Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 7 Romantis


__ADS_3

Akhirnya Miranda menyuapkan Vero sandwich yang dibuat oleh pelayan nya tadi. Ada rasa sedikit canggung tentunya apalagi Vero seringkali mengeluarkan kata kata yang menurutnya sangat romantis.


..."Vero turunkan aku di persimpangan depan sana, biar aku jalan kaki saja masuk ke kantor" ucap Miranda saat sudah dekat dengan perusahaan...


..."Gak papa sayang, tak ada orang yang akan curiga, aku akan langsung masukkan mobilku di dalam basemant" Ucap Vero yang mengerti jika Miranda ingin menyembunyikan status mereka....


Mobil pun masuk kedalam basemant dan berhenti tepat di depan lift khusus milik Vero.


Tak ada satupun yang melihat dan curiga tentunya.


setelah berhasil mengecup kening Miranda Vero masuk kedalam lift khusus sedangkan Miranda masuk lewat pintu belakang yang sudah di arahkan Vero, tembus area kantin yang tentunya masih sepi.


Jam kantor sudah dimulai, Miranda duduk disamping Aldo, Aldo adalah teman kuliahnya yang juga ikut magang bersamanya hanya saja jurusannya berbeda.


Di saat Miranda ingin melakukan fotocopy seorang wanita yang berlagak seakan dirinya senior datang menghampirinya.


..."Baru masuk kerja sudah berani izin ck" Umpat Tara seorang pegawai yang berlagak sok cantik dan berkuasa disana....


Sedangkan Miranda hanya tersenyum menanggapinya tanpa ingin membuat keributan.


..."Heh apa kau tidak mendengarku? apa kau tuli? dasar bocah ingusan, ingat yah... disini kau harus patuh padaku jangan sok cantik, jangan sok cari perhatian cowok cowok disini" ucap Tara dengan sinisnya dan berlalu pergi meninggalkan Miranda...


..."Ck dasar nenek lampir" umpat Miranda...


Drrrttttt.... Getaran ponsel Miranda


..."Sayang datanglah keruangan ku, kita makan siang bersama" pesan Vero disertai emoticon cium...


..."Baiklah" ucap Miranda dengan singkatnya lalu memasukkan ponselnya disaku blezer nya....


***


Miranda mengetuk ruangan Vero setelah menunggu lama di balik dinding, karna ingin memastikan sekertaris Vero sudah pergi untuk makan siang juga.


Sebuah suara berat dan sangat seksi bagi pendengarnya menghantarkan Miranda masuk kedalam ruangan.


Vero mendongak dan langsung tersenyum melihat siapa yang berdiri di hadapannya.


Sungguh saat ini rasanya Miranda ingin pingsan..

__ADS_1


..."Seindah itukah senyumnya.. oh Astagah manis sekali" umpat Miranda dalam hatinya...


Jujur saja setelah Vero mengantarnya pulang semalam, dia berfikir keras di dalam kamarnya.


Dia marah setelah dia tahu ternyata yang melecehkannya adalah orang yang akan menjadi bosnya.


Tapi hatinya pun tersentuh mendengar cerita bahwa Vero selama ini mencarinya dan ingin bertanggung jawab atas dirinya.


Miranda pun berusaha menerima Vero, dia ingin berusaha mengenalnya lebih dalam.


Tak bisa iya pungkiri, setelah kejadian malam itu dia begitu terpuruk dan tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang ia minta tolongi akan memanfaatkan situasi atas ketidakberdayaannya.


..."Sayang kau sudah datang, ayo kemarilah"...


Saat Miranda sudah berdiri disampingnya, Vero menarik pinggang Miranda untuk duduk dipangkuan ya. Miranda sedikit terkejut dengan posisi yang sangat intim menurutnya.


..."Tu.. tuan jangan be begini, ini kantor tuan" Ucap Miranda sangat gugup, apa lagi dia dapat merasakan hembusan nafas Vero yang menerpa lehernya....


Cupp! tanpa di duga Vero mengecup bibir ranum Miranda hingga membuatnya begitu terkejut.


..."Itu adalah hukuman atas kesalahanmu, jangan panggil aku tuan, ini bukan jam kantor sayang" Ucap Vero lembut dan diangguki Miranda karna dia masih Syok....


