
Hari-hari di jalani Leo tanpa adanya Renata. Resti terus saja memanggil nama Renata. Hal ini tentu saja membuat Leo kelimpungan dan kerap kali marah pada, Resti.
"Sudah papah katakan, tak usah lagi mencari keberadaan Mamah Renata! jika dia sayang padamu, pasti akan segera datang! nyatanya dia itu tidak sayang lagi padamu!"
Resti sangat ketakutan melihat amarah Leo, ia pun menangis histeris. Hal ini tidak lantas membuat Leo iba padanya, ia semakin marah. Dan ia pun memutuskan untuk membawa kedua anaknya ke rumah Dita.
Karena para baby sitter juga sudah risgn dengan alasan tidak kerasan.
"Aku tidak akan sanggup merawat si kembar seorang diri. Aku heran, sejak tidak ada Renata, si kembar sudah di atur dan para baby sitter kewalahan hingga tidak kerasan. Padahal dulu pada waktu ada Renata, si kembar selalu menurut dan bahkan para baby sitter kerasan."
Saat itu juga, Leo membawa si kembar ke rumah Dita. Alangkah terkejutnya Dita pada saat dirinya melihat kedatangan Leo bersama si kembar. Tetapi di dalam hatinya sangatlah senang.
"Aku yakin kali ini usahaku akan berhasil. Apalagi Renata sudah tidak ada di rumahnya lagi."
Dita menyambut baik kedatangan Leo bersama dengan kedua anaknya.
"Ada apa, mas? apakah anak-anak mencariku?" Dita menghampiri Leo dengan mata genitnya.
Leo mengatakan kepada Dita, bahwa dirinya kewalahan untuk merawat si kembar. Karena tidak adanya baby sitter. dan ia saat ini sedang di sibukkan dengan urusan kantor hingga belum sempat untuk mencari baby sitter yang baru.
"Tolong rawat mereka, lagi pula kamu kan ibu kandung mereka. Biarkan saja mereka tinggal di sini ya? kamu nggak usah khawatir, aku akan selalu menstasfer sejumlah uang setiap bulannya untuk kebutuhan si kembar dan juga dirimu. Aku juga akan memberimu mobil untuk transportasi jika pergi ke sekolah si kembar atau kemanapun."
Sejenak Dita terdiam, sebenarnya dia keberatan untuk merawat si kembar, walaupun anak kandungnya sendiri. Tetapi dia tidak ingin kesempatan emas ini berlalu pergi begitu saja. Selagi Dita diam, Leo pun menegur dirinya," jika kamu keberatan untuk merawat anak kandungmu sendiri, ya sudah aku akan membawanya pulang dan aku tidak akan mengizinkan mereka untuk bertemu denganmu selamanya."
Dita tersenyum," siapa bilang aku tidak ingin merawat anak kandungku sendiri. Aku sangat mau, hanya saja ada syarat khusus yang harus kamu penuhi."
__ADS_1
"Syarat, katakan saja! apapun syaratmu, akan aku lakukan demi si kembar."
Mendengar perkataan tersebut, Dita sangat senang," serius, mas? apapun loh ya?"
"Sudah, nggak usah basa basi lagi. Kamu sudah pernah hidup rumah tangga denganku, masa iya sudah lupa dengan sifatku?"
Dita pun mengatakan syaratnya," syarat yang harus kamu penuhi yakni menikahiku."
Leo melotot," gila apa? bukankah kamu sudah tahu, saat ini aku masih beristri dan Renata juga sedang hamil anakku. Apa kamu lupa, jika kita pernah di tegur oleh warga dan RT di sekitar rumahku?"
Dita sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Dia bersedia menikah siri dan di adakan di rumahnya tersebut. Dengan terpaksa, Leo pun mengiyakan permintaan Dita. Karena ia sudah tidak ada jalan lain, semua ia lakukan demi si kembar.
"Baiklah, aku bersedia."
Dan Dita pun menginginkan saat itu juga menikah siri dengan Leo. Terjadilah pernikahan siri di rumah Dita. Hal ini sangat membuat Dita sangat senang dan puas.
Tanpa mereka sadari, ada seorang wanita yang mengintai pernikahan siri mereka.
"Kurang ajar! padahal Leo masih sah menjadi suami orang lain, dan bahkan dia juga sedang hamil sesuai dengan informasi yang aku dapat. Aku harus mengirimkan bukti pernikahan siri Dita dan Leo, ke wanita yang menjadi istri sah Leo."
Dengan sangat gesit, wanita ini merekam prosesi pernikahan siri Leo dan Dita. Setelah itu mengirimkan ke nomor ponsel, Mamah Leka.
Karena ia sudah tahu segalanya tentang Mamah Leka dan Renata. Apa lagi ia telah mempunyai anak buah yang bekerja di garmen milik, Mamah Leka.
Drt drt drt drt...
__ADS_1
Ponsel Mamah Leka bergetar, dan ia lekas membuka satu notifikasi chat pesan dari seseorang tanpa ada namanya.
"Nomor ponsel siapa ini ya? lantas video apa yang dia kirim?"
Mamah Leka sangat penasaran, dan dia lekas membuka rekaman video pernikahan siri Dita dan Leo. Dia pun menjadi murka, karena status Leo masih sah suami anaknya. Tetapi dengan tega menikah siri, bahkan tanpa persetujuan Renata.
'Kurang ajar, pernikahan siri mereka tidak sah! karena Renata tidak tahu tentang hal ini. Dan untuk sementara waktu baku tidak akan memberi tahu padanya terlebih dahulu. Karena aku tidak ingin dia sedih dan membuat kesehatannya terganggu, apa lagi dia sedang hamil muda."
Mamah Leka sangat marah dan memutuskan untuk mendatangi rumah Dita sekarang juga. Ia segera mengutus seorang sopir pribadinya untuk mengantarkan dirinya ke rumah Dita di mana saat ini sedang terjadi pernikahan siri.
"Aku harus buru-buru sampai di sana dan akan aku permalukan Dita dan Leo di hadapan banyak orang!"
Hingga Mamah Leka meminta sang sopir untuk menambah kecepatan laju mobilnya supaya lekas sampai di rumah Dita.
Dan pada saat Mamah Leka sampai, dia segera mengatakan," tidak sah! pernikahan siri ini tidak saja, karena tidak ada persetujuan dari istri sah atau istri pertama. Karena pernikahan ini di lakukan secara sembunyi-sembunyi!"
Dita dan Leo terhenyak kaget, karena mereka tidak mengira jika Mamah Leka mengetahui pernikahan siri mereka yang di adakan dadakan.
"Dari mana, Mamah Leka tahu tentang hal ini? padahal ini acara mendadak, tidak ada perencanaan sama sekali," batin Leo.
Ia bingung tidak bisa mengatakan apa pun. Hingga ia. ditegur oleh sang penghulu," apakah yang di katakan oleh ibu itu, benar adanya, Nak Leo-Nak Dita?"
Dita panik apa lagi semua saksi Yeng nota Bene tetangga sekitar langsung berbisik- bisik satu sama lain.
Leo juga tidak bisa berkata, dia diam membisu, lidahnya serasa tercekat. Hingga pak penghulu yang barusan telah memimpin acara ijab qobul, bertanya lagi," Nak Leo, waktu saya tidak banyak. Saya ingin mendengar kebenaran dari apa yang Ibu itu katakan dari mulut anda sendiri, cepat jawab! jangan menfulur waktu saya."
__ADS_1
Leo menghel napas panjang, ia hanya bisa tertunduk malu. Sementara Mamah Leka tersenyum sinis melihat pemandangan itu.