Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 23 pulang kerumah


__ADS_3

Seminggu sudah Miranda dan Vero menginap dirumah eyang, Acara pengajian dan berbagai ritual sudah eyang jalankan sebagaimana prosedur dalam keadaan tertutup dan modern, tidak seperti pada jaman dahulu.


Orang tua Vero sudah kembali ke Italia begitupun orangtua Miranda kembali ke London, Jika bukan urusan mendesak mereka tidak akan meninggalkan anak dan menantunya apalagi kini mereka akan mendapatkan cucu pertama.


Eyang sebagai Ahli waris satu satunya tak ingin melupakan ajaran para leluhurnya, sedangkan anaknya. Lita, dia sudah melakukan adat istiadat untuk melepaskan diri dari tanggung jawab, karna bagaimana pun dia mencintai suaminya marc dan akan mengikuti kemana pun setiap langkah yang akan suaminya ambil, dan eyang menyetujui hal tersebut.


Semakin bertambahnya usia, zaman pun semakin modern, eyang tidak ingin membatasi anak dan cucunya, biarlah mereka mencari jati dirinya sendiri.


Eyang bahkan sudah berbicara pada para petinggi, bahwa selepas dia meninggal, dia akan menyerahkan sebagian aset untuk anak dan cucunya, serta peninggalan lainnya akan diserahkan dan dimasukkan dalam museum dan di anggap sebagai sejarah.


...*******...


Vero dan Miranda berpamitan pada eyang, Vero memutuskan untuk tinggal dirumah nya sendiri dan disetujui oleh eyang.


Awalnya Miranda sangat sedih, bagaimana tidak, dia sangat betah tinggal dirumah itu.


tiap sore dia akan pergi memberi makan rusa, kelinci dan berbagai satwa lainnya.


Dia sangat suka berada disana, sangat sejuk dan jauh dari kata polusi walau rumah ini tetap berada dipusat kota.


Cucuku jangan sedih, nanti cicit ku akan sedih juga, Kalian boleh datang kapan saja kesini... Ucap eyang sambil mengelus perut Miranda yang masih rata.


Iya, sayang...! Kau tenang saja, jika kau ingin rumah seperti eyang, kita akan membuatnya...


Ucap Vero di angguki eyang


Baiklah... kami pergi dulu eyang! ucap Miranda lesuh dan mencium tangan eyang lalu masuk kedalam mobil.


...******...


Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam.


Mereka sampai juga dirumah Vero, ini pertama kalinya Miranda datang kesini.


Sayang... Mira, yuk bangun yuk sayang? Vero mengelus pipi tembem Miranda yang ketiduran dimobil.


Vero tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya, Miranda sangat sulit dibangunkan dan sudah terjadi selama seminggu dia dan istrinya tinggal bersama.


Vero menelfon mommy mertuanya, dan mengatakan jika mungkin itu adalah efek kehamilannya, karna Miranda adalah wanita yang sangat mandiri, rajin dan tepat waktu.


dan vero pun berusaha menerima hal itu, dan justru hal tersebut membuat Vero semakin gemas dengan tingkah Miranda yang semakin manja dan ngambekan semenjak hamil.

__ADS_1


Hoamm... Dimana ini? Tanya Miranda yang masih mengumpulkan kesadarannya.


Dirumah kita sayang... ayo turun!


Ah tidak..! Tolak Miranda membuat Vero bingung.


...Kenapa? kau tidak suka rumah****nya?




...


Tidak! aku tidak suka! pekik Miranda


Vero berfikir jika Miranda suka rumah seperti rumah eyang, padahal rumah ini juga lebih mewah dari rumah Miranda yang pernah dia datangi.


Sementara kita tinggal disini dulu okey, besok aku akan panggil arsitek, kau boleh membuat rumah seperti yang kamu inginkan sayang!


