
Karena terus didesak dan dipojokkan oleh Dita. Pada akhirnya, Leo pun menuruti kemauan Dita.
"Baiklah, esok kita akan menikah resmi sesuai kemauan dirimu. Tetapi pernikahan kita sederhana saja ya. Nggak usah mewah-mewah nggak apa-apa kan?"
Dita tidak mempermasalahkan hal itu, karena dia hanya ingin punya status yang jelas dengan pernikahannya bersama Leo. Rasa bahagia kini sedang di rasakan oleh Dita. Dia saat ini merasa telah menang dari Renata.
"Akhirnya, usahaku selama ini berhasil. Impianku untuk bisa kembali disisi Mas Leo selangkah lagi berhasil. Dan aku akan bahagia selamanya bersama dengan Mas Leo."
Kegirangan terus saja menyelimuti hati Dita. Ia beranggapan dirinya akan bahagia selamanya bersama Leo. Dia tidak menyadari jika bahaya sedang mengintai kehidupannya dan Leo. Karena Syntia akan membalas dendam pada mereka.
Esok harinya, Leo dan Dita benar-benar menjalankan pernikahan resmi mereka dengan sangat sederhana. Dan setelah itu, Dita pun tinggal di rumah Leo yang sangat megah.
Kini ia begitu sombong, hingga semena-mena terhadap bibi. Sang bibi pun tidak kerasan, ia mencoba menelpon Renata.
__ADS_1
"Aku akan telpon, Nin Renata. Siapa tahu dia mau menerimaku bekerja di rumahnya."
Kebetulan Renata sedang tidak sibuk, hingga ia bisa mengangkat panggilan telepon dari Bibi.
📱" Halo bi, ada apa ya?"
📱" Non Renata, bagaimana kabarnya?"
📱" Alhamdulillah baik, bi. Memangnya ada apa ya? sepertinya bibi sedang ada masalah? katakan saja bi, nggak usah sungkan."
📱" Nanti aku akan kirim salah satu orang kepercayaanmu untuk menjemput bibi ya? nanti bibi bisa bekerja di rumahku."
📱" Alhamdulillah, terima kasih Non Renata."
__ADS_1
Saat itu juga si bibi segera berkemas, dan setelah itu menghadap Leo yang kebetulan sedang bersama dengan Dita. Sebenarnya Bibi enggan sekali berpamitan di hadapan Dita, tapi ia tidak ingin berlama-lama tinggal di rumah tersebut.
"Den Leo, sebelumy saya mohon maaf jika hal ini begitu mendadak. Saya ingin mengundurkan diri bekerja di rumah ini," ucapnya seraya tertunduk.
Leo memicingkan alisnya, karena bibi sudah bekerja begitu lama di rumahnya, kenapa tiba-tiba ingin berhenti," loh kok mendadak seperti ini bi? apakah ada masalah di rumah ini? apakah gaji yang aku berikan kurang ya, katakan saja bi."
Bibi pun mengatakan jika dia tidak bermasalah dengan gaji. Dia berbohong dengan alasan ingin di rumah saja, karena suami telah bekerja dan juga anak sulungnya juga sudah bekerja.
Leo sebenarnya merasa keberatan, tetapi ia tidak bisa memaksa si bibi untuk tetap tinggal. Leo pun memberikan uang pesangon pada bibi, walaupun sempat di tentang oleh Dita.
"Mas, dia kan pergi sendiri. Jadi nggak perlu di beri pesangon. Kecuali dia di berhentikan olehmu."
"Disini aku yang kepala keluarga, jadi kamu nggak berhak mengatur. Terima saja, bi. Bisa untuk ongkos perjalanan pulang. Maaf ya Bu, aku nggak bisa mengantar bibi."
__ADS_1
Si bibi menerima uang pesangon dari Leo, dan ia segera berlalu pergi dari rumah tersebut karena tidak ingin uang yang di berikan oleh Leo, diminta oleh Dita.
Di luar rumah Leo, sudah datang mobil jemputan. Ia pun segera masuk ke mobil tersebut. Dan dari jauh, ada sepasang mata sempat melihat kepergian bibi.