Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya

Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya
Tertuduh


__ADS_3

Leo hanya diam saja, saat ini yang ada di otaknya hanyalah nasib, Resti. Rasa amarah yang memuncak membuat Leo tidak bisa mentolerir kejadian tersebut. Ia terus saja menyalahkan, Renata.


"Jika terjadi hal buruk pada, Resti. Aku tidak akan memaafkanmu sama sekali! ingat dan camkan ucapanku ini!" bentak Leo pada Renata.


********


Esok harinya, belum juga ada kabar tentang Resti.


Hingga Leo memutuskan untuk segera ke rumah Dita," siapa tahu saat ini Resti ada di rumah Dita. Tapi menurut Renata, yang membawa Resti adalah dua orang memakai pakaian serba hitam. Jika memang Dita ingin ketemu dengan, Resti. Dia pasti akan datang ke rumah, nggak mungkin menculik anak sendiri."


Leo sengaja tidak mengajak Renata, karena ia masih marah padanya. Ia sengaja pergi sendirian ke rumah, Dita.


Seperginya Leo, Renata masih saja belum bisa melupakan kejadian kemarin di depan matanya, Resti di culik.


'Ya Allah, semoga saja saat ini kondisi Resti baik-baik saja. Aku juga tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi hal buruk pada, Resti. Bukan hanya dirimu, Mas Leo. Walaupun semua yang terjadi bukan karena keinginanku, tetapi karena suatu musibah," gumam Renata.


Sementara saat ini Leo sudah sampai di depan rumah, Dita. Dan kebetulan Dita sedang menyapu halaman rumah," Mas Leo, tumben pagi-pagi datang kemari?"


Di dalam hatinya, Dita merasa sangat senang dengan kedatangan Leo.


"Dita, apakah kamu membawa Resti kemari?" tanya Leo menatap tajam ke arah, Dita.


"Mas, kok kamu bertanya seperti itu? jika aku ingin bertemu si kembar pasti aku datang ke rumahmu. Dan mana mungkin juga aku hanya membawa Resti, kan ada Rasti juga. Memangnya ada apa, kok wajahmu terlihat sangat serius seperti itu?" tanya Dita penasaran.

__ADS_1


Leo pun menceritakan bahwa kemarin sepulang sekolah, tepat di halaman sekolah, Resti di culik.


"Astagaaaa...salah satu anakku di culik dari kemarin? tetapi kenapa kamu baru mengatakannya sekarang? lantas apakah kamu sudah melaporkan hal ini pada kepolisian?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Dita.


"Sudah, tetapi belum ada kabar hingga hari ini," ucap Leo seraya pandangan entah kemana.


Kesempatan ini di gunakan oleh Dita, untuk bisa mendekati Leo. Dia sama sekali tidak peduli dengan hilangnya salah satu anaknya. Justru baginya keberuntungan sedang ada di pihaknya.


"Mas, izinkan aku untuk tinggal di rumahmu lagi ya? aku tidak ingin hal buruk terjadi pula dengan, Rasti. Ini menandakan jika Renata tidak becus dalam menjaga kedua anak kita."


"Aku sangat yakin, mas. Jika apa yang terjadi pada Resti ini adalah akal-akalan darinya saja. Dia memerintah orang untuk merekayasa penculikan tersebut."


"Esok lusa, tinggal dia merencanakan penculikan terhadap Rasti. Apakah kamu juga ingin terjadi hal buruk juga pada, Rasti?"


"Mas, aku mohon dengan sangat ya. Semua ini demi kebaikan Rasti juga. Aku ini ibu kandungnya, dan nggak akan mungkin menyakiti anakku sendiri."


Hasutan demi hasutan keluar dari mulut, Dita. Karena pikiran Leo sedang buntu, ia pun mudah sekali di hasut oleh Dita. Dan saat itu juga mengajak Dita untuk tinggal kembali bersamanya.


Dita sangat senang sekali karena pada akhirnya usahanya menghasut Leo berhasil.


"Yes, satu langkah lagi aku pasti akan bisa memiliki Mas Leo kembali. Aku sama sekali tidak memikirkan bagaimana nasib, Resti saat ini. Toh yang menurut padaku adalah, Rasti. Biar saja Resti hilang selamanya, jadi aku tidak begitu repot karena hanya mengurus satu anak saja," batin Dita sangat senang.


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah mewah Leo, di dalam pikiran Dita terpenuhi dengan berbagai impian dan harapan manis. Dita tidak sadar hingga dia senyam senyum sendiri, hal ini membuat Leo heran," Dita, kenapa kamu senyam-senyum sendiri? kenapa di wajahmu tidak ada rasa sedih sedikitpun pada saat tahu Resti di culik?"

__ADS_1


Teguran dari Leo membuat Dita terhenyak kaget," astagaa Mas Leo kok bicara seperti itu sih?"


"Mana ada seorang ibu senang jika salah satu anaknya di culik hingga saat ini belum di ketemukan. Tetapi apakah Mas Leo lupa, jika kita masih punya Rasti? aku sedang membayangkan betapa senangnya aku bertemu dengan, Rasti. Makanya aku senyam senyum sendiri."


Pintar sekali Dita mencari alasan, hingga lagi-lagi Leo percaya begitu saja.


"Sebenarnya aku juga penasaran, siapakah sebenarnya yang telah menculik, Resti ya? apakah salah satu pesaing bisnis, Mas Leo? ah entahlah, aku tidak peduli dengan hal itu!" batin Dita.


Tak berapa lama, sampailah mobil Leo di pelataran rumah. Pada saat Renata melihat kedatangan Leo dengan membawa Dita, ia pun merasa sangat kesal dan langsung saja protes.


"Mas Leo, kenapa kamu malah membawanya datang lagi kemari?"


"Diam kamu! aku memang sengaja membawa Dita untuk menjaga Rasti. Karena aku sudah tidak percaya lagi padamu. Aku lebih percaya kepada Dita, ibu kandungnya. Dia tidak akan mungkin berbuat hal buruk kepada, Rasti!"


Renata merasa heran dengan apa yang barusan dikatakan oleh Leo," ini bukan sifat aslimu, Mas. Aku yakin pasti sebelumnya kamu telah dihasut oleh Dita, sehingga kamu mengatakan hal kasar seperti ini kepadaku."


"Dita tidak mengatakan apapun, dia hanya mengatakan ingin menjaga, Rasti. Karena pemikirannya sepaham denganku, tidak ingin terjadi hal yang serupa pada Rasti. Cukup terjadi pada, Resti saja," ucap Leo.


"Mas, jadi kamu sudah tidak percaya lagi padaku? hingga kamu membiarkan Dita tinggal di rumah ini lagi?"


"Iya, karena kamu tidak bisa menjaga anak-anakku hingga salah satu anakku di culik begitu saja. Atau mungkin ini juga suatu trik darimu, dimana kamu bekerja sama dengan orang untuk menculik Resti. Dan seolah-olah ini adalah suatu musibah."


"Aku nggak ingin targetmu berikutnya adalah, Rasti. Aku tahu, kamu benci pada Dita, hingga kamu melampiaskan rasa kesalmu pada, Resti."

__ADS_1


"Tolong katakan sejujurnya, dimana saat ini kamu menyembunyikan Resti? aku akan memaafkanmu, jika kamu mengatakan sejujurnya. Dan aku tidak akan membawamu ke jalur hukum."


Lagi-lagi Leo mengatakan hal yang sangat menyakiti hati, Renata.


__ADS_2