Suamiku Tajir Melintir

Suamiku Tajir Melintir
Pr


__ADS_3

Andin yang masih duduk di bangku sma paling terkenal di kotanya harus dikejutkan dengan kabar orangtua nya yang memiliki hutang budi di masa lalu dengan seseorang dengan cara menikahkan anak perempuan nya ini dengan seorang laki-laki yang tajir melintir pastinya.


"Maafi kami nak gara-gara masa lalu papa dan mama kamu harus berkorban." Sesal papa andin pada anaknya ini.


"Tidak apa pa kalau sudah seperti ini andin siap saja untuk menikah dengan pria itu." Balas andin sambil menahan sesak di dalam dadanya itu.


"Andin berangkat dulu ya pa ma." Pamit andin kepada kedua orangtua nya itu.


Anak dari pengusaha sukses tidak membuat hidup nya berleha-leha dalam kemewahan yang di miliki keluarganya sendiri.


Seperti sekarang ini dia hanya menggunakan transportasi sebuah motor yang pasti nya tidak memiliki harga fantastik seharga mobil yang ia miliki di mansion orangtua nya itu.


Tetapi tidak bisa di pungkiri di balik kesederhanaan nya itu ia memiliki kepintaran yang mungkin di turunkan oleh gen kedua orang tua nya yang mempunyai otak encer sampai bisa memiliki bisnis di bidang kuliner yang sudah banyak orang mengetahui nya.


Andin yang sudah sampai di perkarangan sekolah nya itu lantas memarkirkan motor matic yang ia kendarai tadi dari rumah di tempat parkir yang biasa ia tempati.


"Pak, titip motor ya." Ucap andin sambil tersenyum kepada tukang parkir di sekolahan nya.


"Siap neng." Balas tukang parkir langganan andin yang sudah lama bekerja itu.


Sudah tidak asing lagi suara dari andin yang tiap kali motor nya terparkir sempurna pasti berpamitan pada nya entah lah mungkin sudah kebiasaan dari andin.


"Harus semangat din nggak usah di fikirin masalah yang di rumah tadi." Batin andin dengan menghelakan nafas kasarnya itu.


"Andin." Panggil sahabat nya yang berlari-lari kecil untuk mensejajarkan posisi nya pada andin.


"Ada apa tiara, tumben kamu datang nya pagi?" Jawab andin sambil mengerenyit heran melihat sahabat nya yang sudah datang pagi-pagi sekali biasanya kalau bel sudah berbunyi barulah ia datang.


"Kamu ini aku datang siang salah, aku datang pagi juga salah." Balas tiara sambil memanyunkan bibir nya seperti bebek kepada sahabat nya itu.

__ADS_1


"Bukan begitu, ayo kita masuk ke kelas." Ucap andin yang tidak mau berdebat sama sahabat nya karena nanti ujung-ujung nya tidak akan selesai.


Andin langsung mengandeng tangan tiara untuk masuk ke kelas bersama-sama.


"Din, kamu sudah kan ngerjai tugas yang di buat guru killer itu." Tiara bergedik ngeri membayangkan tatapan tajam ibu guru itu yang akan mengajar mereka nanti nya.


"Sudah dong." Balas andin dengan semangat karena menyukai pelajaran yang di sebut sahabat nya tadi guru killer.


Matematika, itulah pelajaran yang tidak banyak di sukai orang, hitung-hitungan membuat kepala pusing saja tetapi kalau di sruh hitung uang semua orang suka dan bisa.


"Ehm, aku mau liat ya, semalam aku sudah berusaha mengerjakan nya tapi tidak bisa." Ucap tiara dengan nada sedih yang di buat-buat karena ingin mendapatkan contekan dari andi pastinya.


"Kamu ini kebiasaan sih, ketiduran mulu itu pasti gara-gara kamu suka nonton drakor sampai-sampai nggak inget di pr, nanti kena marah guru nya nanti." Kesal andin pada sahabat nya itu karena tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk nya.