Miranda begitu malu dan langsung saja melompat untuk turun dari pangkuan Vero.


..."Ck dengar baik baik Jon, karna aku sudah punya kekasih jadi kalau mau masuk kesini kau harus mengetuk pintu dulu biarpun itu jam makan siang seperti sekarang, mengerti!!!" Bentak Vero...


..."Dasar,,, baru punya pacar sehari aja udah bucin begini" umpat Joni sambil menaruh kresek di meja sofa...


Vero pun mengajak Miranda untuk makan bersama.


...Kau mau apa? tanya Vero saat melihat Joni akan membuka kotak makanan...


..."Yah makanlah masa mau main bola" ...


..."Siapa suruh makan disini, sana diluar atau kau ingin jadi nyamuk melihat keromantisan kita" ...


Ucap Vero yang tanpa aba aba langsung mengecup bibir miranda dan membuat Joni melotot melihat pemandangan yang mengotori matanya tersebut.


sedangkan Miranda menutup matanya dan bersembunyi di belakang bahu Vero karna malu.

__ADS_1


Dengan kesal Joni keluar dari ruangan tersebut sambil membawa makanan serta minuman bagiannya.


***


Setelah makan siang dengan berbagai tingkah dan kelakuan Vero yang membuat Miranda pusing setengah mati, bagaimana tidak Vero begitu manja bersamanya, dia mau di suap pakai tangan bahkan bibirnya jadi bual bualan kenakalan Vero.


Miranda ingin sekali marah tapi ia takut jika sampai Vero marah dan akan melakukan hal seperti saat malam itu.


Jam kantor telah usai Miranda pulang menggunakan mobilnya sendiri dan di ikuti oleh Vero dan Joni dibelakangnya tanpa iya sadari.


..."Bagaimana Jon, kau sudah temukan latar belakang Miranda?" ucap Vero sambil melihat arah depan mengikuti mobil Miranda....


..."Entahlah... tapi ada yang aneh, kau tau? aku tak bisa menemukan identitas orangtua Miranda, dan Yah tempat dia sekolah pun tak ada, yang terlihat hanya tempat dia kuliah, bahkan rumah mewah yang ditempatinya pun atas nama dia" Ucap Joni membuat Vero semakin penasaran....


..."Mungkinkah Miranda anak yatim piatu? hingga bisa membeli rumah mewah dari hasil kerja kerasnya?" Pikir Vero dan membuat Joni terbahak bahak ...


..."Wkwkwk jangan ngaco kau, dia masih kuliah, pengalaman seperti apa yang dia punya hingga bisa punya uang banyak, Jual diri??? "Ucap Joni tanpa sadar ...


Vero yang mendengar hal tersebut sangat sakit hati, pujaan hatinya di anggap seperti seorang pelacur yang menjual dirinya, dengan tangan yang mengepal dia menarik kerah baju Joni


..."Hentikan mobilnya" perintah Vero...


Joni yang sadar akan ucapannya segera memberhentikan mobilnya dan meminta maaf.


Vero turun, menarik Joni keluar dari mobil dan


Bugg... Bugg... Buggg!!!


Joni di hajar dengan cepat tanpa bisa membalas Vero.


"Berani sekali kau mengatai gadisku, apa kau ingin mati hah? ucap Vero menggebu-gebu


Tangannya mengepal dengan kuat hingga memperlihatkan urat urat yang ada di tangannya, matanya sangat merah menandakan dia sangat marah.


"Vero maafkan aku, aku tak bermaksud, aku hanya bercanda tadi.. kau tau aku kan? aku hanya bercanda serius..." Ucap Joni menahan sakit di perut dan pipinya yg sudah lebam.


Vero pun pergi tanpa ingin mendengar penjelasannya dan meninggalkan Joni sendirian di pinggir jalan.


..."Arghhtt... aku kan cuma bercanda tadi, lagian nih mulut main asal ceplas ceplos aja uh... ucap Joni menggerutu sambil menelfon seseorang untuk menjemputnya...

__ADS_1


Sedangkan Vero menjalankan mobilnya ke arah kediaman Miranda.


__ADS_2