
Andin yang sudah tidur setelah menghabiskan waktu setengah jam untuk memejamkan matanya ternyata bisa membawa nya kembali ke dalam mimpi indah yang memang ia harapkan dan pinta setelah baca doa tadi.
Bertemu dengan pangeran yang berparas tampan sama seperti dirinya yang cantik agar bisa mendapatkan keturunan yang cantik atau ganteng tapi yang paling penting memiliki akhlak yang baik sama seperti nya sendiri.
Meskipun pria yang biasa-biasa saja tidak menutup kemungkinan pasti anak andin nanti akan cantik dan juga tampan pastinya karena andin yang memiliki porsi pas pahatan wajah yang ia miliki sekarang ini juga.
Bersyukur itulah yang setiap hari andin lakukan dan rasakan di dalam dirinya sebab itulah kesederhanaan lah yang ia jalani dalam dunia ini.
Bukan kemewahan dengan menghambur-hamburkan uang nya untuk membeli barang-barang yang tidak ia perlukan atau gunakan.
Memiliki sifat yang di miliki andin memang jarang untuk di temui oleh orang lain apalagi dengan memiliki keluarga kaya raya.
Yang biasanya membuat orang itu akan lupa untuk memanusiakan seseorang yang hidup nya berada jauh dari andin sendiri.
Tetapi tidak dengan andin yang bisa bersosialisasi dengan siapapun yang sedang berada di dekatnya.
Malam yang gelap di hiasi bintang-bintang yang bertaburan indah jika kita melihat nya sendiri apalagi jika kita memiliki sebuah kenangan atau momen bersama orang yang terdekat kita yang belum bisa kita lupakan pastinya.
Dalam kesunyian dan kesepian di malam hari ini banyak sekali di manfaatkan oleh orang untuk menyendiri dari beberapa masalah yang mereka hadapi di siang hari entah masalah hidup yang berantakan atau masalah pekerjaan yang lagi berat ia jalani.
Pagi pun menyambut andin untuk bangun dari tidur panjang nya yang saat ini lagi di rasakan sendiri di kamar pribadi nya yang tidak ada satupun yang bisa menganggu dirinya itu.
Karena sudah ia kunci dari dalam pintunya kecuali mama nya sendiri yang membuka pintunya dari luar menggunakan kunci serap.
Sifatnya yang sedikit manja karena memang banyak ia dapatkan dari keluarga nya di rumah ini sikap yang saling rangkul tanpa melepaskan satu sama lain yang jarang banyak orang rasakan di dalam rumah mereka sendiri.
Dan itu terkadang membuat seorang anak mencari kesenangan dirinya sendiri di luar rumah dengan melakukan banyak hal yang menurutnya bisa membuat ia bahagia dan tertawa yang tidak dia dapatkan di dalam rumah mereka sendiri.
__ADS_1
Ada hal positif namun tak jarang banyak juga hal negatif yang mereka rasa di dalam hatinya berkata ingin mencoba tapi bisa berakibat fatal untuk dirinya sendiri yang akan merugi tidak bisa mencicipi masa depan yang cerah lagi.
Penyelesan yang ujung-ujung nya orang-orang itu tapi itu tidak akan berguna karena tidak bisa menolong mereka ibarat pepatah nasi sudah menjadi bubur dan tak akan bisa kembali seperti semula.
Walaupun bisa tapi tak akan sama seperti yang sebelum nya baik dari bentuk wujud asli mereka apapun sesuatu nya itu.
Andin yang sudah bangun itu langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah ia membereskan tempat tidur nya terlebih dulu hanya butuh waktu setengah jam saja andin menyelesaikan waktu mandi nya untuk berangkat ke sekolah seperti biasa.
Ia berpakaian terlebih dulu lalu menyisir rambut nya yang tak lupa ia geraikan begitu saja pastinya karena nanti ia akan memakai helm yang akan susah bila memakai semacam jedai itu.
Karena jika ia menggunakan motor memang biasanya selalu memakai helm untuk keselamatan dirinya sendiri juga.
