak? Ucap mama lita...


Vero memeluk erat mamanya, sebulir air mata menetes mengenai pundak sang ibu yang melahirkannya.


...Hiks Miranda hamil mah, Vero bakal jadi ayah! Isak Vero dengan raut wajah bahagia...

__ADS_1


semua orang saling pandang dan bersuka cita dengan kabar bahagia ini.


Bagitupun Rico yang awalnya marah pada Vero, dia juga ikut larut dalam bahagia setelah melihat reaksi menantunya yang menangis bahagia.


Dia sadar jika yang dia lakukan tadi adalah salah, dia sudah salah paham.


...Tapi Mira gak papa kan sayang, apa kata dokter? tanya mommy Erin...


...Miranda kelelahan mom makanya sampai pendarahan, tapi untungnya kita cepat membawanya ke rumah sakit!...


Semuanya bersyukur karna tidak terjadi hal yang serius pada Anak dan cucunya.


Pengawalan semakin ketat di rumah sakit, 5 orang pengawal berdiri tepat di depan ruangan VIP Miranda, apalagi semenjak tau Miranda hamil, Rico semakin memperketat penjagaan Miranda secara diam diam.


Sudah 3 jam Miranda belum sadar


Jam sudah menunjukkan waktu tengah malam


Hanya tinggal Vero dan pengawal yang berjaga di depan pintu.


Setelah beradu debat, akhirnya orangtuanya beserta mertuanya pulang beristirahat dirumah mereka.


Pukul 12 malam Miranda menggerakkan tangannya pertanda dia akan sadar.


Suara lenguhan miranda menyadarkannya.


...Ehh.. air...


...Sayang, kau sudah sadar? kau haus?...


Miranda membuka matanya dan berusaha untuk bangun, Vero membantunya.


..."Hati hati sayang" ucap Vero lembut...


Vero menyodorkan gelas berisi air, Miranda meneguknya hingga habis.


Miranda berusaha mengumpulkan nyawanya, dia masih sangat lemas, sekelebat ingatan melintas di pikirannya.


saat perutnya sakit dan Vero menggendong nya masuk ke dalam mobil.


..."Apa yang terjadi? tadi perutku sakit sekali? tanya Miranda pada Vero yang duduk di sampingnya seolah menjadi sandaran....


..."Apa perutmu masih sakit sekarang?"...

__ADS_1


...Hanya sedikit!...


...Aku akan panggilkan dokter! ucap Vero tapi ditahan oleh miranda...


...Jelaskan padaku, apa aku sakit parah, apa aku punya penyakit?...


Banyak pertanyaan di otak Miranda yang tidak tidak, sakit luar biasa diperutnya membuatnya parno hingga beranggapan yang tidak tidak...


...Awww.... eluh Miranda saat Vero menyentil dahinya...


..."Berhenti bicara yang tidak tidak" protes Vero...


..."Sakit tau, aku ini istrimu, aku bisa melaporkanmu dengan tuduhan KDRT" Kesal Miranda...


..."Laporkan saja, Jika kau ingin melahirkan tanpa seorang suami"...


...Biar saja... Ucap Miranda tanpa sadar tapi di detik berikutnya, dia terdiam, bibir nya keluh, dia menatap Vero yang saat ini juga menatapnya....


...Maksudmu?...


..."Kau hamil 4 minggu, kenapa tidak memberitahukan ku!!!"...


Ucap Vero saat ini berdiri dan menghindar sedikit jauh dari Miranda, dia hanya ingin tau reaksi istrinya itu.


Sedangkan Miranda, mematung ditempatnya, air mata sudah mulai menetes membasahi pipi bulat Miranda.


..."Kau berbohong padaku kalau kau sudah meminum pil anti kehamilan itu kan?...


...Atau anak itu bukan**......


Ucap Vero yang ingin mengetes Miranda, walau sebenarnya dia sangat percaya.


Dia hanya ingin mendesak Miranda untuk berkata jujur.


Miranda langsung menatap tajam ke arah Vero, itu sama saja, dia mengatakan jika dirinya seorang pelacur yang menjajahkan tubuhnya pada setiap pria.


...Hiks apa aku Seperti seorang ****** dimatamu?...


...ucap Miranda terisak dan itu membuat Vero sangat bersalah....


Vero berbalik dan meraih pundak Miranda, dia memeluknya begitu posesif...


...Maafkan aku, aku tidak bermaksud, aku percaya padamu, aku sangat bahagia saat dokter bilang aku akan menjadi seorang ayah, aku hanya sedikit kecewa, aku fikir kau sudah tau dan menyembunyikannya padaku!!!...

__ADS_1


__ADS_2