Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 25 Harus di turuti


__ADS_3

Makan malam telah usai, Sepasang pasutri itu kembali kedalam kamar mereka, sekarang sudah pukul 1 malam, Vero memangku iPad nya dan mengerjakan pekerjaan yang tertunda, harusnya dia mengerjakannya tadi, tapi karna ada pekerjaan yang bisa bikin enak, kenapa tidak!


Sayang tidurlah, kamu harus banyak istirahat.


Vero meletakkan iPad nya dan beralih menopang kepalanya dengan tangan sambil menatap istrinya itu yang sibuk dengan ponselnya.


Pilih mana kamu tidur atau mau aku tiduri !!! Ancam Vero membuat Miranda mengumpat dalam hatinya


Dasar suami mesum! pekik Miranda membuat Vero terkekeh


Tapi suka kan? Sshhh ah... Kamu mendesah di bawahku seperti itu! sungguh Vero semakin membuat Miranda kesal


Veroo! Pekik Miranda sedikit berteriak dengan mata yang melotot


Iya sayang.. iya maaf! makasih yah... sudah memberikan hakku! aku mencintaimu...


Cupp Vero mengecup pipi Miranda yang enggan membalas ucapan Vero.


Ayo tidur, kamu harus banyak istirahat biar bayi kita sehat di dalam! Besok sepulang kantor aku akan menjemputmu...!


Ucap Vero kini sudah memeluk Miranda yang tidur terlentang, hingga wajahnya tepat di depan sebuah gunung kembar.


Kemana? tanya Miranda bingung


Kita pergi beli kebutuhanmu, kata dokter kamu harus minum dan makan makanan yang bernutrisi, dari yang kubaca di internet, wanita hamil harus minum susu minimal 2 kali sehari.


Sungguh Miranda terharu mendengar kepedulian Vero padanya!


Tidak usah menjemputku dirumah, besok kan kita kekantor? pulangnya bisa sekalian...


TIDAK!!! Mulai besok kau tidak boleh bekerja dikantor lagi, cukup dirumah dan istirahat, okey!


ucap Vero dengan nada posesif, membuat Miranda merenggut kesal karna dilarang.


Pokoknya kalau kau melarang ku bekerja, aku akan mogok makan, titik! ucap Miranda kini sudah duduk bersandar sambil tangan bersilah didepan dada.


Sial.. dia sudah mengeluarkan jurusnya! umpat Vero karna mommy mertuanya pernah bilang kepadanya, jika keinginan Miranda tidak terpenuhi, dia akan mogok makan, dan itu sangat ampuh, terbukti dia pernah masuk rumah sakit karna daddynya melarang dia untuk ikut camping di alam terbuka.


Tapi apakah Miranda rela, itukan berbahaya bagi baby nya!


Kau ingin mogok makan!? terus baby kita? kau tidak kasian.. iya?

__ADS_1


Ucapan Vero membuat Miranda bungkam, dan Vero yang melihat itu sangat senang, dia akhirnya punya penawar untuk melunakkan sang Miranda ercel.


Sesungguhnya Miranda adalah sosok wanita yang sangat keras, dia mandiri dan sangat cerdas tapi dia akan lunak pada orang yang tepat, seperti pada mommy dan Daddy nya, dia akan bermanja jika bertemu, dan sepertinya Vero adalah sosok baru yang bisa menjinakkan Miranda.


Kau tidak bisa melarang ku, aku bekerja diperusahaan mu bukan karna ingin tapi atas perintah dari kampusku, jadi kau tidak punya hak, sekalipun perusahaan itu milikmu!


Kau ingin aku di cap sebagai mahasiswa tidak bertanggung jawab, begitu? Aku istrimu loh, kau tega padaku...


SKAKMAT!


Ucapan Miranda membungkam vero, Miranda punya 1000 alasan jitu.


Aku tidak melarangmu sayang, hanya saja saat ini keadaannya berbeda, kau sedang hamil, tidak boleh terlalu lelah, apalagi Minggu lalu kau baru saja pendarahan! Ucap Vero lemah lembut sambil mengusap perut Miranda berharap Miranda akan lunak


Kamu kan bos disana, bisa kan memberikan perintah, tidak memberiku banyak pekerjaan!


