
Andin dan tiara lagi menikmati mie ayam dengan rasa yang enak di kantin ini kalau ando memilih memesan bakso tadi seperti rombongan danil tadi.
Tak lupa es teh dan air mineral pastinya yang sudah ada di meja kantin itu untuk menemani mereka bertiga setelah menghabiskan mie ayam dan bakso dengan porsi rasa ada yang pedas dan tidak pedas pastinya.
Tenggorokan yang kering menjadi sedikit segar dan nikmat jika sesudah meminum es teh itu mungkin karena cuaca yang sudah mulai panas dan di timpa dengan batu es.
Rupanya setelah mereka bertiga selesai makan nya danil dan kedua sahabatnya itu langsung duduk ikut bergabung dengan rombongan andin yang belum menyelesaikan makanan yang ada di meja itu.
"Hai boleh gabung nggak." Kata danil dengan basa basi yang menatap ke arah andin pastinya.
"Boleh duduk aja." Balas ando yang mengiyakan kata danil itu.
Karena ando cukup mengenal mereka bertiga yang di mana menjadi idola di sekolahannya tak hanya karena wajah tampan saja tetapi karena kepintaran dan jarang ada gosip yang tak enak dari ketiga nya.
Mangkanya itu ando menyetujui nya karena ia bisa melihat seperti ketua genk ini nampak sekali menyukai sahabat nya yang cantik satu ini siapa lagi kalau bukan andin karena melihat dari tatapan mata danil pastinya.
Tiara dan andin menoleh ke arah danil yang meminta untuk bergabung bersamanya tanpa berkomentar karena sahabat nya ando itu sudah mengiyakan dengan keputusan dirinya sendiri.
Tetapi mereka tidak mempermasalahkan nya karena mungkin bisa jadi untuk teman ngbrol ando karena mereka semua para pria.
Sering sekali tiara maupun andin bertanya kenapa malah mau bergabung bersama perempuan seperti mereka berdua kan banya pria yang ada di kelas ando hanya menjawab nyaman saja begitulah kata ando tiap kali mereka bertanya.
Sebenarnya mereka berdua tidak puas akan jawaban yang diberikan sahabatnya itu tapi apa boleh buat ando juga nggak macam-macam jika mereka bersama-sama bertiga tetapi malah menjaga diri mereka berdua jika anda yang lagi mengusik tiara dan andin.
"Danil." Ucap nya sambil menyodorkan tangan nya pada andin.
Dan benar saja tebakan ando yang mengatakan bahwa danil memang mengincar sahabatnya itu.
Ando bukan nya menyuruh dan tidak juga melarang tetapi jika danil terlalu mengusik andin dan membuat sahabatnya itu risih dan tidak suka barulah dia akan bertindak agar membuat danil tidak lagi menganggu sahabatnya itu.
"Andin." Balas andin yang menyambut salam perkenalan dari danil.
Bukannya andin ganjen hanya saja jika ia menolak tangan danil itu artinya ia akan mempermalukan orang lain.
Yang akan membuat image nya buruk karena mereka sekarang ini jadi pusat perhatian semua orang yang berada dikantin.
__ADS_1
Meskipun ia masa bodoh akan pendapat yang di berikan orang lain untuk dirinya itu tapi apa salahnya mencoba menerima salam tadi terlepas dari wajah yang tampan di miliki pria itu.
Danil tersenyum manis saat dia sudah bersalaman dengan perempuan yang ia taksir.
"*Andin nama yang cantik seperti orang nya." Ucap danil yang mampu bisa ia katakan di dalam hatinya.
Karena takut dikira andin dia pria playboy karena suka menggombali anak orang sesuka hatinya*.
Tak lama mereka bertiga sudah menyelesaikan makan nya dan beranjak untuk permisi dengan danil dan kedua teman nya itu untuk pergi dari sana.
"Kami pergi dulu ya." Kata ando yang mewakili kedua sahabat perempuan nya itu.
Andin dan tiara yang duluan beranjak dari sana barulah ando menyusul di belakang tubuh keduanya.
"Selamat berjuang sobat." Ucap ando sambil menepuk bahu danil lalu ia menyusul kedua sahabatnya itu.
"Pasti." lirih danil yang tidak akan terdengar oleh orang lain karena suara yang ia keluarkan tadi sangat kecil.
