
Jam pulang kerja telah tiba, setelah dirasa cukup sepi, Miranda dan Vero masuk kedalam mobil mereka dengan di supiri oleh Joni.
Miranda tidak mual lagi, karna Vero memaksa Joni pulang dan mandi lagi tanpa memakai parfum.
Mobil melesat meninggalkan kantor di ikuti oleh pengawal pribadi Vero.
Joni kita ke kementrian kesehatan! ucap Vero langsung mendapat tatapan bingung dari istri dan asistennya.
Mau apa kesana? bingung Miranda yang tadinya sibuk dengan ponselnya
Aku ingin bertanya prodak susu hamil terbaik buat mu sayang...!
Mendengar hal itu Miranda membulatkan matanya sedangkan Joni hanya berdecak kesal.
Jiwa lebay nya mulai keluar... gumam Joni
Joni jangan dengarkan dia, kita ke supermarket saja! perintah Miranda dan di setujui Joni
Aku kan cuman ingin yang terbaik untuk anakku sayang... tekan Vero sambil mengusap lembut perut istrinya itu.
Tapi caramu berlebihan Vero, anakmu yang ku kandung bilang, dia tidak suka!
Ucap Miranda membuat Vero menghembuskan nafasnya dengan keras, dia membungkuk dan mencium perut Miranda.
Benarkah nak, kau tidak suka? baiklah Daddy akan akan menuruti semua keinginanmu...
Miranda membiarkan Vero melakukan sesukanya, saat ini dia sibuk menangani perusahaannya melalui ponsel pribadi miliknya.
πππ
Vero dan Miranda masuk kedalam supermarket elit, hingga tak banyak pengunjung disana karna harganya yang mahal dan memang dengan kualitas terbaik.
"Baiklah kita ambil semua rasa, supaya kamu gak bosan"
ucap Vero mengambil keputusan karna melihat Miranda pusing memilih rasa yang di inginkanya, dan Miranda setuju akan hal itu.
Vero sendiri yang memilih jenis buah, minuman dan Snack untuk istrinya.
dia tidak ingin Miranda terlalu banyak mengonsumsi minuman dan makanan yang banyak mengandung pengawet dan MSG.
Bahkan sampai buah pun, dia membeli buah asal Jepang yang ditanam dengan teknologi canggih hingga sehat dan terhindar dari sisa semprotan racun hama.
"Cepat kita pulang, aku sudah ingin muntah lagi rasanya" Pintah Monica pada Vero yang memang keduanya kini memakai masker.
"Iya sayang... ayo? biar pengawal yang membawa belanjaannya"
πππ**
Mereka sudah sampai dirumah, Miranda sudah tidak mual mual lagi.
Anehnya Miranda tidak mual saat dirumah, bahkan para pelayan dan bodyguard juga memakai parfum, sungguh ini membingungkan Vero.
"Ini susu hamil untuk istriku, jangan biarkan orang lain menyentuhnya selain aku dan kau, aku percaya padamu karna Miranda juga percaya padamu" tekan Vero pada bi asih sang kepala pelayan dirumah Miranda.
"Baik tuan... Akan saya tempatkan di lemari khusus di dapur"
__ADS_1
Vero berlalu dan segera naik kelantai atas menyusul istrinya itu, tapi saat masuk kedalam kamar dia tak menemukan siapapun.
Dia berteriak memanggil nama Miranda, menyusuri lorong lorong dirumah itu tapi tak juga menemukan istrinya.
"Sayaanggg... kamu di mana?" teriak Vero
Bi asih yang melihat itu sebenarnya tau dimana Miranda berada, tapi dia memilih diam dan berlalu pergi.
CEKLEK! suara pintu terbuka mengagetkan Vero begitupun Miranda yang baru membuka pintu tersebut.
"Ternyata kau di dalam sana, aku mencarimu dari tadi sayang...?"
"Maaf aku tidak mendengarnya Vero" gugup Miranda
"Kamar siapa itu, apa yang kau lakukan di dalam" ucap Vero ingin membuka kamar itu tapi ditahan oleh miranda
"Itu ruang kerja Daddy! Daddy menelfonku tadi, dia ingin aku memeriksa sesuatu di lemarinya" elak Miranda berusaha tenang
"Benarkah? aku pikir Daddy gak tinggal disini..." pikir Vero bingung tanpa merasa curiga
"Sudahlah jangan di bahas lagi, intinya jangan masuk kedalam nanti Daddy marah padamu"
Mendengar hal itu membuat Vero sedikit menciut, dia Ingat mertuanya itu bukan orang biasa, jangan di anggap sepele, mungkin saja di dalam sana berisi berkas berkas penting miliknya, pikir Vero sedemikian rupa.
