Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya

Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya
Tidak ada Jeranya


__ADS_3

Renata kembali ke rumahnya, ia tidak kembali ke pabrik garmennya karena ingin bercerita pada Mamah Leka siapa sebenarnya yang akan menjadi rekan kerjanya.


'Kurang ajar banget, ternyata orang yang akan bekerja sama denganku adalah Leo. Seumur hidup aku tidak akan melupakan segala yang ia perbuat padaku!" gumamnya seraya melajukan mobilnya arah pulang.


Sesampainya di rumah, Renata murung dan duduk di teras halaman dimana saat ini Mamah Leka juga sedang bermain bersama si kecil Galang yang ada di strollernya.


"Nak, kok cepat sekali sudah pulang sih?" Mamah Leka menyelidik ke arah Renata.


Belum juga Renata menjawab, tiba-tiba Mamah Leka melontarkan pertanyaan lagi," kenapa wajahmu terlihat murung? apakah ada permasalahan dengan reken kerjamu yang baru?"


Renata lekas menceritakan siapa sebenarnya yang akan menjadi rekan kerja dirinya. Sontak saja hal ini membuat Mamah Leka kaget.


"Lantas, apakah kamu melanjutkan untuk bekerja sama dengan perusahaan Leo?" tanya Mamah Leka heran.


"Nggak lah, mah. Mana mungkin aku melanjutkannya, bahkan saat itu juga aku membatalkannya. Aku sudah teramat benci padanya, mah. Mana mungkin aku berbaik hati kembali setelah apa yang ia lakukan padaku," ucap Renata.


Mamah Leka sangat setuju dengan keputusan yang diambil oleh Renata m Karena ia juga sudah sangat benci pada Leo. Ia tidak akan pernah mengizinkan Renata kembali kepada Leo.


Selagi asik bercengkrama dengan Mamah Leka, ponsel Renata berdering. Ada satu panggilan telepon dari Hans.


"Apakah Leo, Renata?" tanya Mamah Leka.


"Bukan Bu, Hans. Sebentar ya Bu, aku angkat dulu telponnya. Nanti pasti aku cerita kok ke ibu."


Renata agak menyingkir dari Mamah Leka, supaya ia lebih fokus dalam menerima telpon dari Hans.

__ADS_1


📱" Hay Hans, ada apa ya?"


📱" Ingin cek saja apakah kamu sudah sampai di rumah Aya belum? juga ingin membicarakan sesuatu denganmu."


📱" Alhamdulillah aku sudah sampai di rumah. Barusan sedang ngobrol sama mamah. Memangnya kamu ingin bicara tentang apa ya Hans?"


📱" Aku ingin mengajakmu bekerja sama denganku. Karena kebetulan aku juga punya pabrik konveksi yang selalu mengirimkan banyak pakaian jadi keluar negeri. Dan kamu juga punya pabrik garmen kan? begini saja kita bicarakan secara langsung saja. Katakan saja dimana letak pabrik garmenmu, supaya aku bisa datang untuk membicarakan hal ini."


📱" Baiklah Hans, nanti aku kirimkan alamat lengkapnya ya. Dan esok kita bertemu."


Setelah sejenak menelpon Hans pun menutup panggilan teleponnya. Ia sangat senang karena Renata merespon panggilan teleponnya.


"Alhamdulillah ya Allah, semoga saja ini suatu jalan supaya aku bisa memiliki Renata. Bagiku tidak masalah jika saat ini dia sudah janda. Nggak dapat perawannya, janda pun tak apa-apa. Kali ini aku tidak akan bergerak lambat seperti dulu."


"Dulu aku hanya berani mengaguminya saja tanpa aku berani mengatakan yg sebenarnya pada Renata tentang isi hatiku. Tetapi kali ini tidak akan aku biarkan pria manapun mendekati dirinya."


"Renata, mungkin saja ini suatu pertanda dari Allah."


Renata memicingkan alisnya," apa maksud perkataan mamah?"


