Suamiku Tajir Melintir

Suamiku Tajir Melintir
Restoran papa


__ADS_3

Selama di perjalanan setelah kesunyian yang ada di dalam mobil andin melihat ke arah luar kaca.


yang di mana terdapat banyak kendaraan berlalu lalang kesana kemari mereka yang lagi menikmati suasana di malam hari bersama dengan pasangan merek masing-masing.


Membuat jalan sangat padat karena beberapa motor banyak nyalip di sisi kiri maupun kanan dan mengakibatkan keterlambatan bagi yang menggunakan mobil.


Sudah banyak rumah-rumah penduduk yang di lihat bella dari balik kaca juga terdapat beberapa hutan di antaranya serta ruko yang berjejer dengan rapi yang di lintasi ia dan pak sopir sepanjang perjalanan andin menuju restoran papanya sendiri.


Lampu jalan yang sudah terpasang untuk mengurangi kegelapan yang ada karena banyak di salah gunakan oleh kaum pemuda pemudi yang ingin berbuat yang tidak sepatut nya mereka lakukan.


Di usia muda mereka begini memang banyak rasa penasaran dan ingin mencoba yang bisa merusak masa depan yang nantinya akan menjadi harapan para orang tua masing-masing.


Kebanyakan orang yang bersekolah memang mempunyai tujuan yang sama untuk membahagiakan orang tua mereka yang susah payah menyekolahkan anaknya untuk mengangkat derajat kehidupan keluarga nya nanti.


Tidak terlalu jauh tapi lumayan memakan waktu karena kebetulan ada sedikit kendala macet yang di sebabkan beberapa mobil besar yang melintasi jalan besar dan motor yang berebutan menyalip dan memotong beberapa mobil yang ada di depannya.


Kalau motor bisa menyelip-yelip meliuk-liukan kendaraan nya tetapi kalau mobil begini bisa nya hanya menunggu menghidupkan klakson pun percuma yang adanya bisa di keroyok massa.


Hanya bisa sabar menunggu kapan waktunya bisa menjalan mesin untuk maju terus sampai ke arah tujuan yang di inginkan.


Untuk mengisi kebosanan yang melanda andin memainkan handphone nya dan berselancar di dunia maya melihat tiktok banyak orang-orang berjoget mengikuti trend yang ada.


Tak lupa membuka youtube melihat konten-konten artis yang suka berbagi rejeki kepada orang-orang sekeliling dan yang lagi membutuhkan membuat inspirasi untuk kita yang menonton nya kalau lagi ada rejeki kita bisa berbagi juga sama seperti yang mereka lakukan.


Tapi terkadang di salahkan netijen yang tidak menyukainya berkomentar yang buruk mengatai orang lain pamer lah segala macem settingan tidak ada yang benar nyata dengan kehidupan aslinya.

__ADS_1


Padahal mereka ingin menginspirasi kita semua kalau berbagi itu indah selain mendapatkan pahala tetapi bisa membuat kita bahagia melihat orang lain bahagia juga.


Kita juga bisa mendapatkan senyum yang sangat tulus yang di berikan mereka bahkan tak jarang kita mendapatkan doa yang baik-baik untuk kita yang telah memberi sedikit rejeki yang kita miliki.


Tak lama setelah kendala macet terlewatkan akhirnya andin sudah sampai juga di parkiran depan restoran papa nya itu.


"Pak andin masuk dulu ya." Pamit andin yang beranjak pergi meninggalkan pak sopir yang ingin memarkirkan mobil bos nya itu terlebih dulu.


"Sopan sekali sih neng andin bapak hanya bisa berdoa semoga nanti neng andin mendapatkan jodoh yang baik sama neng andin." Begitulah doa yang di panjatkan pak sopir sambil menatap punggung anak majikan nya itu yang sudah pergi jauh.


"Iya neng." Balas pak sopir yang menatap punggung bella yang sudah menghilang pergi karena sudah masuk ke dalam restoran.


Andin yang sudah biasa datang ke sana langsung di sambut ramah oleh beberapa karyawan papa nya yang melintasi andin untuk menuju ruangan papa nya itu.


Tok tok tok.


"Waalaikum salam nak, masuk sini buka saja pintu nya tidak terkunci." Teriak papa andin dari dalam karena pintu nya yang memang tidak kedap suara jadi dia memutusakan untuk teriak dari dalam.


Ceklek.


Pintu sudah terbuka dengan sempurna, mama andin yang sudah ada di dalam sana bersama papa nya yang sedang menghitung dan mengecek keuangan yang masuk dan yang keluar dari penghasilan restoran nya itu.


"Eh lagi nganggu papa dan mama ya andin?" Tanya andin sambil melangkah masuk menghampiri orang tua nya.


Andin langsung mencium punggung tangan orangtua nya masing-masing secara bergantian pastinya.

__ADS_1


"Nggak kok, sini nak duduk." Balas papa andin yang menatap nya senyum penuh dengan kelembutan.


Andin langsung duduk di salah satu kursi kosong yang ada di dalam ruangan itu.


"Maaf kami ya nak menyuruhmu datang kesini karena kami takut nanti kamu merasa kesepian." Kata mama andin dengan raut wajah yang sedih.


"Tidak apa-apa kok mah malahan andin senang disini banyak temen nya." Balas andin sambil tersenyum karena tidak ingin membuat mamanya sedih seperti itu.


Andin memang sebenarnya tidak sedih untuk ikut ke sini meskipun di suruh duduk saja oleh papa dan mama nya itu tapi ia yang tidak akan bisa diam saja duduk tenang di dalam ruangan papanya itu.


"Pa ma andin keluar dulu ya, mau bantu-bantu yang lain." Kata andin yang beranjak pergi ke luar ruangan papa nya.


"Hati-hati nak jangan terlalu semangat nanti kamu capek." Balas mama andin yang menginggatkan anak nya itu untuk tidak banyak bergerak kesana kemari.


"Siap buk bos." Jawab andin sambil mengacungkan jempolnya ke arah mamanya itu.


Memang tujuan orang tua andin itu tidak mau melihat anaknya bosan di mansion mereka seorang diri tidak ada teman nya.


Ya meskipun bukan andin sendiri di sana tetapi ada beberapa pelayan tapi itu sama saja maka dari itu jika restoran lagi ramai di malam hari papa dan mama andin menyuruhnya untuk menyusul kesini.


Mama andin yang tidak mau kalau andin merasa kesepian di tengah keluarga yang masih lengkap dan merasa tidak mendapatkan perhatian orang tua nya sendiri.


Kalau di restoran begini banyak di antara karyawan nya yang usia nya sedikit di atas andin dan bisa di ajak ngobrol sesuai dengan usia mereka yang bisa di bilang tidak terlalu jauh beda nya.


Andin pun langsung berlalu pergi dari sana dengan perasaan bahagia yang kini di rasakan bella karena berada di tengah keramaian dan bisa membantu usaha orang tua nya itu meskipun ia masih sekolah.

__ADS_1


Karena terkadang berbeda-beda orang cara dia untuk menyenangkan dirinya sendiri ada yang healing shopping dan jajan sepuas nya seperti yang mereka inginkan dan bayangkan yang sedang di kepala mereka sendiri.


Pola fikir yang sehat yang memang di miliki andin membuat nya hidup bahagia walaupun dimana saja ia sedang berada.


__ADS_2