
Semua berjalan normal, Satu Minggu tidak masuk kantor membuat pekerjaan Vero menumpuk, semenjak sampai kantor 2 jam yang lalu, Vero hanya fokus menatap laptop dan berbagai berkas berserakan di atas mejanya.
Sedangkan Miranda sudah menjadi bulan bulanan omongan para karyawan lainnya.
"Dasar pegawai magang sok cantik, dia pikir ini kantornya apa? main se enaknya izin, seminggu lagi! Dia pikir dia siapa? palingan anak penjual gorengan"
Begitulah kira kira omongan para karyawan wanita semenjak Miranda masuk kedalam ruangan tersebut.
"Tidak usah di dengar, Mereka itu kurang kerjaan saja" Ucap Aldo
Masih ingatkan dengan Aldo, dia teman kampus Miranda yang juga terpilih magang di perusahaan Vero.
"Di kampus kita tidak saling kenal, ternyata kamu cantik juga yah" lanjut Aldo membuat miranda tersenyum kikuk.
"Nanti siang kita makan siang bareng yah?" tawar Aldo
"Liat nanti yah" dan diangguki Aldo
Miranda tetap fokus pada kerjaannya, walau semenjak masuk kantor hingga berpisah dari Vero, ada gejolak aneh yang menggerogoti tubuhnya.
Dia menjadi lemas dan mual.
sekuat tenaga dia menahan rasa mual di perutnya.
Dan akhirnya sampai dimana dia sudah tidak sanggup menahannya.
Uwek! Ada sekitar 16 orang di departemen keuangan, Semuanya melihat kearah Miranda, apalagi Aldo yang memang duduk disebelahnya.
Uwek uwekk! Miranda berlari masuk kedalam toilet dan memuntahkan sarapan pagi yang dia makan di mobil bersama Vero tadi.
"Udah gak usah kepo, paling dia lagi cari perhatian sama pegawai ganteng disini" sindir Tara, pegawai yang sok berkuasa karna memiliki hubungan dengan manager di perusahaan ini.
Miranda keluar dari toilet dan memilih untuk naik ke balkon guna mencari udara segar, sungguh kini hidungnya menjadi sangat sensitif, dia tidak suka mencium aroma parfum para pegawai yang saling bertabrakan di hidungnya, menurutnya.
Sedangkan diruangan Vero, Monica sedang berdiri dan pasti masih dengan pakaian kekurangan bahannya, padahal sudah ditegur oleh Vero seminggu yang lalu.
"Pak Vero boleh saya bertanya?" dengan nada menggoda
"Hhmm.." singkat Vero tanpa berniat melihat Monica
"Pak Vero kemana saja, kok seminggu gak masuk kantor"
Vero seketika menutup berkas yang harus dia tanda tangani.
__ADS_1
Dengan beraninya Monica berjalan dan berhenti tepat disamping Vero, dia bersandar dimeja dan mengangkat sedikit lutunya.
Berharap Vero akan tergoda dengan tubuhnya...
"Masuk kau ke perangkap ku" Gumam monica sangat senang
Tangannya dengan berani memainkan Jaz Vero
"Aku merindukanmu pak, aku gak semangat bekerja kalau gak ada bapak"
Goda Monica dan BUGGGG!!!
"Ahh kenapa saya di dorong pak?" ucap Monica pada bokongnya
Tanpa di duga Vero menarik rambut Monica, membuat Monica memekik kesakitan
"Kau berusaha menggodaku? dasar wanita ******... pergi kau dari sini, atau aku akan berbuat kasar lebih dari yang bisa kau bayangkan"
Vero melepaskan cengkramannya hingga Monica tersungkur dan kembali jatuh ke lantai.
"Ku beri kau satu kesempatan, Tapi jika kau tidak ingin, kau boleh pergi dari sini...!" Ucap Vero dengan mata ber api api...
"Maafkan saya tuan, saya tidak akan mengulanginya lagi" Mohon Monica
Monica keluar dari ruangan Vero, tanpa di duga ada 3 orang karyawan sedang berjalan ke arahnya.
dan berpura pura kaget seakan sedang terciduk
"Kalian ingin bertemu tuan Vero, masuklah dia ada diruangannya" ucapnya saat karyawan itu menghampirinya
Dan ketiga karyawan itupun saling tatap dan Akhirnya masuk kedalam jebakan Monica.
Apalagi di tambah sudah banyak gosip beredar tentang hubungan boss mereka dengan sekertarisnya.
Mereka berfikir Vero dan Monica baru saja selesai berhubungan intim.
"Kenapa kalian berkumpul disini? dan kau Monica, kenapa bajumu berantakan!
Bentak Joni asisten Vero yang tak kalah tampan.
"Maaf pak, saya akan ketoilet memperbaikinya"
ucapnya berlalu pergi
__ADS_1
Joni? panggil Vero tiba tiba muncul depan pintu
Kenapa kalian berkumpul disini? tanya Vero
Maaf pak, kami ingin menyerahkan berkas yang harus di tandatangani... ucap salah satu pegawai tersebut
Kembalilah pada jam makan siang, aku ada urusan! Joni kemarilah... perintah Vero sambil menggoyangkan telunjuknya
Ada apa tuan?
Cepat cari istriku, aku sudah menelfon ya tapi ponselnya mati, aku khawatir!
Cari tau dan suruh dia kemari?!
Joni siap melaksanakan perintah, baru dia akan masuk kedalam ruangan, Miranda muncul dengan masker di wajahnya entah dari mana.
Nyonya Miranda? tanya nya dengan ragu, apakah benar Miranda atau bukan
"Husstt... kenapa memanggilku nyonya" gerutu miranda
"Ah maafkan saya nyonya eh nona... eh" ucap Joni jadi bingung, tidak sopan memanggil istri bossnya dengan panggilan nama saja kan.
"Ah sudahlah... ada apa kau mencariku?"
"Mari ikut saya, tuan Vero meminta anda keruangannya sekarang"
Miranda memutar bola matanya dengan malas, entah mau apalagi suaminya itu.
"Tapi boleh saya bertanya? kenapa anda memakai masker?" tanya Joni saat berada di dalam lift
"Sstt diamlah, aku pusing, aku mual, jangan banyak tanya, kau itu bau!"
"WHAT?! Bau... saya bauu? gumam Joni terkejut sambil mencium aroma tubuhnya sendiri, dan menurutnya sangat harum, karna dia memakai parfum yang sangat mahal.
TING!!! lift terbuka
dan untungnya Monica belum kembali dari toilet, hingga memudahkan Miranda masuk.
"Verooo... Aku gak tahan lagi" teriak Miranda bahkan saat pintu belum terbuka sempurna
membuat Vero sangat terkejut dan bahkan salah paham.
Siapa yang akan tahan?
__ADS_1
jika istri sendiri bicara seperti itu, dan ditambah jiwa kelakian nya sudah memberontak saat Monica menggodanya tadi, hingga dia, menyuruh Joni untuk memanggil Miranda secepatnya.
Mungkin karna sudah tidak tahan.