Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 24 Rasa nano nano


__ADS_3

"Ve..ro apa yang... kau lakukan!?" Desah Miranda kala Vero meremas dan menghisap sesuatu dengan kuat di dadanya.


Miranda terkejut karna baru tersadar pakaiannya sudah terlepas yang tersisa hanya dalaman di bawah saja.


Vero kembali beralih ke bibir istrinya yang sangat membuatnya candu, dengan tangannya yang masih meremas dengan lembut dan sesekali memelintir buah lengkeng tersebut. Hingga membuat Miranda semakin terbang.


Entah kapan Vero membuka bajunya, kini dia hanya menggunakan celana boxernya yang ketat saja, Menonjol kan sesuatu yang begitu keras.


"Veroo apa yang kau la ku kan... berhenti" Pekik Miranda saat melihat Vero menarik segitiga emasnya.


"Kau diam saja Beby... biar aku yang bekerja"


Kini Vero sudah berhadapan dengan lapis legit yang begitu menggiurkan, sontak Miranda langsung menutup kedua pah*nya dan terbangun, berusaha mengumpulkan kewarasannya.


"Jangan... aku belum siap Vero, aku kan sudah bilang huh" Ucap Miranda berusaha mengatur nafasnya.


"Sayang ayolah... kau ingin berdosa dengan menolak suamimu Hem"


Kini Vero sudah mengeluarkan jurus ampuhnya.


Vero juga ikut bersandar, dimana Miranda sudah menutup tubuhnya dengan selimut.


"Sayang coba rasakan, dia sudah siap, apa kau tega denganku"


Mata Miranda melotot kala Vero menuntun tangannya untuk menyentuh benda keramatnya.


Miranda meneguk ludahnya dengan kasar, dari luar saja nampak begitu besar dan sangat keras.


"Jadi kau memilih berdosa, iya?"


Miranda sejenak berfikir, dia ingat sebelum mommy nya kembali ke London, dia berpesan untuk tidak menyakiti dan melukai hati suaminya, bahkan sebagai istri dia harus menuruti semua perintah dan keinginan suami termasuk memberikan haknya.


Hak suami adalah kewajiban istri, dan jika istri tidak memenuhi hak suami maka istri akan mendapatkan dosa yang sangat besar.


Begitulah kira kira yang Miranda tangkap dari ucapan mommy nya.

__ADS_1


"**..tapi pelan... pelan" ucap Miranda gugup dan di angguki oleh Vero Dangan antusias.


"kenapa punyamu tetap sempit sayang, kayaknya aku kurang memasuki mu deh" Ocehan vero membuat Miranda mengumpat dalam hatinya.


"Vero aku uh"


Yahh terus panggil namaku honey... cupp!


"AhhHh..." lenguh Miranda merasa nikmat


"Sempit sekali Miranda" erang Vero menambah kecepatannya


"AhhHc!" Miranda berteriak kala Vero menambah kecepatannya, membuat Miranda terkejut, milik Vero menabrak dinding intinya.


"Oh...yeah honey, ahhh ahhh"


suara ******* bersahutan hingga terdengar sampai diluar kamar yang memang tidak kedap suara.


"AhhH.. ve rooo... aku uh" teriak Miranda


"Makasih sayang" ucap Vero mencabut benda keramatnya dan mengecup kening Miranda yang dipenuhi peluh kenikmatan.


Vero menarik tubuh Miranda dan merengkuhnya dengan erat sambil mengusap lembut punggung polos Miranda.


Menutup tubuh mereka dengan selimut dan akhirnya terlelap.


Sedangkan diluaran sana, para pelayan dan bodyguard yang berjaga setiap jam menggelilingi rumah tersebut, sudah panas dingin mendengar majikan mereka.


Semuanya memasang headset ditelinga mereka.


Pukul 11 malam...


Miranda terbangun karna merasa sesak, bagaimana tidak Vero memeluknya seperti guling.


"Ssst..." desis Miranda membuat Vero juga ikut terbangun.

__ADS_1


Dia menatap jam di dinding, lalu beralih menatap Miranda.


"Ada apa sayang....!?" Tanya Vero setelah mendapat gurah aneh dari wajah istrinya itu.


"Ssst... perutku" Pekik Miranda membuat Vero panik setengah mati.


Dia baru ingat jika Miranda sedang hamil, dan dia dengan tidak bersalahnya malah memaksa Miranda melayaninya, walau hanya sekali tapi dia ingat, jika melakukannya dengan sedikit kasar.


"Sayang... maafkan aku, perutmu sakit? Aku akan panggil dokter, atau kita kerumah sakit saja ayooo..." panik Vero langsung berdiri tanpa menyadari dia tak memakai sehelai benangpun membuat Miranda berteriak.


"Arghhh.... Ularrrr" teriak Miranda menutup matanya


"Ular... mana ularnya sayang? "


vero pun menyadari dirinya, Benda keramatnya dikatakan ular oleh istrinya sendiri, diapun memungut celana boxernya dan memakainya.


"Sayang buka matamu, ularnya sudah ku kurung" Ucap Vero saat sudah duduk didekat Miranda.


Jujur dia masih sangat cemas dengan keadaan istrinya itu dan Miranda tau itu.


"Aku lapar... bukan sakit perut" membuat Vero bernafas lega


Maafkan aku sayang... kamu jadi melewatkan makan malam mu,,,


Nak maafkan papa juga yah, kamu pasti lapar yah! ucap Vero berbicara pada perut miranda


Aaaa.... teriak Miranda karna Vero membopong tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun, masuk kedalam kamar mandi.


Jujur saja, mandi berdua membuat adik kecil Vero memberontak, tapi apakah dia tega membuat anak dan istrinya kelaparan, tentu saja tidak.


Setelah berpakaian, Vero dan Miranda turun kebawah dan melihat 2 orang pelayan duduk di dapur, guna berjaga jaga Karna tuan dan nyonya belum makan malam.


Setelah dipanaskan, Miranda dan Vero sangat lahap memakan makanannya.


tentu saja karna tenaga mereka sudah terkuras habis.

__ADS_1


"Makan yang banyak sayang, biar anak kita sehat" dan di angguki Miranda


__ADS_2