Suamiku Tajir Melintir

Suamiku Tajir Melintir
Saling tatap


__ADS_3

"Ih papa dan mama emang begitu suka lupain anak sendiri." Ucap andin dengan wajah cemberutnya.


Papa dan mama andin sendiri saling toleh sesama karena mendengar ucapan protes yang di sampaikan anaknya seperti sekarang ini.


Lalu senyum terbit di wajah kedua orangtua andin tentunya sambil menatap ke arah anaknya itu yang masih dengan wajah cemberutnya itu.


Tapi tidak apa menurut papa dan mama andin meskipun dengan wajah yang cemberut itu tidak mengurangi kadar kecantikan yang melekat di wajah anaknya itu.


"Yaudah deh andin langsung pergi aja dari sini." Sambung andin karena melihat kedua orangtua nya malah tersenyum bukannya membalas perkataan yang ia lontarkan tadi.


"Silahkan nak itu pintu keluarnya disana." Balas mama andin sambil menunjuk pintu keluarnya untuk mengoda anaknya itu sendiri.


Yang memang sudah terbuka dengan lebar tentunya karena suaminya sendiri yang masuk ke dalam sini tadi tidak menutup pintunya kembali.


"Liat tuh pah istri papa ngusir aku." Adunya pada papanya sendiri.

__ADS_1


Karena andin sendiri bukan tipe orangnya yang mudah sakit hati karena ucapan yang memang ia tahu itu hanya sekedar candaan bukan sebenarnya.


Ia yang selalu mendapatkan dan merasakan curahan kasih sayang kedua orangtua nya tidak begitu mudah termakan ucapan mamanya yang langsung menyuruh dirinya untuk keluar.


Tidak membuat diri andin merajuk langsung dan pergi dari sana serta mood nya langsung down begitu saja.


Tapi ia malah meminta dukungan dari papanya sendiri untuk membantu membela dirinya yang sedang mendapatkan godaan dari mamanya cantik nya ini.


"Ulu ulu tadi kata kamu sendiri kan yang mau pergi dari sini bener loh mama kamu hanya menunjuk pintu keluarnya saja." Balas papa andin.


Tak lupa juluran lidah ia berikan pada anaknya yang berada tidak jauh dari dirinya saat ini yang artinya andin sendiri sudah kalah dan dirinya lah yang menang.


Andin menghembuskan nafas kasarnya karena papanya bukan membela dirinya malah ikut membantu mamanya itu untuk memojokkan dirinya seperti sekarang ini.


"Hem papa dan mama sama saja nggak sayang sama andin lagi." Ucap andin yang pura-pura merajuk.

__ADS_1


Ia membalikkan badannya membelakangi kedua orangtua nya ini agar tidak terlihat wajahnya yang sudah tersenyum.


Karena merasa geli sendiri dengan tingkahnya seperti sekarang ini yang ia lakukan pada kedua orangtua nya sendiri.


"Tahan andin agar misi pembalasan kamu berhasil jangan dulu ketawa ok." Ucapnya yang menyemangati dirinya sendiri.


Bukannya andin mau kurang ajar tapi ia sendiri ingin melihat reaksi papa dan mama nya saat ia merajuk karena ulah mereka berdua sendiri.


"Pah kayaknya anak kita memang merajuk tuh." Bisik mama andin tepat pada telinga suaminya itu.


Baru berapa langkah kaki andin melangkah papa nya langsung bersuara.


"Maafi kita yah nak kami berdua tadi hanya bercanda saja." Ucap papa andin dengan suara keras takut anaknya itu tidak mendengar perkataan yang ia lontarkan ini.


"Benar itu nak kami hanya bercanda saja." Timpal mama andin karena takut anaknya itu tidak mempercayai ucapan suaminya tadi.

__ADS_1


Andin langsung menghentikkan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah kedua orangtua nya yang memang lagi menatap dirinya juga.


__ADS_2