
Tetapi Hans berusaha menahan amarahnya hingga kepalan tangannya mengendur. Tetapi Leo masih saja mencengkeram kerah baju Hans dengan mata melotot.
"Kamu nggak usah turut campur urusan pribadiku dengan Renata. Lagi pula kamu itu bukan siapa-siapa dan tidak ada hubungan apapun dengan Renata atau anakku!"
Renata sangat kesal dan ia lekas menelpon security untuk segera datang ke ruang kerjanya.
"Heh Leo, cepat kamu pergi dari sini sekarang juga sebelum security menyeret paksa dirimu. Dan tak usah kasar pada Hans!" ucap Renata geram.
Tapi Leo sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Renata, Leo malah akan melayangkan tinjunya ke wajah Hans akan tetapi secepat kilat tangannya di cekal oleh security.
"Pak, cepat bawa dia keluar dari ruang kerjaku. Dan pastikan supaya ia tidak datang lagi kemari!" perintah Renata sangat kesal.
Dua security mencekal paksa masing-masing satu lengan Leo dan menyeret paksa keluar dari ruangam tersebut. Leo terus saja memberontak tapi tidak bisa. Ia bahkan sempsy berteriak," awas saja ya kamu! aku pasti akan mengambil hak asuh anakku, dan saat itu tiba kamu akan menangis histeris karena aku memisahkanmu dari anakmu!"
Renata menghela napas panjang, ia tidak gentar dengan ancaman dari Leo.
Seperginya Leo, Renata meminta maaf kepada Hans," maafkan semua keributan yang telah terjadi barusan."
Hans tersenyum," kamu nggak perlu minta maaf karena semua yang terjadi di luar kehendak dirimu. Jadi jangan merasa nggak enak seperti ini. Yang terpenting semua sudah di atasi oleh security."
Renata tersenyum dan ia mengajak bercengkrama Hans mengenai kerja sama mereka. Di dalam hati, Hans berjanji akan melindungi Renata dari gangguan Leo.
__ADS_1
"Heran sekali, sudah berpisah saja masih mengganggu Renata. Walaupun aku belum pernah bertemu dengan anaknya, aku akan berusaha menjaganya. Jika perlu aku juga akan menemui Tante Leka untuk meminta izin padanya jika aku akan menjaga Renata dan anaknya," batin Hans.
Hans pun meminta alamat rumah Renata, karena ia suatu saat nanti pasti akan sering ke rumah Renata untuk selalu memastikan kondisi anak Renata.
*******
Sore harinya pada saat Renata pulang kerja, ia pun sempat menceritakan kedatangan Leo ke ruang kerjanya kepada Mamah Leka.
Mamah Leka yang mendengar akan hal itu begitu kesal. Dan ia pun mengatakan pada Renata untuk tidak khawatir apa lagi takut pada Leo.
"Kamu nggak usah takut, ada mamah ada Allah. Dan juga kita bisa mempekerjakan banyak anak buah untuk selalu waspada berjaga di rumah kita atau pada saat kita pergi."
Renata tersenyum," aku sama sekali nggak khawatir apa lagu takut padanya. Dia cuma manusia kok, sama seperti kita. Yang perlu kita takutkan itu Allah."
********
Sementara sesampainya Leo di rumah, ia marah-marah begitu hebatnya. Hingga membanting semua barang yang ada di ruang tamu. Hingga membuat seisi rumah terhenyak kaget dan segera berlari ke ruang tamu. Untung saja saat ini si kembar sedang ada di ruangan khusus bermain bersama dengan para baby sitter, hingga tidak mendengar suara haduh tersebut, karena ruangan khusus bermain kedap suara.
"Mas, kesurupan setan apa sih kamu? pulang-pulang kok ngamuk seperti ini?" oceh Dita justru menambah Leo semakin marah.
"Kurang ajar kamu ya! suamimu yang menafkahi dirimu di bilang setan!" bentak Leo melotot ke arah Dita.
__ADS_1
Kesempatan ini digunakan oleh Tia untuk mengambil hati Leo, ia datang dengan membawa minuman dingin," Den Leo, duduklah dan minumlah supaya pikiran adem."
Belum juga Leo menerima minuman yang diberikan oleh Tia, Dita sudah merampasnya dan menuangnya di lantai," apa-apaan kamu! dia itu suamiku, sedangkan kamu cuma asisten rumah tangga jadi nggak usah sok perhatian sama suamiku!"
Tia pun berakting, dia pura-pura tertunduk ketakutan. Hal ini membuat Leo semakin bertambah marah," dasar wanita setan! sebenarnya yang kesurupan setan itu kamu! dari awal aku pulang bukannya membuat amarahku mereda, tetapi semakin berkobar saja. Justru Tia itu pintar, ia memberikan aku minum supaya amarahku mereda!"
"Memang kamu itu tidak pantas untuk menjadi istriku, apa lagi wajahmu menakutkan seperti itu. Kamu lebih pantas bertukar posisi dengan Tia. Kamu lebih pantas menjadi asisten rumah tangga, sedangkan Tia lebih pantas menjadi majikan karena sifatnya yang lemah lembut dan bisa membuatku hati ini adem dan nyaman."
Dita semakin kesal, ia mengepalkan tinjunya seraya menatap benci je arah Tia, di dalam hatinya penuh umpatan am ancaman," tidak akan aku biarkan Tia menggantikan posisiku. Karena posisiku tidak akan bisa digantikan oleh wanita manapun. Lihat saja Tia, aku akan menyingkirkan dirimu seperti yang aku lakukan pada Syntia dan juga pada Renata!"
Di dalam hati atau sudah paham jika saat ini Dita sedang merencanakan sesuatu yang jahat untuk dirinya. Ia pun akan lebih mawas diri, ia bisa belajar dari pengalamannya dimasa lalu.
Berbeda dengan Leo, yang langsung saja menyindir Dita," awas saja ya Dita, jika kamu berani sedikit saja menyentuh atau menyakiti kulit mulus Tia, aku juga akan membalas lebih kejam. Jika bukan karena si kembar, aku juga sudah tidak sudi bertahan dengan wanita yang sifatnya sangat kasar dan buruk serta wajahnya seperti monster!"
Dita pun membela diri," mas, aku seperti ini karena sangat cinta an sayang padamu. Mana ada seorang istri yang rela jika suaminya mengagumi wanita lain."
Leo pun menjawab perkataan Dita," semua suami akan melakukan hal yang sama seperti apa yang aku lakukan jika mempunyai istri yang sifatnya sangat buruk seperti dirimu! seorang pria akan nyaman jika memiliki istri Yeng lemah lembut dan penyayang."
Di dalam hati Tia, ia mencibir. Karena ia tahu seperti apa sifat Leo yang sebenarnya. Dulu ia lemah lembut tapi dikhianati, begitu juga dengan Renata juga istri yang sangat baik dan setia tetapi juga dikhianati.
Tia tahu, Leo mengatakan hal itu di depan dirinya supaya dirinya simpatik dan jatuh cinta padanya.
__ADS_1
"Suami istri, sama saja sifatnya. Sangat buruk sangat licik dan jahat. Tetapi aku sengaja membalas kelakuan mereka secara step by step. Biar mereka merasakan kesengsaraan yang tidak berkesudahan," batin Tia.
Dita dan Leo terus saja berdebat hingga membuat Tia dan asisten rumah tangga kepercayaan Dita berlalu pergi. Karena mereka sudah bosan mendengar pertengkaran suami istri tersebut yang tidak ada ujung pangkalnya. Semakin ramai dan semakin gaduh karena Leo kembali membanting semua barang yang ada di ruangan tersebut.