Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya

Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya
Geram


__ADS_3

Selalu saja Leo diam pada saat Renata terus saja memaksanya mengatakan satu pilihan, hingga terpaksa Renata mengambil keputusan sendiri," baiklah mas, percuma saja aku menunggu jawaban darimu tapi tak kunjung datang. Sebaiknya aku ikut Mamah saja. Mah, bagaimana kalau sekarang saja kita pergi dari rumah ini yuk?"


Dengan senang hati, Mamah Leka bersedia mengajak Renata pulang ke rumah," yuk nak, nggak usah berlama lagi tinggal di sini karena percuma saja dech.


Walaupun kondisi masih lemas, Renata mencoba bangkit dan segera melanjutkan mengemasi pakaiannya. Hal ini membuat Leo murka, dan tiba-tiba meraih koper yang sudah tertata pakaian secara rapi tersebut dan mengacak-acak pakaian yang sudah di tata tersebut.


"Dasar keras kepala, apa nggak bisa kamu itu bersikap dewasa dan nggak kekanak-kanakan seperti ini? padahal sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu!"


"Jika sifat ibunya seperti ini, lantas bagaimana sifat anaknya kelak? aku melarangmu pergi, dan tetap tinggal di sini!"


Renata merasa kesal," mas, aku bersedia tetap tinggal. Tetapi tolong kamu minta kepada Dita untuk segera pulang sekarang juga!"


"Baiklah, aku akan meminta Dita pulang ke rumahnya sekarang juga. Tetapi aku juga melarang mamahmu untuk menginap di sini!"


Mendengar apa yang di katakan sang menantu membuat Mamah Leka naik pitam," heh, ngomong apa sih kamu? aku kan sudah biasa datang kemari, dan sering menginap di sini. Kenapa kamu melarang seorang ibu menjenguk anaknya?"


"Aku tidak melarang mamah untuk menjenguk Renata, tetapi aku melarang mamah menginap di sini. Karena yang ada mamah memperkeruh masalah rumah tangga kami saja! bukannya seorang ibu itu memberikan suatu nasehat yang benar pada anaknya? bukan seperti mamah yang telah mengajari Renata untuk menjadi istri yang pembangkang!"

__ADS_1


Masalah tidak kunjung selesai, malah sekarang Leo mengajak Mamah Leka adu mulut, hingga kini terjadi pertengkaran hebat.


"Sejak ada mantan istrimu itu, kamu juga gampang di hasut. Tadinya kamu nggak berani berkata kasar pada mamah mertua, sekarang dengan lantangnya kamu mengusirku."


"Aku tidak pernah mengajari Renata untuk menjadi wanita pembangkang terhadap suami. Tetapi aku mengajarinya untuk bersikap tegas dan jangan mau di injak-injak harga dirinya oleh siapapun."


"Aku tidak akan pergi dari rumah ini jika mantan istrimu juga masih ada di sini. Karena aku yakin, dia punya tujuan tidak bagus datang kembali ke rumah ini."


Sementara Renata menata ulang pakaiannya, Leo dan Mamah Leka teris saja bersi tegang. Bahkan Dita sengaja datang untuk memperkeruh suasana.


"Renata, coba kamu berpikirlah positif terhadapku supaya tidak di hantui rasa kecemasan seperti itu. Dan supaya kamu tenang, tidak marah-marah terus. Lagi pula kasihan kan anak yang ada di dalam kandunganmu. Wanita yang sedang hamil itu harus bisa mengontrol emosinya. Karena itu tidak baik juga buat tumbuh kembang sang janin jika kamu terus saja marah-marah."


Leo malah membenarkan apa yang dikatakan oleh Dita," dengar itu, apa yang Dita katakan itu benar. Pada saat dulu dia hamil si kembar, dia juga bisa mengontrol emosinya. Seharusnya kamu juga bisa mengontrol emosimu dan jangan berpikiran negatif pada Dita. Kamu selalu mengatakan padaku supaya husnuzdon jangan suuzdon. Tetapi sendiri selalu suuzdon pada, Dita."


Pada saat Renata sudah membuka mulutnya akan berkata, tiba-tiba Dita berkata kembali," benar sekali. Aku masih ingat dulu, pada saat hamil si kembar, aku tidak pernah marah-marah sama kamu ya, mas? justru aku semakin manja padamu, hingga kamu kerjapun aku selalu ikut ke kantor."


Dita sengaja melirik sinis dan tersenyum mengejek ke arah Renata.

__ADS_1


"Dasar wanita bermuka dua, yang pintar sekali bermain kata," batin Renata.


Dia pun tak mau kalah, dia juga mengatakan kata-kata untuk menyindir Dita.


"Bagaimana aku bisa mengontrol emosiku, mas? jika kamu selalu saja mendengar hasutan dari, Dita. Hingga kamu tidak percaya dengan ucapan istrimu sendiri. Seharusnya kamu lebih percaya kepada perkataan istri dari pada perkataan mantan istri."


"Di sini justru aku merasa malah di posisi sebaliknya. Karena kamu selalu membelanya dan tidak percaya padaku. Sebenarnya yang istrimu siapa, dan yang hanya mantan istri siapa?'


"Di sini justru yang tidak bisa bersikap dewasa itu kamu, mas. Bahkan mata hati dan pikiranmu itu telah di butakan oleh segala yang Dita katakan."


"Dan bahkan kamu dengan bangganya membela Dita di hadapanku seperti ini. Kamu bahkan tidak ingat sama sekali apa pesan dokter pada saat kita di rumah sakit."


"Bagaimana aku bisa hidup tenang, jika suamiku saja tidak memperdulikanku. Dan tak menganggapku ada? hal ini yang justru membuat aku semakin tertekan."


"Aku memutuskan pergi dari rumah ini biar tidak ada lagi suatu tekanan. Karena aku tidak ingin terjadi hal buruk pada calon bayiku. Karena di rumah ini ada musuh dalam selimut."


Renata sudah menata kembali semua pakaiannya yang barusan sempat di acak-acak oleh, Leo. Dia terus saja menatap sinis ke arah Dita.

__ADS_1


__ADS_2