Suamiku Tajir Melintir

Suamiku Tajir Melintir
Ketiduran


__ADS_3

Tiara yang tidak bisa menahan lagi rasa kantuk nya saat ini akhirnya kepala yang tadi di atas meja sekarang sudah menempel tepat berada di meja.


Bertepatan dengan bu mela yang sudah menyelesaikan penjelasan nya dan menghadap ke arah semua siswa maupun siswi di dalam kelas itu.


"Bagaimana anak-anak apakah kalian mengerti?" Tanya bu mela sambil menatap ke arah semua orang di sana tanpa terkecuali.


"Iya bu kami mengerti." Balas serempak murid yang ada di dalam kelas itu kecuali ando yang sedang berada di kuar kelas.


Pandangan buk mela langsung fokus melihat tiara yang sudah tidur dengan posisi yang sangat nyaman yang lagi dia rasakan itu.


Andin tidak bisa berbuat banyak karena posisi tiara yang berada di dekat dinding dan tiara tidak bisa melihat sahabat nya sendiri yang lagi tidur dengan nyenyak di dalam kelas.


"Maafi aku ya ndin nggak bisa nyelamati kamu kali ini karena aku tadi tidak melihat kamu yang lagi tidur karena fokus melihat penjelasan dari bu mela tadi." Ucap andin yang dengan mode pasrahnya itu.


Bu mela mendekati meja andin dan tiara yang berada tidak jauh dari posisi nya dan setelah sampai.


Brakk.


Bu mela membangunkan tiara dengan cara mengebrak meja dengan keras sontak saja tiara langsung bangun dengan rasa terkejut yang luar biasa karena dia yang baru masuk ke dalam mimpi itu tiba-tiba harus di kejutkan dengan suara yang sangat keras menurutnya.


"Gempa, gempa andin ayo kita keluar." Teriak tiara dengan mata yang memerah karena baru bangun tidur.


Nyawa tiara yang belum terkumpul dengan sempurna itu membuat nya tidak sadar sedang berada dimana dan teriak nya itu refleks dalam dirinya yang keluar dari dirinya sendiri.


Andin yang mendengar itu melotot kan matanya dengan besar karena pasti akan mendapatkan masalah besar dari bu mela yang wajah nya sudah merah padam seperti banteng yang siap menyeruduk siapa saja yang ada di depan nya.


Semua orang yang ada di kelas itu langsung tertawa semua tanpa terkecuali, tapi tidak dengan buk mela yang sedang kesal bukan main karena ulah salah satu siswi yang sedang di ajar nya saat ini.


Lantas bu mela menyuruh mereka semua yang ada di dalam kelas untuk diam dan berhenti tertawa.

__ADS_1


"Berhenti tertawa." Teriak bu mela sambil menatap tajam ke arah tiara yang sudah membuat kekacauan ini


"Seperti harimau saja yang sudah siap menerkam, hihihi." Ucap tiara di dalam hatinya sambil menahan tawanya agar tak pecah dengan seketika.


Tiara yang sudah tersadar akan kekacauan yang di ciptakan lantas duduk dengan tenang sambil mengatur nafas nya yang terasa tercekat karena melihat tatapan bu mela kepada dirinya saat ini.


"Matilah aku." Batin tiara sambil melafaskan segala doa yang dia bisa untuk meloloskan dirinya yang sedang dalam masalah yang ia perbuat dengan sendirinya.


"Kamu kerjakan soal yang akan saya tulis di papan tulis!" Perintah bu mela setelah orang-orang yang berada di dalam kelas sudah kondusif tidak ada lagi keributan.


Bu mela melangkah kakinya ke depan dan di ikuti tiara dengan muka kusut nya karena sudah pasti dia tidak bisa menyelesaikan nya dan membuat bu mela bertambah marah dengan dirinya.


Tetapi sebelum melewati sahabatnya itu, andin hanya bisa menyemangati nya saja tanpa bisa memberikan jawaban dari soal yang nanti nya akan di berikan bu mela karena di akan di awasi terus menerus pastinya.


"Semangat sayang." Ucap andin dengan kekehan kecil karena tidak ingin terdengar oleh bu mela itu.


Bisa berabe urusan nya nanti, begitulah fikir andin di dalam hatinya saat ini.