Tas sekolah yang memang sudah ia siapkan karena andin sendiri orang nya yang sangat rajin.
Membuat ia selalu mengecek setiap jadwal pelajaran yang mana saja ada pr yang di berikan oleh bapak atau ibu guru yang mengajar ia di sekolah tentunya.
Ia menenteng tas itu dan tak lupa kaos kaki dan sepatu yang sudah ia pakai dengan lengkap dan langsung turun ke bawah untuk ikut sarapan bersama papa dan mama nya yang pastinya sudah menunggu dia disana.
Ia pun langsung membalas balik senyum yang terukir di wajah cantiknya yang di berikan untuk kedua orang yang sangat ia sayangi itu.
Andin langsung sajq duduk di salah satu kursi yang memang biasa ia tempati setiap harinya saat mereka akan bersama seperti yang sekarang ini di lakukan keluarga nya.
"Ayo nak kita makan bersama." Ucap daddy yang menatap ke arah andin yang sudah duduk manis tak lupa senyum manis menghiasi wajah tua nya ya meskipun masih terlihat tampan pastinya.
"Ambilin dong ma, andin lagi mode manja nya pagi ini." Pinta andin dengan memasang wajah imut nya yang memang masih muda usianya itu jadi pas tidak terkesan di buat-buat.
"Yaudah mau makan apa aja sayang." Balas mama andin yang memang sabar menghadapi keluarga kecil nya yang terkadang manja minta ampun pada dirinya itu.
__ADS_1
"Yeah mama memang hebat." Jawab andin dengan kegirangan yang menyelimuti dirinya pagi ini tak lupa jempol ke atas untuk menunjukan ekspresi bahwa mama nya sangat best.
"Istri siapa dulu dong." Kata papa dengan bangga nya sambil mencuri cium pipi istrinya itu.
"Ih papa romantis sekali pengen deh dapat suami yang seperti papa." Ungkap andin yang memang setiap harinya selalu melihat keromantisan papa dan mama nya yang membuat ia terinspirasi dari orang tua nya ini.
"Amin mama doain pasangan kamu nanti bisa menghadapi sifat anak kecil kamu ini yang kadang suka manja salah satunya di antara yang lain." Doa mama untuk anak nya itu.
"Amin ma semoga andin memiliki keluarga yang harmonis seperti kita ini dan mendapatkan suami yang tajir melintir." Balas andin sambil tersenyum.
Senyum dari kedua wanita yang berada di meja makan itu membuat papa bahagia juga karena kerukunan yang seperti ini bisa membuat jiwa kita kembali baik.
Dan semangat untuk mencari nafkah semakin berkobar untuk membahagiakan orang-orang yang berada di dekat kita pastinya.
"Ya udah ayo kita makan dan jangan lupa baca doa terlebih dulu!" Perintah papa yang selalu menggingatkan saat lagi makan harus membaca doa dulu.
Andin yang memang sudah terbiasa akan perintah papanya tanpa di suruh ia sudah melakukan nya di dalam hatinya begitu juga dengan mama nya.
Petuah yang harus di ingat apa saja yang kita kerjakan dan lakukan harus membaca bismillah terlebih dulu.
Mereka memakan sarapan pagi dengan tenang tanpa ada suara apapun karena dalam keadaan makan di meja makan hanya suara sendok yang beradu pada piring lah yang terdengar di ruangan itu.
Selepas itu andin yang sudah terlebih dulu makan nya langsung berpamitan pada orangtua nya untuk berangkat ke sekolah dengan menggunakan motor roda dua nya itu.
"Pa, ma andin berangkat ya." Pamit andin yang langsung mencium punggung tangan kedua orangtua nya secara bergantian.
"Hati-hati nak nggak usah ngebut di jalan." Balas mommy yang mencium pipi anak gadisnya itu.
__ADS_1
"Hati-hati kalau ada apa-apa telfon papa." Jawab daddy dengan mengelus puncuk kepala andin.
Mereka berdua tersenyum menatap punggung belakang andin yang sudah tidak terlihat lagi itu.