Benar juga... pikir Vero


Tapi jangan berlebihan, ingat ya.. aku belum ingin hubungan kita di ketahui semua orang.


Iya sayang... iya! tapi kau juga harus janji satu hal padaku!


Apa?


Iya iya... dasar suami posesif yang mesum!


Setelah perdebatan panjang, akhirnya mereka tertidur juga sambil saling berpelukan, saling mencari kehangatan di bawah selimut yang tebal itu.


Keesokan harinya, sepasang manusia itu masih saling mencari kehangatan padahal sudah hampir pukul setengah 7 pagi.


Vero pertama kali membuka matanya, dan tersenyum menatap wajah damai sang istri.


"Jika tau menikah se enak ini, dari dulu saja aku menikah" pikir Vero


Cupp... vero mengecup pipi gembul istrinya itu


"Sayang bangun katanya mau ngantor, nanti telat loh" Ucap Vero sambil mengelus pipi Miranda


Vero harus ekstra membangunkan istrinya itu, semenjak hamil dia menjadi tukang molor, bahkan saat makan, jika dia bilang Ngantuk, detik itu juga di bisa tertidur di meja makan.


Aneh bukan!?

__ADS_1


"Istriku sayangku cintaku, ayo bangun sayang"


Tangannya masih setia menguyel uyel pipi Miranda


"Jam berapa ini?" ucapnya enggan membuka mata


"Hampir setengah 7 sayang!"


"Appa? kenapa tidak membangunkan ku, kita telat nanti, ini kan hari pertamaku kerja lagi setelah seminggu cuti"


Miranda langsung saja bangun dari tidurnya tanpa memikirkan kandungannya.


Miranda... Pekik Vero marah membuat Miranda kaget dan kembali duduk di ranjang.


Sekali lagi aku lihat kamu bangun seperti itu, aku akan melarang mu bekerja dikantor, Kau ini hamil, Ingat anak kita... kalau kamu tiba tiba tersandung, bagaimana? Khawatir Vero membuat Miranda tersentak karna Vero membentaknya walaupun dia sadar, jika dirinya lah yang salah.


Iya maaf... sesal Miranda membuat Vero menghembuskan nafasnya dengan kasar


Lain kali jangan di ulang, aku tidak ingin kamu kenapa Napa sayang, sekarang mandilah lebih dulu, hati hati jangan sampai terpeleset...!


Ucap Vero sambil mengelus punggung Miranda, Vero tau jika Miranda sedikit syok mendengar bentakannya tadi.


Selesai mandi dan berpakaian, Vero dan Miranda langsung menuju kantor karna sudah sangat telat, yah walaupun Vero pemilik kantor tapi tetap saja Miranda sebagai pegawai ingin tepat waktu.


Sedangkan sarapannya sudah di dimasukkan kedalam kotak bekal yang disiapkan bibi asih,


Mereka memakannya saat perjalanan.


Miranda masih enggan berbicara dengan Vero, mungkin efek bentakan tadi, faktor kehamilan membuatnya sedikit sensitif.


"Kamu marah? tanya Vero


"Jangan marah sayang, nanti cantiknya hilang loh, aku seperti itu kan juga demi dirimu dan anakk kita!" lanjut vero


"Ya sudah... Aku salah, aku minta maaf, janji gak akan bentak kamu lagi"


Miranda lansung menatap Vero, walau dia salah, dia enggan mengakuinya dan memilih ngambek hingga membuat Vero membujuk nya. Sepertinya saat ini Miranda akan sering dibujuk!


"Baiklah aku maafkan" ucap Miranda seolah olah Vero adalah biang dari semua masalah.


Vero hanya menggeleng kan kepalanya, dia paham ini adalah efek kehamilan, dia sudah tau sifat asli Miranda setelah diceritakan oleh mommynya.

__ADS_1


Miranda akan minta maaf jika dia salah dan berani bertanggungjawab.


__ADS_2