
Dita terperangah pada saat dirinya mendapatkan teguran kasar dari Leo," mas, aku tidak melakukan apapun padanya. Ia sendiri yang menjatuhkan piring itu. Heh kamu, cepat bereskan kekacauan yang kamu buat sendiri!"
Tiba-tiba Leo melotot kearah Dita dan berkacak pinggang," heh, kamu masih saja seperti ini hah? apa kamu mau, aku talak sekarang juga? kamu yang bersalah kok melemparkan kesalahan pada orang lain sih? cepat kamu bersihkan semua kekacauan yang telah kamu buat! jika tidak aku talak kamu untuk yang kedua kalinya, paham!"
"Tia, kamu nggak usah takut ya. Kalau Dita berulah lagi, katakan saja padaku. Dan biarkan saja dia yang membersihkan semuanya juga perabot kotor biarkan dia yang mencucinya. Kamu awasi saja dia, jika berulah lagi laporkan saja padaku ya?" Leo menyunggingkan senyuman pada Tia seraya mengusap bahu Tia, setelah itu ia berlalu pergi.
Tia tersenyum sinis, dan ia jongkok di hadapan Dita yang sedang memunguti pecahan piring," Tia di lawan. Makanya nggak usah kamu macam-macam denganku ya? aku bisa melakukan segala macam cara loh, termasuk merebut suamimu itu! karena kamu juga mendapatkannya dari hasil merebut bukan?"
Dita sejenak menghentikan aktifitasnya tersebut," apa maksud kedatanganmu di rumah ini hah? apakah kamu ini orang suruhan dari Renata?"
Tia tersenyum sinis," aku sama sekali tidak tahu siapa itu Renata. Dan suatu saat nanti kamu juga akan tahu kok, apa maksud kedatanganku di rumah ini. Sudah nggak usah banyak kata, lanjutkan saja pekerjaanmu dan jangan lupa ya, cuci semua perabotan yang kotor sesuai perintah suamimu!'
__ADS_1
Dengan sangat terpaksa, Dita melakukan pekerjaan rumah tangga yang sama sekali tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Bahkan salah satu jarinya sempat terluka pada saat mengumpulkan pecahan beling piring. Hingga ia merintih kesakitan pada saat mencuci perabotan kotor karena jari yang terluka terasa perih.
"Manja banget sih kamu! baru tergores sedikit saja begitu," ejek Tia.
Dita menghentikan aktifitas mencucinya," heh, cepat kerjakan ini! disini kan aku yang majikan, kok malah aku yang bekerja sedangkan kamu hanya menonton?"
Tia tersenyum sinis," hello... apakah kamu lupa dengan perkataan Den Leo? apakah perlu aku bersandiwara lagi supaya kamu mendapatkan hukuman yang lebih parah lagi dari suamimu?"
Tetapi Tia sama sekali tidak takut dengan ancaman Dita. Justru ia datang ke rumah tersebut dengan tujuan balas dendam pada Dita dan Leo, dan ingin mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya yang telah di rampas paksa oleh Dita dan Leo dahulu.
"Yang licik itu kamu, Dita. Menghadapi orang licik itu harus cerdik. Aku terima tantangan darimu, Dita. Kta lihat saja seperti apa kedepannya sikap Den Leo padamu. Lagi pula kamu itu jelek, kamu terlihat cantik hanya karena make up mu yang tebal," ejek Tia.
__ADS_1
Dita sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, dan pada saat tangannya melayang akan menampar Tia, secepat kilat di tangkap oleh Tia dan di tamparkan ke pipi Dita sendiri.
PLAK!
"Auhhh...."
"Kenapa, lebay banget dech. Begitu saja sakit, belum juga aku tampar kamu dengan sandal," ejek Tia.
"Sudah aku katakan, nggak usah kamu macam-macam dengan wanita cerdik seperti diriku jika tidak ingin tersakiti sendiri. Kamu ingin menamparku tetapi kamu kena tampar tanganmu sendiri, hahahaha..."
Tia sangat puas, awal balas dendam berjalan lancar.
__ADS_1