Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 30 Hukuman


__ADS_3

Hampir jam 8, sudah dipastikan mereka telat masuk kantor hari ini.


Miranda yang mengulur waktu tapi Vero yang kena imbasnya, Vero diam saja tak ingin berdebat dengan istrinya itu.


jelas jelas Miranda yang mengulur waktu, dia tak mau beranjak dari tubuh Vero.


Benar kata orang, perempuan tak pernah mau di salahkan! huft.


untung cantik, untung istri...


Vero terus meyakinkan dirinya, agar tidak melukai perasaan Miranda dengan cara membentaknya.


..."Bagaimana ini Vero, kita telat kekantor" ucapnya saat sampai di area parkiran khusus...


"Bagaimana apa sayang? tak perlu risau, kau tidak akan di marahi atau di pecat, kamu lupa pemilik perusahaan ini siapa?"


Miranda berfikir sejenak dan akhirnya bernafas lega.


"Heheh aku lupa, kamu bossnya" Miranda terkekeh baru ingat, ternyata perusahaan ini milik suaminya.


"Nah sekarang masuklah... ingat yah, jangan capek capek, Jalan juga harus hati hati, jangan sampai terjatuh" tekan Vero di angguki Miranda


Vero mengecup kening Miranda dan juga calon bayinya.


tiba tiba Miranda mengangkat tangannya di depan Vero, membuat Vero bingung.


Dia membuka dompetnya dan menyerahkan sebuah kartu kredit no limit membuat Miranda sangat kesal.


Dia melempar kartu itu dan meraih tangan Vero dan menciumnya, seketika Vero terkesiap tak percaya dengan apa yang dilakukan Miranda.


"Seperti yang mommy lakukan pada daddy" ujarnya tersenyum


"Ya sudah aku masuk dulu suamiku"


lagi lagi Miranda membuat Vero terdiam tak percaya.


"Apa tadi? suamiku? dia memanggilku suami" Vero terpekik karna tak percaya dengan apa yang istrinya lakukan dan ucapkan barusan.


Sungguh hati Vero berdesir hebat, bagai ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan.


Hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagianya, Dia sangat bersemangat untuk bekerja, senyum tak luntur dari wajahnya sampai masuk kedalam ruangannya sendiri.


Beberapa karyawan yang melihat itu, ikut terpesona, tapi mereka harus menelan pil pahit, jika bossnya itu milik Monica sekertaris nya sendiri.


Apalagi semenjak gosip terus beredar, mengatakan Monica pernah keluar dari ruangan Vero dengan keadaan acak acakan.


membuat berbagai spekulasi muncul.


Jika Monica dan Vero sampai melakukan hal tak senonoh di kantor.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Miranda tersenyum sepanjang jalan koridor kantor, sambil mendengar protes beberapa karyawan yang mengatakan ada peraturan baru.


Bahwa mulai hari ini para pekerja dikantor ini dilarang menggunakan parfum atau pewangi apapun itu.


Miranda sangat berterimakasih kasih pada suaminya, dia akhirnya bisa melepas masker di wajahnya dan menampakkan senyum di wajahnya.


"Suamiku memang best lah" gumam Miranda sambil tersenyum tapi senyum itu hilang kala...


"Berani yah karyawan baru datang terlambat, kamu pikir ini kantor punya nenek moyang kamu apa?"


Teriak Tara memarahi Miranda yang baru masuk kedalam ruangan, dan di dengar oleh semua orang di ruangan itu.


"Maaf Bu, saya ada masalah sedikit" alasan Miranda


"Maaf kamu bilang? kita semua disini capek bekerja dan kamu tinggal nikmati hasilnya saja... oh gak bisaa" Tara begitu cerewet dia berkata sambil memainkan rambutnya dengan centil.


"Maaf Bu" ucap Miranda sekali lagi


"**Sebagai hukuman kamu harus mengerjakan pekerjaan kita semua hari ini, karna kami haus dan lapar ingin ke kantin dulu...."


"Tapi Bu**..." sanggah Miranda


"**Kalau kamu gak mau, saya akan pecat kamu sekarang juga, dan mengirimkan nilai 0 ke kampus kamu, mau?"


"Eh nggak Bu... saya akan kerjakan!"