Mamah Leka pun mengatakan jika menurut dirinya, Allah sengaja mengirimkan Hans untuk menggantikan posisi Leo. Sontak saja Renata terkikik," mah, dia itu sahabatan sama aku sejak lama. Hanya saja kami lost kontak pada saat aku sudah membina keluarga dengan Mas Leo. Mana mungkin dia suka sama aku mah, apa lagi saat ini status aku janda. Aku juga sedang tidak memikirkan untuk menikah lagi, secara masa Iddahku belum terlewati dan juga aku masih trauma dengan pernikahanku yang dulu."


Mamah Leka pun tidak memaksakan untuk Renata lekas mencari ganti Leo. Hanya saja ia menasehati Renata karena suatu saat nanti, Galang pasti butuh figur sosok seorang ayah. Apa lagi kalau sudah dewasa pasti Galang akan tanya siapa ayahnya, nggak mungkin nggak.


Mamah Leka berharap, Renata tidak menutup pintu hatinya untuk lelaki yang mencoba mendekatinya. Hanya saja harus ada batasan karena status janda memang di cap jelek oleh masyarakat sekitar.

__ADS_1


Renata hanya mengiyakan saja, tetapi didalam hatinya sama sekali tidak memikirkan tentang pengganti Leo. Saat ini dia hanya ingin menikmati hidup dengan Galang dan Mamah Leka saja.


*******


Esok menjelang...


Hans benar-benar datang ke pabrik garmen milik Renata. Ia menjelaskan kinerja kerja sama dirinya dengan Renata.


"Hans, kita sama-sama bergerak dibidang yang sama bukan? kamu di konveksi sedangkan aku di garmen. Apakah kamu nggak merasa tersaingi?"


Hans tersenyum," sama sekali nggak. Kita memang bergerak di bidang yang sama, tetapi aku juga punya usaha lain yakni jasa ekspedisi. Dan saat ini aku bekerja sama dengan beberapa perusahaan di luar negeri yang bergerak di konveksi. Tetapi ada beberapa jenis pakaian yang di minta tapi di konveksi aku tidak ada. Mungkin di tempat kamu bisa menyediakannya."


Sejenak mereka berdua bercengkrama begitu serius membahas perihal kerja sama. Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan datangnya seseorang yang tidak permisi sama sekali, langsung masuk begitu saja. Orang ini adalah Leo.


Melihat ketidak sopanan Leo, membuat Renata geram. Ia yang semula sedang duduk, langsung saja berdiri seraya menatap tajam ke arah Leo yang justru tersenyum padanya.


"Heh, nggak ada sopan santunnya sama sekali ya! masuk tanpa ketuk pintu terlebih dahulu. Lagi pula sudah aku katakan tidak ingin bekerja sama dengan orang seperti dirimu!" ucap lantang Renata.


Leo bukannya pergi, ia malah melangkah mendekat," kenapa kamu galak banget sih sama aku? bagaimana pun aku ini ayah kandung dari anak yang kamu lahirkan loh! suatu saat nanti pasti anakmu butuh peranku sebagai seorang ayah."


Renata tersenyum sinis," jangan harap ya, sampai kapanpun aku tidak akan memberi tahu pada anakku jika kamu ini ayah kandungnya. Karena kamu sama sekali tidak pantas untuk menyandang status ayah dari anakku!"


Keduanya terus saja berdebat, mereka tidak menyadari jika ada Hans diantara mereka. Hans sampai bingung, ia hanya sesekali melihat kearah Renata dan sesekali melihat kearah Leo. Ia malah seperti penonton saja.


Hingga ia lama-lama pusing juga mendengar pertengkaran keduanya," hentikan! jika seperti ini sampai besok pun kalian tidak akan selesai dalam berdebat. Dan kamu Leo, untuk apa lagi datang untuk mengganggu Renata? toh status kalian sudah resmi bercerai."

__ADS_1


Kini Leo beralih ke arah Hans, dan secepat kilat ya mencengkeram kerah baju Hans. Membuat Hans sudah tidak bisa berkompromi lagi. Hans pun tersulut emosi. Tangan terlihat sudah siap melayangkan tinjunya.


__ADS_2