Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya

Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya
Teror


__ADS_3

Pada waktu itu Renata terhenyak kaget, ada seorang wanita yang tidak ia kenal datang menemui dirinya dan tiba-tiba mengatakan banyak hal tentang Dita dan Leo.


Awalnya Renata tidak percaya dengan Syntia, tetapi Syntia terus saja meyakinkan Renata bahwa apa yang ia katakan tidaklah dusta. Ia juga memperlihatkan begitu banyak bukti kejahatan Leo, hingga membuat Renata terperangah dan percaya.


Bahkan beberapa kali, Syntia mengajak Renata bertemu hingga mereka akrab begitu saja. Dan Syntia tidak segan mengatakan pada Renata jika dirinya akan balas dendam pada Dita dan Leo. Serta merebut semua yang seharusnya menjadi miliknya yang telah di rebut oleh Leo.


Renata sama sekali tidak ingin turut campur dengan keputusan Syntia untuk membalas dendam. Karena saat ini ia sudah tenang dengan berpisah dari Leo.


*********


Saat ini Dita merasa terancam oleh ulahnya sendiri karena membiarkan Tia bekerja di rumah Leo.


"Aku harus segera menyingkirkan Tia. Tetapi bagaimana caranya ya, karena ia begitu cerdik? beberapa kali aku ingin menjebak dirinya, malah aku yang terjebak sendiri."

__ADS_1


Dita terus saja berpikir keras mencari cara untuk bisa menyingkirkan Tia. Selagi dirinya terus saja bergumam, ia tidak sadar jika Tia sudah ada di belakangnya tetapi dengan berpenampilan sebagai Syntia. Ia tidak lagi menyamar.


"Siapa lagi yang ingin kamu singkirkan Dita?"


Dita menoleh ke arah sumber suara. Ia terbelalak dan terpengarah pada saat melihat siapa orang yang telah berbicara barusan," Syntia, bagaimana kamu bisa masuk ke dalam kamarku?"


"Karena aku hantu, hingga tidak begitu susah bagiku untuk bisa masuk ke dalam kamarmu. Aku jika bisa merasuki tubuhmu jika kamu mau."


Syntia justru semakin melangkah maju mendekati Dita yang terus saja mundur hingga terbentur di almari. Syntia segera mengungkung tubuh Dita yang terus saja ketakutan.


"A-apa yang ingin kamu lakukan padaku? tolong jangan sakiti aku, karena semua yang terjadi padamu dulu adalah ulah Leo bukan aku. Aku hanya diminta untuk membantunya saja. Aku sama sekali tidak menikmati harta yang didapat oleh Leo. Tolong percayalah padaku, Syntia."


Syntia tersenyum sinis, dan ia segera mengeluarkan pisau lipatnya yang selalu ia bawa kemanapun. Dan menempelkan di pipi Dita, yang membuat Dita semakin ketakutan dan menitikkan air matanya.

__ADS_1


"Ja-ja-ngan sakiti aku Syntia aaaa.."


"Hem, apa sebaiknya aku tusukan ke pinggangmu saja ya?" Syntia mengalihkan pisaunya ke pinggang Dita.


"Eh terlalu enak jika kamu mati dengan cepat. Justru aku akan membuat dirimu sengsara seumur hidup!" Syntia mengalihkan pisaunya kembali dari pinggang Dita ke wajahnya lagi.


"AAAAHHHHHH....sakit......!!!"


Dita kesakitan pada saat Syntia menggoreskan pisau tersebut ke salah satu pipinya.


"Uluh-uluhhh... baru tergores sedikit saja sudah lebay kesakitan seperti itu. Bagaimana jika aku bawa kamu ke dekat jurang dimana dulu kamu mendorong tubuhku begitu saja ke dasar jurang!'


Dita terus saja menangis, hal ini tidak lantas membuat Syntia iba. Ia justru menggores pipi Dita yang satunya lagi dengan pisau yang dibawanya. Kini kedua pipi Dita terluka karena goresan dari pisau yang di bawa oleh Syntia.

__ADS_1


__ADS_2