
Sementara wanita yang dendam pada Dita dan Leo, akhirnya memutuskan untuk mengembalikan Resti. Tetapi dia sengaja mengantarkan Resti ke rumah Dita.
"Ingat ya, jika kamu tidak ingin Tante culik lagi. Jika di tanya oleh Papahmu, Mamah Dita yang telah menculik mu. Jika kamu tidak menurut, suatu saat nanti Tante culik kamu lagi dan bawa pergi jauh dari, Mamah Renata!"
Mendengar ancaman tersebut, Resti pun ketakutan dan ia mengangguk perlahan. Saat itu juga, wanita itu mengantarkan Resti ke rumah Dita dan meninggalkannya begitu saja di teras halaman rumah Dita.
"Aku sudah menelpon papahmu, sekarang ini dalam perjalanan kemari untuk menjemputmu. Ingat ya pesan, Tante. Karena Tante mengawasimu dari jauh!" wanita itu berbohong, padahal ia sama sekali tidak menelpon Leo.
"Iya, Tante."
Wanita tersebut lekas pergi dengan meninggalkan Resti tepat di teras halaman rumah Dita. Tetapi pada saat ia akan melajukan mobilnya, ia melihat datangnya mobil Leo. Hingga ia pun bersembunyi untuk mengintai apa yang akan dilakukan oleh Leo. Hanya beberapa detik saja, mobil Leo datang. Dan ia terperangah begitu juga dengan Dita pada saat melihat Resti ada di teras halaman rumah.
Wanita itu terus mengawasi Resti, bahkan Resti bisa melihat keberadaan wanita yang di panggilnya Tante.
"Resti, kamu kok di sini? sendirian?" Leo langsung memeluk si kecil.
"Kenapa diam saja, Resti selama ini tinggal dengan siapa?" tanya Leo.
"Iya, sayang. Kamu tinggal dengan siapa?" Dita ikut menjawab.
"Dengan Mamah Dita, pah?"
Dita terperangah," sayang, mamah justru tinggal di rumah Papah. Bagaimana bisa kamu berkata seperti ini?'
"Iya Resti, coba katakan siapa yang telah membawamu waktu itu?" Leo pun penasaran.
"Mamah Dita, pah."
Terus saja Resti mengatakan Dita, hingga Leo pun kini sudah paham," oh jadi seperti ini perbuatanmu? menyuruh orang untuk menculik Resti, dan supaya aku menyalahkan Renata. Bagus sekali akalmu ini, Dita!"
" Mas, aku sama sekali tidak melakukan apa yang di katakan oleh Resti. Bisa saja Renata yang meminta Resti mengatakan hal itu! dan melempar kesalahannya padaku," bela Dita.
__ADS_1
Terus saja Leo dan Dita bertengkar hingga Resti menangis ketakutan. Barulah keduanya berhenti berdebat. Dan Leo segera membawa pulang Resti.
"Mas, tunggu mas! aku belum selesai berbicara, tolong jangan percaya pada Resti. Bisa saja dia di ajari oleh Renata, untuk menghasutku!"
Tetapi Leo sama sekali tidak merespon perkataan dari Dita, ia lekas melajukan mobilnya arah pulang. Di balik pengintaiannya, wanita itu tersenyum senang. Ia pun melangkah pasti ke arah Dita. Hal ini membuat Dita terperangah," Syintia?"
"Ya ini aku, kenapa kaget seperti itu hah? dan kenapa kamu terlihat ketakutan sekali, aku bukan hantu aku masih hidup loh," ucapnya tersenyum sinis.
"Nggak mungkin, waktu itu kamu sudah meninggal! jatuh ke dalam jurang yang terjal, dan mana mungkin masih hidup!"
Dita terus saja memundurkan tubuhnya hingga mentok tembok dan Syntia segera mendekatinya hingga jarak diantara mereka begitu dekat," lihat wajahku baik-baik, aku masih hidup! usaha kalian berdua untuk menyingkirkan aku gagal! dan aku datang untuk menuntut balas padamu dan Leo!"