"Silahkan kerjakan!, yang lain harus menyimak siap-siap untuk yang lain nya." Ucap bu mela dengan tampang yang sepertinya sudah bersahabat walaupun sedikit itu bisa membuat tiara sedikit lebih lega.


Mereka nampak memperhatikan ke depan papan tulis karena merasa takut di suruh ke depan nanti nya setelah tiara bisa mengerjakan soal itu.


Sudah setengah jam sudah tiara di sana otak nya yang memang tidak pintar banget di tambah harus mengerjakan soal yang bahkan ia tidak tahu apa-apa karena tidak menyimak dengen jelas materi yang di sampaikan tadi.


Kram.


Itulah yang di rasakan oleh kaki tiara saat ini tetapi dia hanya bisa mengerutu di dalam hatinya tanpa bisa mengatakan nya secara langsung pada bu mela yang masih melihat ke arah dia berada.


"Aduh pegal sekali kaki ku ini mau duduk nanti kena sengap lagi mana bu mela memperhatikan aku terus dari tadi kenapa susah sekali soal ini padahal otak ku sudah bekerja dengan keras tapi belum juga menemukan hasilnya." Ucap tiara di dalam hati nya saat ini.

__ADS_1


"Sudah setengah jam tapi kamu belum selesai juga mengerjakan nya, makanya kalau saya lagi menjelaskan itu di simak bukannya molor di kelas." Terang bu mela yang sudah lelah menunggu jawaban dari tiara.


"Maaf, lain kali saya tidak mengulangi nya lagi." Cicit tiara yang rasa nya ingin cepat-cepat duduk di kursinya.


"Cepatlah kerjakan itu jangan-jangan kamu tidak bisa?" Tanya bu mela yang menoleh ke arah tiara.


"Iya bu saya mau jujur jika saya memang tidak bisa mengerjakan nya karena tidak mengerti." Terang tiara dengan wajah yang sedikit takut akan kena sengap oleh bu mela itu.


"Tunjuk satu teman mu untuk mengerjakan soal yang tidak bisa kamu kerjakan itu lalu kamu bisa duduk setelah dia mengerjakan soal nya dengan benar dulu." Perintah bu mela.


Dengan mode pasrahnya karena sudah sangat bosan menunggu jawaban yang akan di tulis muridnya ini yang tak kunjung ada


"Khem, andin aja bu karena pasti bisa dia mengerjakan soal ini." Balas tiara sambil menunjuk sahabatnya sendiri yang lagi anteng-anteng duduk di kursinya sendiri.


Andin yang sudah menebak bahwa ia akan maju ke depan hanya berjalan seperti biasa nya karena tidak ada rasa takut yang berlebihan karena ia bisa mengerjakan soal yang sudah ada di papan tulis.


Sebenarnya bu mela juga tidak bisa meragukan jawaban andin karena andin siswi berprestasi yang sering menjadi perwakilan sekolah nya ikut perlombaan.


Alhamdulillah nya ia selalu bisa membawa piala untuk di berikan kepada kepala sekolah nya yang membawa harum nama sekolah pastinya.


Tidak membutuh kan waktu yang lama, hanya sepuluh menit saja soal sudah di selesaikan oleh andin tentunya siapalagi kalau bukan dia.


Pintar bukan tentu saja tidak hanya cantik tetapi kepintaran nya patut di acungi jempol oleh orang-orang yang mengetahuinya.


Bu mela memeriksa nya terelebih dulu dan setelah di periksa memang hasilnya benar semua.


Tiara kegirangan di dalam hatinya karena dia sudah lama sebenarnya ingin duduk di bangku nya tapi tidak bisa karena tidak mengetahui jawaban dari soal itu.


Dan kebetulan sekali sahabat nya itu sangat pintar jadi tidak menunggu lama ia sudah terbebas dengan rasa kebas yang menghinggapi dirinya tadi.

__ADS_1


"Terima kasih andin sayang." Ucap tiara yang sedikit berbisik kepada andin setelah mereka berdua sudah di duduk di bangku masing-masing.


"Sama-sama ndin." Balas tiara sambil tersenyum tulus menatap ke arah andin yang sedang berada di sampingnya itu.


__ADS_2