Andin yang tidak begitu menyukai drakor berbeda dengan tiara yang sudah fasih semua yang berhubungan dengan drakor itu bahkan bisa memakan waktu berjam-jam hanya untuk menonton drakor itu karena menurut nya sangat menarik di tambah pemain nya yang berparas tampan semakin membuat nya menggila.


"Ini, cepatlah kerjakan nanti ke buru bel lagi!" Perintah andin sambil menyerahkan buku nya tadi kepada tiara.


"Terima kasih princes." Balas tiara dengan kegirangan langsung mengeluarkan buku nya dan menyalin pr yang sudah andin kerjakan dengan benar itu.


"Iya tiara." Jawab andin sambil tersenyum.


Tiara yang tidak ragu lagi pada jawaban yang ada di buku sahabat nya itu karena prestasi andin yang banyak dan sudah hampir semua orang yang ada di sekolah itu mengetahui nya.


Banyak juga piala dan piagam yang di dapatkan andin bila menjadi siswa yang terpilih mewakili sekolahan yang sekarang ia kenyami ini.


Sambil menunggu tiara mengerjakan andin mengeluarkan buku-buka nya yang ada di dalam tas tak lupa membaca nya terlebih dulu sebelum masuk ke halaman yang akan di bahas oleh guru jadi ia tidak akan kerepotan dan kesusahan lagi karena sudah sedikit demi sedikit mempelajari dan membaca nya.


Tak butuh waktu lama tiara mengerjakan pr nya karena cuman sedikit tetapi kalau tidak bisa kepala rasanya mau pecah seperti itulah yang di rasakan tiara dan kebetulan sekali sahabat yang ia punya mempunyai otak yang sangat ecer.

__ADS_1


Tidak lama kemudian datang lah sahabat mereka berdua yang satu lagi,


Ando laki-laki yang selalu menempel pada andin dan tiara yang sudah di anggap musuh bagi tiara sendiri entah lah setiap berdekatan pasti akan terjadi perdebatan yang tidak kunjung usai walau sudah beberapa episode nya.


"Hai girls kalian pasti menunggu aku ya?" Tanya ando dengan pd nya sambil melangkahkan kaki nya mendekat ke arah tiara dan andin yang sudah duduk di bangku mereka berdua


"Ish, siapa juga nunggui kamu." Balas tiara dengan muka sinis nya.


"Siapa juga bertanya padamu, orang nanya andin, iyakan din?" Ucap ando dengan nada sewot nya kepada tiara.


Andin hanya tersenyum saja melihat tingkah kedua sahabat nya yang seperti tom&jerry.


"Tuh liat kamu di kacangi, hahaha." Tawa lepas tiara mengejek ando.


"Mana ada kamu saja tidak lihat senyum dari bidadari aku tadi." Goda ando di pagi hari yang tidak ingin menerima ejekan dari tiara pasti nya.


"Sudah jauh-jauh sana nggak usah dekati andin." Ucap tiara dengan nada kesal nya.


"Orang nya aja nggak sewot kok kamu yang sewot, apa kamu cemburu? ayo ngaku?" Tanya ando dengan nada menggoda nya.


"Kalau bisa dua kenapa harus satu." Batin ando dengan kegirangan yang membayangkan di sisi kanan nya andin dan di sisi kiri nya ada tiara yang akan mendampingi nya kelak.


Tiara langsung menutup muka ando dengan telapak tangan nya karena melihat ando yang lagi senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


"Apasih kamu ini tiara nganggu aja." Ucap ando dengan rasa kesal nya karena terhenti lamunan yang membuat nya merasa senang tadi.


"Kamu itu aneh ya lagi ngelamuni apa tadi hah pasti berkhayal yang enggak-enggak tentang kami berdua." Balas tiara dengan mode garang nya itu.


"Pd banget sih kamu ini orang nggak ada mikir kesana ngapain juga kamu harus tahu." Jawab ando yang ingin mengalah karena tebakan yang tiara tuduhkan tadi memang benar adanya.

__ADS_1


__ADS_2