Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya

Suamiku Masih Mencintai Mantan Istrinya
Merasa Lelah


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan, dari hilangnya Resti. Tapi tak juga di temukan keberadaannya. Hingga pihak kepolisian berhenti dalam proses pencarian.


"Mas Leo, masa iya sudah satu bulan Resti tidak di temukan dan kamu memaafkan Renata? kamu membiarkannya tetap tinggal di rumah ini?"


"Aku nggak rela hal ini terjadi, mas. Aku yang bersusah payah mengandung dan melahirkan, Resti. Tetapi kini hilang begitu saja."


Terus saja Dita membujuk dan merayu Leo, supaya mengusir Renata keluar dari rumah tersebut. Karena dia sudah tidak sabar ingin kembali menguasai rumah tersebut.


Renata juga tidak tinggal diam, dia juga ikut berbicara supaya Leo tidak mudah di hasut oleh Dita," mas, nggak usah dengarkan apa yang di katakan oleh Dita. Apa yang terjadi itu murni suatu musibah, bukan unsur kesengajaan. Aku mohon bertindaklah bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan."


Leo diam, dia seolah sedang berpikir apa yang harus ia lakukan. Apakah ia akan mendengarkan permintaan dari Dita atau permintaan dari Renata. Karena jika dia mengusir Renata, dia tidak tega dengannya yang sedang dalam kondisi hamil. Lagi pula, Leo juga masih sangat cinta pada, Renata. Sedangkan pada Dita, dia sudah tidak mempunyai perasaan apapun lagi, sejak dulu Dita melakukan sebuah kesalahan yakni terang-terangan di depan matanya selingkuh dengan pria lain.


"Mas Leo, mana ketegasanmu? masa iya kamu diam saja seperti itu?" tegur Dita yang sudah tidak sabar karena melihat Leo hanya diam saja.


'DIAM!"


Sontak saja Dita diam, setelah mendapatkan bentakan dari Leo. Ia sudah tidak mau lagi mengatakan apapun.


"Di sini aku yang berhak mengatur dan mengatakan apa yang menjadi keputusanku. Dan bukan kalian berdua. Dan aku juga sudah pernah mengatakan bukan, jika Renata tidak akan keluar dari rumah ini hingga Resti dinyatakan ketemu!"

__ADS_1


"Jadi kamu tidak perlu mengatur aku, Dita. Aku sudah tahu apa yang terbaik untuk sebuah keputusan di dalam permasalahan ini!"


Dita tidak terima," tapi...mas...dia kan....


"Tidak ada tapi-tapi lagi, jika kamu ingin tetap tinggal di sini nggak usah mencoba menyetir jalan pikiranku! karena aku tidak suka dengan hal itu! ingat itu baik-baik! dan jika suatu saat nanti kamu mengatakan hal yang serupa, aku yang akan mengusir dirimu keluar dari rumah ini!" ancam Leo pada Dita.


Dita diam tetapi matanya melirik sinis kearah Renata. Di dalam hatinya mengatakan sebuah ancaman," awas saja Renata, aku tidak terima dengan keputusan dari Mas Leo ini. Dan aku akan melakukan segala macam cara untuk bisa menghancurkan dirimu itu!"


Renata lega karena Leo masih memandang dirinya sebagai seorang istri, tetapi dia juga kesal karena Dita tak kunjung pergi dari rumah tersebut.


"Entah aku harus senang atau sedih, pada saat Mas Leo mengizinkan aku untuk tetap tinggal di sini? karena aku tidak ingin tinggal serumah dengan, Dita. Tetapi sudah satu bulan ini aku tinggal bersamanya. Hingga sampai kapan, aku harus tinggal satu atap dengan mantan Istri suamiku?"


*******


Saat di dalam kamar, Renata berusaha mengajak berbicara Leo.


"Mas, mau sampai kapan kamu membiarkan Dita tinggal di rumah ini? dan mau sampai kapan juga, kamu bersikap dingin padaku?"


Leo diam, di dalam hatinya penuh dengan dilema. Yang ada di otaknya saat ini adalah nasib, Resti.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga tidak tahu mau sampai kapan Dita akan tinggal di rumah ini. Karena aku belum bisa percaya lagi padamu. Dan aku juga belum bisa memaafkan dirimu, atas hilangnya Resti."


Renata sedih dan sangat kecewa karena suaminya tetap saja tidak percaya padanya," astaghfirullah aladzim, jika seperti ini mending aku kembali ke rumahku saja mas. Kamu pikir selama aku tinggal di sini aku hidup tenang?"


"Apa maksud ucapanmu?" Leo menatap sinis Renata.


"Sejak Dita ada di rumah ini aku tidak bisa hidup dengan tenang. Sudah satu bulan aku menahan rasa ini. Aku ini sedang hamil, mas. Dan anak yang aku kandung ini juga anakmu, tetapi kamu bersikap tidak adil."


"Kamu terus membuatku tertekan oleh sikap dinginmu itu padaku. Dan apa kamu tidak berpikir jika sikapmu ini berdampak pula pada tumbuh kembang si janin?"


"Mohon maaf, mas. Lebih baik aku menyingkir dari rumah ini, dari pada aku harus terus menahan rasa sakit di hati ini. Aku tidak ingin berdampak buruk pada kehamilanku. Nanti yang ada aku di salahkan kembali."


"Aku lelah dengan semua ini, mas. Kamu masih saja terikat dengan Dita. Dan seolah tak bisa lepas darinya."


Leo naik pitam mendengar apa yang barusan di katakan oleh Renata panjang lebar," kenapa sih, kamu selalu saja berprasangka buruk pada Dita? seharusnya kamu senang, dengan adanya Dita, kamu tidak perlu cape mengurus, Rasti. Dia di sini hanya ingin menjaga anaknya, tidak ada pemikiran lain."


"Sudahlah, mas. Aku malas berdebat denganmu. Intinya besok pagi aku akan pulang ke rumah Mamah saja. Karena aku ingin ketenangan selama proses kehamilanku. Kamu tidak tahu setiap hari, Dita selalu menekanku dengan mengatakan banyak hal yang membuat aku selalu cemburu padanya."


"Ya sudah terserah kamu saja! aku tidak akan melarangmu lagi! tapi jangan harap aku akan menjengukmu di rumah mamahmu!"

__ADS_1


Satu ancaman dari Leo yang sangat menyakitkan hati, Renata. Kini Renata sudah tidak peduli lagi dengan rumah tangganya. Karena dia sudah lelah.


__ADS_2