Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya

Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya
Mulai Terjebak


__ADS_3

Selagi Dita sibuk mencuci piring dan perabot rumah tangga, Tia beranjak pergi begitu saja. Ia bermaksud untuk menemui Leo dengan membawa makanan.


Leo sedang duduk di teras halaman sambil memainkan ponselnya dengam sangat fokus.


"Den Leo, maaf menggangu sebentar ya. Sebaiknya Aden makan dulu, tadi kan nggak jadi sarapan."


Tia meletakkan nampan berisi piring makanan dan juga minuman. Ia meletakkan di atas meja dengan agak sedikit membungkuk hingga terlihat belahan dadanya yang putih mulus.


"Astagaaa...aku jadi...ah...Tia," batin Leo seraya menelan salivanya.


Leo terus saja menatap kearah belahan dada Tia, dan hal ini di sadari oleh Tia," ada apa dengan dada saya, Den? kok menatapnya seperti itu sih?"


Leo gelagapan mendengar pertanyaan dari Tia. Ia pun celingukan kesana kemari karena salah tingkah.


"Anu Tia, nggak apa-apa kok. Hanya saja hhee...

__ADS_1


Leo malu untuk melanjutkan perkataannya tersebut. Sebenarnya Tia sudah tahu jika Leo tergoda dengan dirinya," hemmm saya tahu kok Den. Memangnya beda ya dengan milik Non Dita?"


Didalam hati Tia geram sekali," dasar mata keranjang! untung saja dulu aku masih bisa menjaga keperawananku enggak sampai kurelakan untukmu! lihat saja ya Leo, aku pasti akan cepat mendapatkan kembali semua yang aku miliki! kamu dan Dita sama-sama brenks*k!"


"Den, makanlah supaya tidak sakit perutnya. Nanti kalau Aden sakit nggak bisa mencari nafkah untuk keluarga."


Selagi Tia mengatakan akan hal itu, tiba-tiba Dita datang dan reflek menarik paksa lengan Tika," kurang ajar kamu ya! mulai kegenitan seperti ini!"


"Auhh Dennnnn tolong sakittttt," rintih Tia, padahal ia tidak merasa merasa


"PLAK!"


Leo marah dan menampar pipi Dita, sontak saja Dita melepaskan cekalan tangannya pada Tia. Ia kini beralih memegang pipinya yang terasa pedas karena tamparan Leo.


Mata Dita berkaca-kaca, ia tidak menyangka jika Leo begitu mudahnya membela seorang asisten rumah tangga yang baru saja bekerja di rumah mereka," mas, kamu selalu membelanya. Jangan katakan kalau kamu suka padanya!"

__ADS_1


Leo tersenyum," memangnya kenapa kalau aku suka pada Tia. Lagi pula dia lebih segar, lebih cantik dan menarik."


Dita semakin panas hatinya mendengar akan hal itu. Sedangkan Tua justru tersenyum mengejek kearah Dita.


"Bagus, ternyata pembalasan aku lebih cepat dari yang aku kira. Awal aku singkirkan Dita dulu, setelah itu baru aku singkirkan Leo. Renata, kamu tidak perlu bersusah payah membalas sakit hatimu pada mereka. Biar aku yang bertindak," batin Tia sangat senang.


Sementara di lain tempat, Renata juga sedang memikirkan Syntia. Ia beberapa kali sempat bertemu dengan Syntia.


"Aku nggak menyangka sama sekali jika Leo dan Dita sangat jahat. Jika aku mengetahui sebelumnya tentang kejahatan mereka, pasti aku tidak akan sudi menikah dengan Leo!"


"Semoga saja saat ini Syntia bisa mendapatkan kembali semua haknya yang pernah dirampas oleh Leo."


"Semoga ajang balas dendammya berjalan lancar dan mereka mendapatkan balasan yang setimpal atas kejahatan mereka!"


Renata merasa geram dan kesal pada saat dirinya tahu tentang segala kejahatan Leo dan Dita. Ia tidak habis pikir jika Leo dan Dita bisa menyimpan rapat masa lalu kelam mereka hingga dirinya sama sekali tidak tahu, jika tidak diberi tahu oleh Syntia.

__ADS_1


__ADS_2