Suamiku Tajir Melintir

Suamiku Tajir Melintir
Jidat yang tidak bersalah


__ADS_3

"Pd nya nurut kamu banget ma." Ucap papa andin yang memang benar apa adanya.


"Jadi kata papa mama nggak cantik gitu hanya ke pd an saja." Balas mamanya andin yang sedikit menjauh dari suaminya.


"Alamak bisa tidur di luar ini kalau sampai nggak bisa bujuk istriku ini." Ucap papa andin yang mampu ia katakan di dalam hatinya saja.


Tidak mungkin juga ia ucapkan secara langsung yang ada nambah bahaya lagi dirinya itulah yang akan rugi sendiri bukan orang lain tentunya itu sudah pasti benar adanya.


"Mama kan wanita yang paling cantik yang papa punya." Balas papa andin yang mencari aman untuk kententraman dalam dirinya saat ini juga.


Mama andin malu sendiri di puji oleh suaminya secara langsung di depan anaknya saat ini juga tapi ia ingin menanyakan ulang lagi apakah benar yang di katakan suaminya itu.


Atau hanya sekedar karena dapat tekanan dari dirinya saat ini yang membuat suaminya itu mengatakan seperti tadi yang baru ia lontarkan memuji dirinya itu.


"Bener nih mama yang paling cantik?" Tanya mama andin pada suaminya.

__ADS_1


Tak lupa wajahnya itu ia dekatkan pada suaminya sambil menaik turunkan alisnya hanya sekedar meminta jawaban yang sudah tahu jawaban apa yang akan di berikan suaminya itu nantinya.


"Iya bener lah ma masa papa bohong sih." Balas papa andin sambil memberikan cubitan pada pipi istrinya itu karena merasa gemas dengan wajah istrinya saat ini juga.


"Ih papa mama jadi malu." Jawab mama andin dengan salting nya.


Papa andin yang melihat itu langsung memeluk kembali istrinya.


Mama reyhan membalas pelukan yang suaminya itu berikan seperti sekarang ini.


Begitulah ya kalau cinta sedang mengebu-gebu nya yang ada di fikiran kedua orangtua andin saat ini ada hanya mereka berdua saja tidak ada orang lain.


Padahal jelas-jelas ada anaknya sendiri menyaksikan bagaimana mereka berdua berpelukan saat ini ya walaupun sudah sah-sah saja dan tidak terlalu vulgar.


Tetapi jika lagi di tempat umum bisa bahaya kalau di tonton oleh orang lain ada dua opsi yang kita dapatkan pujian atau cibiran.

__ADS_1


Pujian yang kita dapatkan dari orang lain membuat diri kita mengucapkan kata Alhamdulillah.


Tetapi kalau cibiran yang di lontarkan orang lain kepada kita hanya bisa mengelus dada dan bersabar pastinya.


Karena kalau di ladeni tidak ada kesudahan nya saja yang ada buang-buang waktu karena itu bukan lah hal yang penting.


Andin yang mendengar semua yang di katakan kedua orangtua nya itu hanya bisa berdehem saja untuk menginggatkan kedua orangtua nya bahwa ada kehadiran dirinya juga di sini.


"Khem." Ujar andin sambil menutup sebagian hidung dan mulutnya itu.


Mendengar deheman yang keluar dari mulut anaknya itu membuat papa dan mama andin sendiri melepaskan pelukan mereka berdua.


"Eh anak anak kita di sini mas." Ucap mama andin tanpa wajah yang berdosa.


Dan memang benar tebakan dari andin sendiri jika kedu orangtua nya tidak mengingat lagi kehadiran dirinya di sini.

__ADS_1


"Iya ma papa juga lupa." Balas papa andin sambil menepuk jidat nya yang tidak bersalah itu.


__ADS_2