Hiks... bukan begitu! Miranda malah ingin menangis


Vero menuntun Miranda turun dari mobil, guna memperlihatkan isi dalamnya, siapa tau Miranda akan berubah pikiran.


Itu adalah perintah Rico, ayah Miranda.


Di luar sana ada banyak tangan Jahat yang ingin menyakiti anak semata wayangnya itu.


Bagaimana kau suka kan?


Aku tidak suka, rumahnya sangat besar, aku capek jalannya! Pekik Miranda dan itu berhasil membuat Vero tertawa terbahak-bahak.


Jadi! kau tidak ingin tinggal dirumah ini karna, rumahnya besar? begitu? Ucap Vero diselingi kekehan tawa Vero


Iya... jawab Miranda dengan manja


Kita tinggal dirumahku saja, aku rindu dengan bibi asih dan makanannya!


Ucap Miranda lagi dan membuat Vero sedikit berfikir sedangkan Miranda dia berdoa agar Vero setuju, bagaimana pun dia punya perusahaan dan belum diketahui siapapun.


Jika tinggal disini dia akan sulit untuk bergerak kemana pun.

__ADS_1


Baiklah sayang... ayo kita ke rumahmu, lagian jalan rumahmu dan kekantor lebih dekat, aku jadi gampang memantaumu!


Miranda tersenyum bahagia, Sikap baik selama seminggu dihadapan Vero tidak sia-sia.


Vero lebih gampang menuruti keinginannya.


Akhirnya mobil kembali menuju rumah Miranda setelah Vero memerintah Joni untuk datang mengemas pakaiannya melalui telepon.


Uh... akhirnya sampai juga! lega Miranda saat akan turun dari mobil


Hati hati sayang, ingat diperutmu itu ada anakku! Ucap Vero saat melihat antusias istrinya itu turun dari mobil dengan tergesa gesa.


Anakku!... pekik Miranda menatap tajam suaminya itu.


Sedangkan Vero hanya tersenyum dan berlari turun dari mobil, menuntun istrinya Yang kadang manja dan kadang juga pemarah.


Iya sayang... anak kita!


Cupp! Vero mencium bibir Miranda sekilas membuat Miranda terkejut.


Manis... Vero cengengesan melihat wajah Mira yang merah padam, entah marah atau malu.


Bibi asih, yang merupakan kepala pelayan mempersilahkan pengantin baru itu masuk.


Vero dan Miranda berjalan naik kelantai dua, saat membuka pintu alangkah terkejutnya mereka melihat pemandangan kamar tidur Miranda.


..."Ini hadiah dari kami tuan nyonya, semoga kalian suka" ucap para pelayan setia Miranda sambil cekikikan dan berlari meninggalkan majikan mereka....


Kini kamar Miranda dipenuhi kelopak bunga mawar yang bertaburan di atas ranjang serta lilin aroma terapi yang begitu wangi hingga siapapun yang menciumnya di buat rileks.


Bisa juga tuh pelayan... Gumam Vero sedangkan Miranda sangat kesal.


Sayanggg... nada manja Vero sambil memeluk tubuh Miranda dari belakang, pundak Miranda menopang dagu Vero yang kini wajahnya sudah tenggelam di Curut leher jenjang sang istri.


menghirup aroma wangi khas dari sang istri yang begitu memabukkan.


"Vero berhenti, ih geli tau" pekik Miranda sambil berusaha melepaskan diri tapi tangan Vero semakin memeluk erat sang istri.


"Sayang Dede ingin"


"What!!!? Apa maksudnya Dede" pikir Miranda

__ADS_1


Vero membalikkan tubuh sang istri, Miranda terkejut kala bibir mereka sudah saling bersentuhan, Vero ******* bibir ranumnya, Miranda memberontak tapi percuma tenaga suaminya itu sangatlah besar.


"Ahhh..." lenguh Miranda lolos kala Vero mengecup dengan kuat lehernya.


__ADS_2