Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 34 Hampir


__ADS_3

Dokter mengatakan Miranda hanya kelelahan,


Jelas penjelasan dokter tidak di terima Vero.


dia melihat sendiri mobilnya penyok dan saat Miranda turun dari mobil, dia langsung pingsan.


Pasti sudah terjadi sesuatu, Vero tidak mau mengambil resiko, apalagi Miranda sedang mengandung.


Vero saat ini sudah berada di halaman belakang bersama ke 6 bodyguard yang selama ini mengikuti Miranda kemana pun.


Rico mertuanya sudah menyerahkan tugas tersebut saat setelah sudah menikah.


Vero mengintrogasi bodyguard yang sudah mengikuti istrinya itu selama bertahun-tahun.


"Nyonya Miranda mengendarai mobil dengan sangat cepat sehingga membuat dia menabrak dasbor mobil orang lain tuan" Jelas Bambang sang pemimpin pasukan khusus di angkatan darat, tapi menjelma sebagai bodyguard.


"Shittt.. kau sudah membahayakan nyawa mu dan anak kita Miranda" pekik Vero sangat marah mengetahui Miranda membahayakan dirinya sendiri.


" 3 jam dia menghilang, dari mana saja istriku?" tanya Miranda membuat Bambang terdiam


Bambang adalah pemimpin pasukan khusus yang menjelma sebagai bodyguard.


itu pilihannya, dia ingin mengabdi pada keluarga ercel, karna suatu hal di masa lalu.

__ADS_1


Mengikuti Miranda sedari kecil membuat dia seperti menjaga anaknya sendiri.


Bambang adalah ayah dari Tiara sahabat baik Miranda, Tiara tidak tau ayahnya bekerja menjaga sahabatnya tapi yang jelas Miranda tau semuanya.


"Saya sudah menyelamatkan nyawa Tiara anak bapak sekaligus sahabat saya, bisa kah saya mendapatkan hadiah?"


Ujar Miranda saat itu, Tiara berada di ujung maut tapi Miranda menolongnya dan itu di saksikan oleh Bambang.


"**Anda sudah mempunyai segalanya nona, apa yang anda butuhkan dari pria seperti saya"


"Mulutmu!!! saya ingin mulutmu, apapun yang kau lihat anggap kau tidak melihatnya**"


Bambang tau maksud Miranda, Perusahaan yang Miranda sembunyikan selama ini, Miranda ingin Bambang tutup mulut pada ayahnya atau siapa pun itu.


dari Miranda yang hanya memasuki Kedung biasa di London hingga mampu membangun perusahaan yang begitu menjulang tinggi.


Dia sangat bangga pada anak itu, dia berdiri dengan kakinya sendiri tanpa melibatkan nama orangtuanya.


Akhirnya pada saat itulah Bambang menyetujui permintaan Miranda, dia sangat bangga bisa menjadi saksi kesuksesan Miranda saat ini walaupun dari jarak jauh.


Tapi dialah satu satunya orang yang tau.


🍁🍁🍁

__ADS_1


"Nyonya Miranda keluar dari perusahaan langsung menuju taman tuan, dia hanya duduk diam saja" jelas Bambang berbohong dan Vero mengangguk percaya.


Disisi lain Miranda sudah bangun dari pingsannya dan mendapatkan tak seorangpun di sampingnya sehingga dia memilih kembali tidur karna merasa masih pusing.


Beberapa saat setelah Miranda tidur, Vero datang bersama seorang dokter yang bertugas di mansion Miranda saat ini.


"Kenapa sampai sekarang istriku belum sadar juga hah?" Ucap Vero marah bercampur khawatir


Para dokter disana tidak bergeming, mereka tau saat ini majikan baru mereka adalah seorang pria yang arogant, Tubuh mereka bergetar saat Vero memaki dan menatap mereka dengan mata yang seakan menyala, dan ingin menelan mereka semua.


"Sayang... kenapa mommy belum bangun, Daddy sangat khawatir, tolong bangunin mommy nak" ucapnya bicara pada perut miranda


"Periksa istri ku lagi, Jika sampai 1 jam dia belum sadar, akan kuhabisi kalian semua" pekik Vero


2 orang dokter beserta 4 asisten mereka, merasa saat ini sedang berdiri tanpa kaki saking takutnya, mereka semua berdoa agar Miranda sadar dan menyelamatkan mereka semua.


Dokter kembali memeriksa Miranda dengan teliti, Miranda tak terganggu sedikit pun, bagaimana tidak saat ini Miranda memasuki mode molor nya, dia sangat mengantuk.


"Tu tuan, nyonya baik baik sa ja, bayi anda juga" gugup dokter itu


Vero langsung membopong Miranda keluar dari ruangan layaknya UGD itu dan menuju ke kamar pribadi mereka.


Vero meletakkan Miranda di kasur sambil menatapnya dengan intens.

__ADS_1


"Aku percaya kau baik baik saja, cepatlah sadar sayang, aku sesak meilhatmu seperti ini" sedih Vero yang mendalam


__ADS_2