
Wajah memelas yang lagi kedua orangtua nya ini tujukkan kepada dirinya sangat mengelikan terlihat dari pandangan mata andin saat ini juga.
Bagaimana tidak terlihat sekali wajah yang di buat sendu ini tidak sesuai dengan kepribadian orang luar tahu pastinya.
Tidak dapat di sentuh oleh orang lain pastinya bagaimana sifat mereka aslinya karena yang mereka tahu ada dua wajah ramah dan wajah datar saja.
Yang orangtua andin tampilkan kepada orang luar bukannya sombong tetapi hanya lebih ke menjaga privasi keluarga mereka aja.
Tidak dengan andin yang memang suka bergaul dan mendekatkan diri pada karyawan papa dan mamanya itu tentunya tak lupa kedua sahabat dia yang berada di sekolah.
Tetapi ia tidak bisa meledakkan tawanya begitu saja karena ingin melihat kelanjutan yang di buat oleh kedua orangtua nya sendiri.
"Sudah menjahili harus di balas dengan jahilan juga dong." Gumam andin yang mampu ia katakan di dalam hatinya.
__ADS_1
Kesenangan dan kebahagian yang ingin di keluarkan dengan tawa yang ada di wajah andin saat ini karena melihat wajah kedua orangtua nya yang tidak cocok kalau tahu keseharian mereka gimana.
Tapi mau bagaimana lagi sudah menjadi resiko siapa yang berbuat dia harus tanggung jawab begitulah fikir andin saat ini juga.
"Nggak mau andin ngambek beneran sama papa dan mama." Ucap andin sambil bersedikap kedua tangannya di dada andin sendiri.
Tak lupa wajah yang sedikit di tekuk serta bibir yang manyun ekspresi andin saat ini memang ia sengaja lakukan agar bisa menunjang kata yang ia lontarkan barusan kepada kedua orangtua nya ini.
Tidak mungkin juga andin mengatakan itu dengan ekspresi bahagia dan senyum mengembang di wajah cantiknya itu hal mustahil jika terjadi.
Memang beginilah kebiasaan keluarga andin jika di antara mereka ada yang merajuk atau ngambek pasti akan di bercandai terlebih dulu.
Karena apa biar andin yang lagi bad mood ini bisa kembali tertawa dan bermain seperti sedia kala saat ia tidak merajuk lagi jika itu berhasil.
__ADS_1
Tapi jika tidak berhasil ya apa boleh buat kita harus membicarakan nya dengan serius apa yang menjadi sebab sehingga berakibat seperti inilah.
Begitulah cara fikir kedua orangtua andin ini jika di antara mereka yang berada di dalam rumah ini emosi jangan di tanggepi dengan amarah.
Tetapi dengan kepala dingin yang bisa menjadi serta mencari solusi yang baik untuk masalah yang di hadapi.
"Iya nanti pangerannya nggak jadi dateng nih kerumah kita nak." Sambung papa andin yang semakin nggak nyambung.
Demi untuk membuat sebuah lelucon agar anaknya kembali tersenyum dan tertawa pastinya sesuai dengan keinginan dari keduanya itu.
Tidak mungkin juga akan ada pangeran yang datang sedangkan andin sendiri tidak mempunyai pasangan kedua orangtua andin juga sudah mengetahuinya.
Tanpa di beri tahu oleh andin sendiri juga pasti papa dan mama andin sudah mengetahui informasinya terlebih dulu jika sudah ada dari anak laki-laki mereka pastinya.
__ADS_1
Karena kedua beradik ini selalu memberi kabar satu sama lainnya dan tak lupa di setiap lagi menelfon keduanya selalu menceritakan keseharian keduanya masing-masing.