"Ya sudah... ayo kita mandi, lalu makan malam" ajak Miranda membuyarkan lamunan Vero
"Tapi mandi in yah..." manja Vero tiba tiba membuat Miranda bergidik ngeri dan berlalu meninggalkan Vero.
Miranda terpekik saat masuk kedalam kamar mandi dan di ikuti Vero.
"Kita mandi bareng biar cepet"
πππ
Dan dengan cepat pula Vero manautkan bibirnya dengan bibir miranda.
Membuat Miranda terkejut mendapatkan serangan yang tiba tiba, sehingga membuat bulu kuduknya meremang.
Yang awalnya memberontak kini Miranda terbuai dengan sentuhan tangan ajaib Vero.
Suara decapan bibir saling bertaut, memenuhi seisi kamar mandi, bibir mereka saling membelit dan ******* dengan sangat lihai.
AhhH...veroo
Desah Miranda merasa pasokan oksigennya mulai menipis.
Cupp... Bibirmu sangat manis sayang!
Blusss... membuat pipi Miranda merona
Vero menuntun Miranda kebawah shower, dan memutar keran air nya hingga mereka berdua basah kuyup dengan masih menggunakan pakaian lengkap.
Vero lagi lagi menyambar bibir Miranda, kali ini lebih berbeda, Karna keduanya sama-sama menginginkan, ada gelora panas yang menghantam tubuh mereka.
Hingga kedua pasangan itu sudah tanpa sehelai benangpun, Miranda bersandar ditembok dengan sebelah pah*nya sudah berada dipundak Vero yang saat ini sedang menikmati makanan pembukanya, dibawah sana.
__ADS_1
Ahhh... Miranda mendesah begitu kuat kala sebuah deburan ombak menghantam dirinya.
Mengeluarkan sesuatu yang gurih menurut suaminya.
"Sayang... giliran mu, pu*skan suami mu ini"
Vero berdiri dan menuntun Miranda di bawahnya, dia meraih tangan Miranda untuk memegang pusaka keramat nya.
Mata Miranda melotot sempurna, saat di depan matanya sudah disuguhkan, sebuah benda keramat yang berdiri tegak.
Dengan ragu Miranda mengelusnya, memijat dengan lembut hingga membuat Vero mengerang tertahankan.
"Bayangkan dia eskrim Jeju sayang, **** dia dengan sangat kuat arghhhh" erang Vero
Vero mengarahkan pada mulut Miranda dan memompa pinggangnya dengan pelan dan lama lama semakin cepat membuat Miranda kesulitan bernafas.
Arghhhh mirandaaa ohh yeaahh...
teriak Vero tak tahan, dia menarik Miranda dan menggendongnya ala koala.
Keduanya mendesah saat benda keramat itu masuk dengan sempurna dibawah sana.
sedangkan mulut Vero tak berhenti pada buah lengkeng Miranda yang mencuat mengeras, begitu menggodanya.
Vero memompa dengan pelan, karna mengingat Miranda sedang hamil muda, jika tidak, dia akan pastikan akan melakukan permainan kasar.
Aaaaa... veroooooo teriak miranda
Bersamaan sayang... ohhhh...ohh...arhgh!
vero menyandarkan Miranda di dinding setelah mendapatkan pelepasan yang kedua kalinya setelah menikah.
"Kau hebat sayang... terimakasih cuppp" ucapnya sambil mengecup bibir Miranda sekilas
Selanjutnya Vero memandikan Miranda yang lemas akibat permainan Vero yang sangat menguras tenaganya.
"Aku akan suruh bi asih, membawa makan malam kita di sini" ucap Vero sesaat setelah meletakkan Miranda di ranjang.
Dia masuk kedalam dan memakai pakaiannya, dan mengambilkan baju untuk Miranda.
"Biar aku yang pakaikan"
"Gak usah, biar aku saja" dengan pipi Miranda yang merona
Kamu malu? setelah apa yang terjadi tadi di kamar mandi!
ucap Vero menggoda miranda
"Ih sudah sana keluar, aku lapar" pekik Miranda kesal karna malu
Apalagi saat ingatannya mengingat, dia bermain dengan benda keramat suaminya itu.
sungguh membuatnya meriang.
"Ya sudah pakai bajunya, aku akan ke bawah sekalian membuatkan mu susu"
__ADS_1
Plissππ» like dan komennyaπ