Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 4 Biar ku ingatkan


__ADS_3

Dahinya berkerut, mencoba mengingat wanita tersebut, rasanya dia pernah melihat wanita itu tapi di mana.


dan seketika ingatannya kembali mengingat kejadian panas di malam itu.


Hatinya berdebar, rasanya ingin bersorak, dia ingat betul, dia adalah wanita di malam itu, wanita yang bercumbu dengannya, wanita yang telah di berikan bibit unggul.


Sungguh saat ini dia benar benar ingin bersorak tapi dia juga harus menjaga wibawa nya sebagai boss di depan karyawan barunya.


***


Saat ini ketiga karyawan baru itu sudah berada didalam ruangan Vero.


..."Tuan perkenalkan dia adalah sekertaris baru anda namanya Monica, dia lulusan dari universitas di Amerika, dia adalah kandidat satu satunya yang terpilih dan lolos seleksi" Ucap Joni panjang lebar tapi Vero sama sekali tak peduli dan hanya berdehem saja....


..."Dan yang dua ini adalah mahasiswa magang, mereka adalah mahasiswa terbaik tahun ini dan akan di posisikan di bagian management keuangan" Lanjut Joni, lagi lagi Vero tak peduli...


..."Kalian semua keluar dan kerjakan pekerjaan kalian kecuali kau,,, " Ucapnya menujuk Miranda...


Bingung, itulah yang dirasakan Miranda begitupula yang lainnya.


..."Ada yang ganjal di biodatamu" ucap Vero berpura pura membaca map di depannya...


***

__ADS_1


*Miranda berdiri sendiri di hadapan Vero, tubuhnya begitu ideal walau tak begitu tinggi tapi membuat pria nyaman memeluknya, matanya yang coklat begitu indah, kulit putih dan bersih.


Rok span pendek dibalut kemeja kotak kotak dan papan nama menggantung indah dilehernya, menandakan dia adalah pekerja di perusahaan VM company.


Rambutnya di ikat tinggi, membuat siapapun ingin mengecup leher yang begitu menggoda iman*.


..."Tuan apa ada yang salah dalam data diriku" Ucap mairah yang sebenarnya sangat gugup...


Klik!


Vero menekan tombol di mejanya, pintu ruang langsung terkunci dan kedap suara.


Vero berdiri, berjalan dan berhenti tepat dihadapan Miranda, mengikis jarak di antara mereka membuat Miranda sedikit risih.


..."Maaf tuan, mungkin anda salah orang" Ucap Miranda memundurkan langkahnya dan Vero semakin memajukan langkahnya....


..."Aku tak salah orang Beby,,, Apa aku perlu mengingatkanmu kejadian malam itu,,, Malam di mana kau mendesah di bawahku Minggu lalu"...


Bagai dihantam tsunami, Miranda memundurkan langkahnya, dengan kaki yang lemas dan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya,


dia memijit pelipisnya, kejadian dia terbangun di kamar hotel dengan keadaan tanpa busana kembali terngiang di otaknya, setelah satu Minggu dia berusaha untuk bangkit dan melupakan kejadian tersebut walau nyatanya tak mudah baginya.


Apakah ini pria yang sudah merenggut kehormatannya? pikir Miranda

__ADS_1


..."Hiks..." tangisan Miranda pecah, dia menggeleng lemah dan akhirnya jatuh terduduk karna lemas....


Vero berusaha menggapainya tapi Miranda menepisnya dengan lemah.


..."Jangan khawatir, aku selama ini mencarimu, aku ingin bertanggung jawab tapi kau kabur dari hotel waktu itu, aku sungguh! percayalah padaku" Ucap Vero berusaha untuk menjinakkan wanita di hadapannya ini...


..."Tidak,,, aku tak perlu pertanggung jawabanmu, aku akan pergi, aku tak mau bekerja disini" ucap Miranda menggebu gebu ingin bangkit dan pergi dari tempat ini...


Duaarr!!! bagai disambar petir, Vero sangat terkejut, pasalanya ini diluar ekspektasi nya.


Dengan cepat dia meraih tangan Miranda dan mencengkram nya dengan erat.


Matanya keduanya memerah saling tatap seolah ingin membunuh.


..."Kau milikku, takkan kubiarkan kau pergi dariku, kau harus menikah denganku karna aku yakin bibit yang kutanam sudah mulai tumbuh dirahim mu" tegas Vero marah setelah mendapatkan penolakan Miranda...


"Ck... kau berharap aku hamil, tidak akan! karna aku sudah meminum pil penunda kehamilan" Ucap Miranda tak kalah sengit membuat Vero membulatkan matanya.


"Oh begitu yah, baiklah tak apa, ada banyak cara membuat mu bisa hamil" Desah Vero tepat di telinga Miranda membuat bulu kuduk Miranda merinding.


Tanpa direncana dan di duga Vero secepat kilat, menempelkan bibirnya di bibir Miranda, membuat Mira terkejut setengah mati.


Cup... hmmmtt lepaskan!!! dan PLAK!!

__ADS_1


sebuah tamparan mengenai wajah vero


__ADS_2