Suamiku Tajir Melintir

Suamiku Tajir Melintir
Taman bunga


__ADS_3

Andin yang sudah bosen di dalam kamar nya itu sendirian memutuskan untuk turun lantai bawah untuk bergabung dengan aktivitas yang mama nya sedang kerjakan saat ini.


Meskipun mama andin mempunyai usaha juga sama seperti suaminya tapi memang ia sudah menanamkan dalam dirinya sendiri untuk menggunakan waktu yang banyak berada di dalam mansion nya.


Dan hanya sesekali saja mendatangi sekalian mengecek gimana grafik penghasilan dari salon yang dia bangun dengan kerja keras sehingga membuahkan hasil yang maksimal.


Karena sudah banyak karyawan yang di pilih sesuai dengan kemampuan yang mereka punya pastinya bekerja disana selain untuk menyambung hidup mereka sendiri ada juga yang membantu perekonomian keluarga untuk hidup lebih berkecukupan pastinya.


Dan sekarang ini mama andin sudah berada di taman bunga yang sangat bagus dan cantik karena sudah banyak bunga yang tumbuh dengan mekar dan indahnya untuk memanjakan mata bagi yang melihat taman bunga ini.


Karena tidak ada aktivitas selain memasak akhirnya mama andin mencoba membuat taman bunga ini yang berbekal dengan melihat youtube untuk mempelajari bagaimana caranya agar bisa bertumbuh kembang dengan baik seperti yang di inginkan mama andin pastinya.


"Bik mama mana?" Tanya andin pada bibik yang sedang berada di dapur.


Andin mengira mama nya berada di ruang tamu untuk bersantai di atas sofa dan menikmati cemilan yang tak lupa menonton tv dengan genre yang di sukai orang yang menonton nya.


Tapi pas andin ke sana tidak ada orang ia pun memutuskan untuk ke luar melihat hamparan pepohonan yang rimbun di sebrang rumah nya berada sambil menghirup udara yang sejuk dan membiarkan angin menerpa tubuh nya saat ini.


"Enak banget rasanya aku ingin berlama-lama di sini." Ucap andin yang memejamkan matanya sambil membentangkan tangan seperti para bocah yang saja yang di lakukan andin kali ini.


Pak satpam yang sedang berada di pos nya tersenyum kala ia melihat andin seperti itu ia jadi teringat masa kecil andin yang memang suka dengan alam dan suasana yang sejuk seperti yang di rasakan dirinya saat ini.


Yang dimana banyak pepohonan yang rimbun ini bisa membuat orang yang berada di bawah nya terkadang ngantuk seketika karena keasikan menikmati angin.


Yang membuat tubuh kita langsung adem seketika di tambah dengan cuaca yang mendukung tidak sepanas yang andin rasakan saat dia berada di atas motor pas pulang dari sekolahnya tadi.

__ADS_1


Andin yang sedikit lama karena keasikan menikmati semua yang ada di sekitarnya sekarang ini tidak teringat bahwa bukan dirinya saja di sana.


Karena keberadaannya yang sedang berada di luar mansion orangtua nya ini bertingkah yang menurut orang lain jika melihatnya sedikit lucu karena gemas dengan anak majikannya yang masih bertingkah selayaknya anak kecil tidak sesuai dengan umur yang sudah beranjak dewasa pastinya.


Meskipun ia sudah sma tapi andin memang memiliki wajah yang sangat imut seperti masih bocah saja selain karena dia sangat merawat mukanya itu di tambah lagi dengan keadaan sekitar yang sangat mendukung hasil dari perawatan yang sering ia lakukan di mansion.


Ia sendiri tidak menyadari sudah menjadi tontonan bagi para pekerja yang sedang bekerja di luar ini.


Tapi tak apa pakaian yang ia gunakan sekarang ini sangat sopan tidak seperti biasanya hanya memakai celana pendek karena menurutnya saat ingin melakukan aktivitas tidak menganggu dirinya.


Setelah andin merasa sudah terlalu lama dengan apa yang dia lakukan ini akhirnya ia membuka matanya terlebih dulu.


Tatapan matanya langsung bersitobrok dengan mata pak satpam yang sedang berdiri tidak jauh dari dirinya sekarang ini.


Rasa malu inilah yang telah mengerogoti diri andin karena posisi tangan yang masih terbentang dengan sempurna karena dirinya tadi baru membuka mata belum sempat menurunkan tangan nya sudah langsung melihat pak satpam.


Terkadang rasa rindu pada keluarga mereka seperti inilah yang menghinggapi para pekerja yang sedang bekerja merantau.


Hanya untuk membiayai kebutuhan keluarganya sendiri agar bisa bertahan hidup untuk mengisi perut yang terkadang keroncongan karena segera minta di isi oleh pemiliknya.


Andin hanya bisa melemparkan senyum saja pada pak satpam karena tingkah konyol yang ia lakukan tadi tapi rasanya enak jadi mau bagaimana lagi.


Pak satpam yang melihat anak majikannya tersenyum kepada nya membalas dengan senyuman kembali.


Dia merasa kalau anak majikannya itu sepertinya sedang merasa malu karena sudah di lihati dirinya dan para pekerja yang lain kembali duduk ke pos nya seperti tidak ada yang terjadi apapun.

__ADS_1


Andin langsung bergegas masuk ke dalam lagi karena dia teringat kembali akan mamanya yang tak kunjung ia temukan malah terjadi kejadian yang membuat malu dirinya inilah.


"Bik lihat mama nggak andin sudah cari-cari nggak ketemu?" Tanya andin di salah satu pelayan yang ada disana.


"Nyonya di taman bunga non." Balas bibik itu pada andin.


"Makasih ya bik." Jawab andin tak lupa senyum tersematkan di wajah cantiknya itu.


"Sama-sama non." Ujar bibik membalas perkatan nona nya.


Andin langsung bergegas berlalu dari sana karena ingin menuju yang dimana mama nya sedang berada di taman bunga yang sudah bibik beri tahu kepadanya tadi sambil berlari-lari kecil tak lupa senandung lagu yang dia ucapkan sepanjang ia berlari itu.


Bibik yang melihat tingkah laku anak majikannya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja dan tersenyum kala mendengar suara lembut.


Dan bagus bila terdengar oleh orang yang tidak sengaja mendengar andin sedang bernyanyi walaupun dia bukan penyanyi tapi suaranya sangat sopan bila masuk ke telinga orang yang mendengarkan nya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama andin sampai juga dimana dia sudah bisa melihat mamanya yang lagi menyiram bunga yang banyak di taman itu.


"Asik banget ya ma andin cariin dari tadi eh taunya di sini." Ucap andin karena ingin memberi tahu keberadaan nya yang sudah ada di sana.


"Eh ada anak mama yang sudah wangi." Balas mama andin yang tersenyum menatap ke arah anaknya itu.


"Ada apa cariin mama nak?" Sambung mama andin yang bertanya kepada anaknya itu.


"Nggak boleh apa nyariin mama kan andin kangen sama mama." Balas andin dengan wajah di tekuknya.

__ADS_1


"Bukan begitu yaudah sini bantuin mama aja untuk nyiram bunga dan tanaman disini." Ajak mama andin yang melihat wajah anaknya yang cemberut itu agar kembali ceria seperti biasanya.


__ADS_2