Suamiku Boss Arogant

Suamiku Boss Arogant
Eps. 38 Gempar


__ADS_3

3 hari Miranda bedrest di rumah di temani sang suami, Vero terpaksa meninggalkan pekerjaannya sepenting apapun demi menemani istri tercinta, dia tidak ingin hal seperti kemarin terulang kembali, Miranda mual sampai lemas.


Tanpa mereka sadari, 3 hari ini perusahaan seketika menjadi heboh.


Berita pernikahan Vero Morelli kini tersebar luas bahkan sampai ke anak cabang perusahaan.


Para karyawan terus saja menduga duga, siapa gerangan wanita yang sudah menjadi istri pengusaha muda nan terkenal itu.


Berbagai spekulasi muncul, Apalagi 2 hari Vero tidak masuk kantor setelah 3 karyawan mendengar Vero panik saat menelfon.


"Telah terjadi sesuatu pasti dengan istrinya"


"Iya betul, waktu itu aku lihat sendiri pak Vero sangat panik"


"Aku penasaran deh, siapa yah kira kira yang menjadi istri pak Vero"


"Yang pasti dia bukan dari kalangan biasa"


"Huh... Patah hati nih gue, pangeran gue ternyata udah married"


"ishh biarpun belum menikah, mana mau pak Vero sama kamu"


"Hahaha Hahahah"


"Eit... berarti Monica? sekertaris itu cuman gosip ye kan"


"Entahlah"


"Ya pasti gosiplah..."

__ADS_1


"Atau pak Vero selingkuh"


"husss jangan gosip sembarangan, bisa mati kamu"


"Mungkin kitanya aja yang salah paham"


"iya.. tapi kan waktu itu"


"Atau Monica itu coba menggoda pak Vero"


"Bisa jadi"


"Ish kalau bener dia goda pak Vero, itu artinya dia bukan wanita baik baik"


" He ehh dasar pelakorr"


"Dia sengaja tuh, secara kekayaan pak Vero gak bakal abis 7 kali turunan"


"Iya dia itu kecentilan, lihat aja kalau dia berpakaian, seperti wanita mau club' malam"


"Kekurangan bahan"


Begitulah kira kira gosip selama 2 hari Vero tidak masuk ke kantor.


Seketika gosip berbalik menampar Monica, dia bahkan sampai malu menampakkan wajahnya.


Setelah berbagai macam gosip dia sebar mengenai hubungan gelap antara boss dan sekertaris, kini pupus dan berbalik menyerangnya.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Disisi lain Vero dan Miranda kini sedang bercengkrama bersama kedua orang tua mereka, yang baru saja sampai 3 jam yang lalu. serta eyang yang baru saja sampai dan ikut bergabung dengan anak dan cucunya.


"Bagaimana keadaan cicitku di dalam perut mu nak?" Ujar eyang sembari mengelus perut Miranda yang masih rata


"Dia baik baik saja eyang" sambung Miranda


"Kamu harus banyak makan sayur dan buah sayang, agar nutrisi mereka terpenuhi, apa selama ini Vero mengurusmu dengan baik" ucap eyang sembari melirik cucunya itu yang juga tak hentinya mengelus perut Miranda.


"Eyang tenang saja, aku mengurus mereka lahir dan batin, aku sering memupuk anakku biar mereka tumbuh besar dengan cepat"


Perkataan Vero sontak membuat semua orang melotot tak percaya dengan omongan frontalnya, hingga membuat pipi Miranda merona malu dengan perkataan sang suami.


Mommy Erina dan mama lita langsung saja berdiri dan menjewer Vero.


"Aaa mom sakitt... aaa stopp mom, kalian kenapa, aku salah apa?" tanya Vero meringis kesakitan saat kedua telinganya di jewer


Sedangkan yang lainnya tertawa begitupun Miranda yang seperti sangat terhibur.


"Kamu bilang pupuk? kamu pikir anak mu itu tanaman apa" protes mommy Erin sang mama mertua


"Awas saja yah, jika cara mu mencangkul melukai cucuku, aku sendiri yang akan menghukum mu" lanjut mama lita, mama ya Vero


"Aaa iya mah, maafin Vero, tolong lepas, sakit mah" bujuk Vero akhirnya jeweran itu terlepas juga dari telinganya.


Semua orang tertawa melihat bagaimana tersiksanya Vero.


"Sayang... tega banget kamu gak tolongin suami sendiri" ucap Vero manja dan langsung menghambur kepelukan Miranda dengan posesif.


"Ih... apaan sih mas, malu tau di liat orang tua" kesal Miranda tapi justru membuat Vero senang, lagi lagi Miranda kembali memanggil nya dengan sebutan mas.

__ADS_1


"Sudah sudah... kalau mau manja2 nanti saja di kamar, sekarang ada hal penting yang ingin Daddy bicarakan" ucap Rico, Daddy Miranda.


Semua orang kini berbicara dengan sangat serius, nyatanya orang tua Miranda datang bukan hanya sekedar ingin menjenguk anak mereka tapi ada hal yang lebih penting dan mendesak.


__ADS_2