Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 22 Kejahilan


__ADS_3

Setelah 3 hari menginap di rumah sakit, hari ini dokter sudah mempersilahkan Miranda pulang.


Miranda dan Vero akan langsung pulang kerumah eyang, Karna ini permintaan eyang sendiri.


Setelah mendengar besok orangtua Vero akan kembali ke Eropa dan begitupun orangtua Miranda akan kembali ke London.


Tentu saja karna urusan mendesak, jika tidak, mereka akan memilih tinggal berlama lama bersama anak dan menantunya, apalagi sekarang Miranda sedang mengandung cucu pertama mereka.


Semua setuju jika untuk sementara Miranda dan Vero tinggal dirumah eyang, Akan ada keluarga yang menjaga Miranda tidak seperti dirumah mereka yang hanya ada pembantu dan pengawal.


"Hati hati sayang" ucap Vero saat menuntun Miranda turun dari mobil


"Ish kau ini berlebihan sekali" protes Miranda


"Tapi kau suka kan" goda Vero yang sebenarnya Miranda suka jika Vero perhatian padanya.


Miranda mengulum senyumnya dan Vero dapat melihat hal itu.


Vero menuntun Miranda masuk kedalam rumah bernuansa klasik Jawa itu.


Miranda sangat terkagum kagum melihatnya.


Apalagi saat masuk kedalam kamar, Ranjang yang terbuat dari kayu jati dan di hiasi kelambu putih yang mengelilingi kasur tersebut.



Terdapat balkon kamar yang menghadap langsung sebuah hamparan pepohonan yang luas. Miranda sungguh kagum ditengah kota seperti ini ternyata terdapat tempat hunian yang sangat indah.


Tentu Miranda sangat suka, inilah impiannya memiliki rumah dengan halaman yang luas, memiliki pohon yang rindang, bunga yang bermekaran dan suara burung berkicauan.


Kau suka? Ucap Vero memeluk Miranda dari berlakang saat melihat Miranda terdiam tapi matanya menangkap suluruh isi kamar, seakan terpesona.


Saking antusias dan bahagianya, Miranda berbalik dan langsung memeluk Vero dengan gemas, tentu saja Vero menang banyak.


**Terimakasih karna sudah mengajakku kesini, aku senang, aku suka sekali rumah eyang.


Benarkah? kalau begitu beri aku hadiah**...


Miranda merenggangkan pelukannya, tapi ditahan oleh Vero, pinggangnya dililit oleh sebuah tangan kekar.


**Hadiah?

__ADS_1


Iya hadiah! beri aku ini**...


Ucap Vero sambil memonyongkan bibirnya dan Plakkkk....


Seketika itu juga Miranda menampar bibir Vero


"Dasar mesum" pekik Miranda melepaskan diri


"Biarin mesum, tapi kan sama istri sendiri"


Miranda memilih meninggalkan Vero, dia tertarik pada balkon kamar tersebut.


"Sayang coba bayangkan? Kita baru sekali melakukannya dan kau langsung hamil, bagaimana jika tiap hari pasti kau sudah hamil kembar"


Dan ucapannya itu langsung dibalas oleh tatapan mematikan dari Miranda.


"Bicara sekali lagi, aku pastikan kau akan menyesal"


Ancam Miranda dan itu membuat Vero sangat gemas ketika istrinya itu sedang merajuk.


"Huh... aku memang lelaki perkasa, baru 3 hari menikah sudah buat istri hamil"


Goda Vero dan Miranda langsung ingin memukul mulut Vero yang mesum itu.


Ucap Miranda berlari karna Vero menghindar.


Miranda terus mengejar Vero, mereka hanya mengelilingi sebuah kursi sofa yang cukup besar.


Kau tidak akan bisa menangkap ku sayang... tantang Vero semakin membuat Miranda kesal dan dia juga sudah sangat lelah.


Akhirnya Miranda memutuskan untuk menyerah dan duduk di sofa besar itu.


Matanya terpejam dengan tangan yang terus mengelus perutnya.


Vero pun sadar, ada yang tidak beres dengan keadaan istrinya itu.


Sayang... ada apa? khawatir Vero, saat ini dia sudah berlutut dihadapan Miranda.


Vero menyesal, dia lupa kalau Miranda baru saja pulang dari rumah sakit, bukannya menyuruhnya istirahat tapi dia malah terus membuat istrinya itu kesal walau niatnya hanya sekedar ingin menggoda saja.


Miranda...sayang! kau kenapa, apa ada yang sakit...

__ADS_1


Tak kunjung mendapatkan respon akhirnya Vero berniat membopong Miranda dan membawanya kerumah sakit lagi.


Saat sudah digendongan Vero, Miranda membuka matanya...


Vero tatap aku...


Dengan panik Vero menatap Miranda dan Pletakkk...!


Miranda menyentil kening Vero, dia langsung turun dan tertawa terbahak-bahak.


Vero sadar, dia sudah dikerjain oleh istrinya itu.


Dia duduk lemas karna tenaganya habis karna saking paniknya.


Sedangkan Miranda tertawa puas.


Kau berani yah, mengerjai suamimu...


Ucap Vero berlari dan langsung menangkap Miranda, dan membawanya keatas ranjang...


Rasakan ini...!


Vero langsung menggelitik pinggang Miranda dan tentu saja dia sangat kegelian.


Ampun Vero ampun... teriak Miranda memohon, air matanya sudah keluar saking gelinya.


Dan setelah puas akhirnya Vero berhenti juga.


bahkan nafas keduanya sudah tak beraturan.


Miranda berada di bawah lingkungan Vero, sebuah tangan mengelus pipinya, menelusup kan rambut yang berantangan kebelakang telinga miranda.


Kau sangat cantik tanpa makeup, aku mencintaimu... CUP!


Vero mengecup bibir ranum Miranda, yang awalnya menolak kini sudah terbawa suasana.


dan yang awalnya hanya sebuah kecupan, kini menjadi sebuah lumayan.


saling membelit lidah, mencari pasokan oksigen tanpa harus melepas bibir mereka.


"Manis" Ucap Vero setelah melepas penyatuan bibir mereka dan Miranda jangan ditanya, wajahnya sudah merah seperti tomat.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah, biar makin semangat ngetiknya.. salam dari author ๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2