Semua karyawan mengikuti Tara, yang memang manager di bagian management keuangan ini. terkecuali Aldo


"Gak usah sedih, ayo kita kerjakan, akan ku bantu" ucap Aldo tersenyum ramah


Miranda ikut tersenyum dan berterima kasih pada Aldo yang mau membantunya.


"Ini gak gratis loh" ujar Aldo


"Jadi kamu gak ikhlas" ucap Miranda sinis


"Gak ada yang gratis di dunia ini nona, akan ku tagih traktiran nya" ucap Aldo mulai membuka berkas berkas yang menumpuk


"Traktiran? itu mah gampang, skuy lah.." ucap Miranda yang entah belajar dari mana bahasa itu, hingga membuat Aldo tertawa lepas.


"Eh... kamu pakai parfum yah? kamu gak tau, ada notif semalam masuk kedalam grup perusahaan, mereka bilang mulai hari ini kita di larang pakai parfum"


"Benarkah? maaf aku gak baca" ucap Miranda pura pura terkejut.


Aldo berusaha keras membatu Miranda mengerjakan hukumannya, setidaknya sebelum Tara dan yang lainnya kembali, dia sudah membantu Miranda banyak.


Miranda mengamati berkas di depannya, ada yang janggal dalam angka angka di depannya.

__ADS_1


dalam sekali lihat pun, dia sudah tau jika ada yang salah disini.


Selisih angkanya tidak banyak tapi ada banyak berkas yang seperti itu dan jika di gabungkan, mungkin kerugian perusahaan mencapai ratusan juta rupiah.


Miranda dan Aldo saling tatap.


"Apa kau juga berfikir yang sama denganku?" tanya Aldo dan di angguki Miranda.


Dan akhirnya mereka sepakat menyelidiki ini tanpa melibatkan harus siapapun.


"Ck... siapa orang yang sudah berani korupsi diperusahaan suamiku" pikir Miranda


Tiba tiba telfonnya berbunyi, terlihat nama suamiku tercinta.


"Aishh kapan dia merubahnya" pikir Miranda lalu mengangkat telfon suaminya


dia beranjak sedikit jauh dari Aldo


"Halo istriku, gimana kamu gak mual lagi kan?"


"Iya terimakasih, ini semua berkatmu" ujar Miranda tersenyum membuat hati Vero klepek-klepek


Ayo dong... panggil aku, suamiku lagi? ujar Vero menggoda Miranda


seketika Miranda tersipu malu, tadi pagi dengan berani, dia memanggil Vero dengan kata suamiku. sangat romantis bukan?


"Apaan sih? ini kantor, nanti ketahuan gimana" alasan Miranda


"Iya sayang aku ngerti kok, kamu banyak kerjaan gak?" tanya Vero


Miranda sebenarnya ingin menceritakan perlakuan Tara padanya tapi saat menemukan fakta jika ada yang korupsi, dia mengurungkan niatnya, karna ingin mencari bukti.


"Kenapa diam sayang?"


"Ehh nggak kok... aku lagi ada tugas dari ibu Tara, sudah dulu yah"


"Tapi ingat jangan sampai kelelahan okey, aku tunggu diruangan saat jam makan siang"


"Iya.. bye" balas Miranda dan mematikan ponselnya.


Sedangkan Aldo dari tadi terus memperhatikan Miranda, yang dilihat gaya bicaranya sangat bahagia menerima telfon itu.


"Apa Miranda sudah punya pacar?" pikir Aldo merasa sedih


Ya Aldo menyukai Miranda sejak pertama kali bertemu di kantor ini, dia tak menyangka akan dipasangkan oleh Miranda, sang anak baru dikampus mereka, yang membuat heboh karna kecantikan nya.


Sedangkan Aldo sendiri adalah pria tampan yang selalu menjadi pujaan para wanita wanita di kampus.


Wajahnya yang tampan, cerdas dan pandai dalam organisasi membuat semua wanita disana berlomba-lomba mendapatkan perhatian Aldo.

__ADS_1


Wataknya yang cool tak berlaku pada Miranda, dia berusaha bersikap menjadi pria yang ramah, berharap Miranda akan meliriknya dan menaruh perhatian padanya.


__ADS_2