Dita semakin ketakutan," ma-maaf kan aku, Syntia. Ini semua bukan kemauanku, tetapi ide dari, Mas Leo. Jadi jika kamu ingin menuntut balas jangan padaku. Aku hanya di peralatnya saja."
Styntia sangat senang melihat Dita ketakutan, ia pun segera pergi dengan segala ancaman pada Dita.
Setelah melihat kepergian Syntia, Dita segera menelpon Leo. Kebetulan saat ini Leo sudah hampir sampai di rumahnya. Sebenarnya Leo sangat kesal pada saat Dita menelpon, tetapi ponsel terus saja berdering jika belum di angkat telponnya.
📱" A-a-ku hanya ingin mengatakan jika Syntia kembali. Barusan dia datang ke rumah. Dan aku yakin saat ini dia ingin menuntut balas atas apa yang pernah kita lakukan dulu padanya."
📱"Bualan apa lagi sih? sudahlah aku masih ada di jalan! kamu menghambatku untuk lekas sampai saja!"
Leo pun mematikan panggilan telepon dari Dita dengan penuh kekesalan," mengganggu saja! aku pikir ada apa! mana mungkin orang sudah mati bisa hidup lagi!"
Leo pun kembali melajukan mobilnya menuju arah pulang ke rumah. Sementara Dita saat ini terus saja ketakutan setelah bertemu dengan, Syntia.
********
Esok harinya....
Resti menanyakan tentang keberadaan Renata, hingga pada akhirnya Leo memutuskan untuk menelponnya.
__ADS_1
📱"Ada apa menelpon?"
📱"Sayang, aku ingin minta maaf padamu jika aku telah salah paham. Aku harap kamu mau kembali ke rumah. Karena saat ini Resti sudah kembali dan ia mencari dirimu."
📱"Alhamdulillah, jika Resti sudah kembali. Tetapi maaf, aku tidak ingin kembali ke rumahmu, mas."
📱" Loh, memangnya kenapa nggak mau kembali?"
📱"Sebaiknya kamu jawab sendiri pertanyaan darimu itu."
Renata mematikan panggilan telepon tersebut dengan sepihak.
"Siapa, Renata?" tanya Mamah Leka.
"Mas Leo, mah. Ia menelpon mengatakan jika Resti sudah kembali, dan memintaku untuk kembali pula," ucapnya kesal.
"Lantas, apakah kamu bersedia untuk kembali?"
Renata mengatakan pada Mamah Leka, dia tidak ingin kembali lagi ke rumah Leo. Karena dia sudah merasa lelah dan dirinya merasa di permainkan oleh Leo. Renata sudah cape terus saja mengalah demi dirinya.
"Aku tidak akan kembali, mah. Bahkan aku ingin mengajak mamah pergi jauh dari kota ini. Dimana tidak ada kesedihan, kepedihan, kekecewaan lagi, mah. Bukannya kita punya sebuah rumah di luar kota kan, mah?"
Mamah Leka tersenyum, mendengar penuturan putri semata wayangnya," Alhamdulillah, pada akhirnya mata hatimu terbuka juga. Mamah sangat setuju dengan keputusanmu ini. Mari kita berkemas sekarang juga untuk pergi ke luar kota."
Saat itu juga ibu dan anak ini segera berkemas untuk meninggalkan kota tersebut. Renata sudah sangat sakit hati dengan ulah, Leo yang selalu saja tidak percaya pada dirinya. Tetapi Leo hanya percaya pada, Dita saja.
Tidak perlu waktu lama, mereka untuk berkemas. Hingga hanya dalam waktu sebentar saja telah siap untuk meninggalkan rumah tersebut.
Bahkan mereka sudah sempat berpesan pada orang rumah untuk tidak mengatakan dimana mereka pergi. Dan mereka juga sempat berpamitan pada para tetangga.
"Kasihan sekali Putri semata wayangku, harus menghadapi problema hidup seperti ini di saat ia sedang hamil muda."
__ADS_1
Mamah Leka terus saja menatap kearah Renata yang sedang memejamkan matanya sembari menyandarkan kepalanya di kursi. Di dalam hatinya, berdoa supaya kelak Renata menemukan sebuah kebahagiaan.