
Seseorang yang mengintai itu adalah Syntia, ia sudah kembali ke Indonesia setelah urusannya di luar negeri selesai.
"Asisten rumah tangga saja sudah tidak kerasan karena ulah Dita. Sebentar lagi aku juga akan membuat Dita tidak kerasan juga tinggal di rumah Leo. Karena rumah itu selayaknya menjadi rumahku," gumam Syntia seraya mengepalkan tinjunya.
Entah rencana apa yang sudah ada di otak Syntia saat ini. Tetapi ia tidak akan mengampuni Leo dan Dita yang telah begitu jahat padanya.
Dita sangat senang karena bibi sudah pergi, dan ia bahkan sudah mempersiapkan seseorang yang akan di jadikannya sebagai asisten rumah tangga sebagai ganti bibi.
Ting tong ting tong...
Bel pintu gerbang telah berbunyi. Security segera membukanya, dan ia terperangah melihat wanita cantik yang sangat menggoda.
"Maaf, anda siapa dan ada perlu apa?" security sama sekali tidak berkedip pada saat melihat wanita cantik yang ada di hadapannya tersebut.
__ADS_1
"Pak security, tolong sampaikan Nona Dita. Jika Tia sudah datang. Saya di minta datang kemari untuk menggantikan posisi bibi," ucapnya genit.
Security segera berlari kecil masuk ke dalam rumah dengan sangat sumringah untuk menemui majikan barunya.
"Wah... pengganti bibi kok cantik banget ya? bahkan dengan Nona Dita lebih cantik ini. Aku saja langsung tergoda, apa lagi, Den Leo. Apakah Non Dita nggak salah pilih orang untuk di jadikan sebagai asisten rumah tangganya? tapi nggak apa-apa dech, aku jadi tambah semangat bekerja di rumah ini karena pengganti bibi sangat cantik," gumamnya di dalam hati.
Security segera melapor kepada Dita yang kebetulan saat ini sedang duduk bersantai bersama Leo," Non Dita, di luar ada wanita muda yang bernama Tia. Katanya ia sudah ada janji dengan, Non Dita?"
Leo memicingkan alisnya," siapa itu Tia, Dita?"
"Hah, jadi kamu sudah merencanakan sebelumnya hingga sudah memesan seorang pengganti bibi. Jangan bilang jika kamu yang telah membuat bibi tidak kerasan dan akhirnya mengundurkan diri," ucap Leo mulai curiga.
Tetapi Dita pintar dalam berkata, dia mengatakan banyak alasan hingga Leo sama sekali tidak curiga lagi padanya. Dita meminta sang security untuk mempersilahkan Tia masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Dita terperangah pada saat melihat kedatangan Tia.. Karena yang ia pesan di panti penyalur tenaga kerja wajahnya tidak secantik yang datang.
"Aku nggak pesan kamu loh dari yayasan itu. Siapa kamu, aku malah sama sekali tidak mengenal dirimu," ucap Dita menatap Ria dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Non Dita, jika tidak percaya ini ada bukti dari yayasan itu. Aku yang anda pilih waktu itu."
Dita semakin bingung, tetapi ia percaya begitu saja setelah melihat bukti tertulis yang di berikan oleh Tia.
"Ya sudah, mulai hari ini kamu boleh bekerja di sini. Tapi tolong bekerja dengan baik ya. Oh ya, ini suamiku namanya Leo."
Tia menatap genit kearah Leo. Sedangkan Leo tak berkedip menatap Tia dari ujung kaki hingga ujung kepala. Hal ini tentu saja membuat Dita cemburu," Mas Leo, kenapa kamu menatap Tia seperti itu? jangan katakan jika kamu suka padanya ya?"
Leo pun mengalihkan pandangannya ke arah Dita dan berkata," aku punya mata ya untuk melihat apa saja yang ada di hadapanku. Jangan jadikan hal kecil Yeng tidak sepantasnya untuk menjadi masalah di jadikan masalah oleh dirimu!"
__ADS_1
Leo kesal dan ia berlalu pergi begitu saja dari hadapan Dita. Di dalam hati Tia saat ini sangat merasa senang," yes, awal yang sangat baik."