Tak lama setelah dari kantin dan mengikuti beberapa pelajaran yang sesuai jadwal itu baru bel pulang berbunyi.
Pak guru yang mengajar di pelajaran terakhir itu sudah keluar semua orang yang ada di dalam kelas itu berhambur keluar untuk menuju parkiran terlebih dulu.
Barulah mereka menuju rumah masing-masing begitu juga dengan andin dan kedua sahabat nya.
Cerita yang tak jelas dan senyum yang terbit di bibir andin membuat wajah nya semakin berseri-seri meskipun sudah banyak waktu yang ia habiskan di sekolah.
Ando yang berada di samping tiara yang dimana berusaha menjaga jarak dengan sahabat nya itu karena tidak mau adanya perdebatan antar mulut lagi yang selalu akan terjadi bila mereka berdua berdekatan.
Andin yang melihat tingkah laku kedua sahabat nya itu hanya bisa gelengkan kepala saja ando langsung mencuil dagu tiara karena tidak mau ada kesunyian di antara mereka berdua karena biasanya ada perkicauan lah yang terjadi.
Terasa sedikit hampa yang di rasakan di dalam hati ando saat ini tapi dia sendiri juga tidak tahu artinya seperti apa dan mau bagaimana kehendak hati nya itu.
Tiara yang di perlakukan itu merasa marah entahlah mungkin karena mood nya lagi naik turun apa ada sesuatu yang ia jaga agar tidak terlalu dalam lagi masuk ke dalam nya dan tiara tidak mau menyesal di kemudian harinya.
Memang terkadang sering nya bertengkar atau komunikasi yang di lakukan setiap harinya bisa jadi merubah perasaan hati yang dulu nya biasa saja menjadi sangat suka karena kita tidak bisa mencegah hati ingin berlabuh pada siapapun itu orang nya.
__ADS_1
Kita bisa menghindar atau menyembunyikan perasaan hati kita sendiri dan menutup rapat agar orang lain tidak ada yang mengetahuinya.
"Kenapa sih megang-megang aku." Kata tiara yang menatap ke arah ando dengan wajah sengit nya.
"Ngapain sih neng marah terus." Balas ando dengan nada santai tapi tidak dengan wajah nya yang terlihat tengil di mata tiara saat ini.
"Neng neng palak lu." Jawab tiara dengan mode sewot nya.
"Ya ampun cantik-cantik kok galak." Kata ando dengan keceplosan bilang sahabatnya itu cantik.
Tidak seperti biasanya hanya ada kata-kata yang jelek untuk tiara dan kali ini kebalikan nya mungkin ando sebelum berangkat tadi salah makan jadilah seperti sekarang ini.
Andin yang mendengar itu juga sedikit keheranan karena mendengar kata cantik untuk tiara yang notabe nya teman berantem setiap harinya tanpa terkecuali.
Dan itu bisa keluar dari mulut ando sendiri ya walaupun nyata nya memang tiara memiliki wajah yang cukup cantik juga entahlah apa alasan ando bilang begitu.
Untuk menggoda saja atau akan ada kata ejekan setelah ini yang seperti biasa lakukan setiap harinya.
"Emang aku cantik kamu aja baru tahu." Balas tiara dengan pd nya.
Karena tidak mau menanggapi candaan sahabat nya sendiri ya meskipun tidak bisa di pungkiri serasa ada kupu-kupu yang terbang di dalam hatinya itu saat ini juga.
Kebahagian yang ada di dalam diri tiara saat ini berusaha ia tutupi dengan sikap cueknya agar tidak di ketahui oleh orang lain.
"Mulai nih jiwa pd nya sudah memberontak keluar dari dalam sarang nya." Ucap andin sambil cekikikan menatap ke arah dua sahabat nya.
Terkadang ada rasa lucu yang menyelimuti diri andin ketika melihat tingkah laku kedua sahabat nya tapi juga ada rasa kesal kadang datang saat tidak ada yang mau mengalah di antara kedua nya.
Ada aja jawaban yang terlontar dari mulut mereka masing-masing entah darimana saja memikirkan jawaban itu karena terlalu cepat.
Yang tak ada jeda itulah yang membuat andin heran karena dia saja tak akan mungkin bisa memenangkan perdebatan di antara ketiga nya.
Kalau tiara dan juga ando tidak tahu yang mana yang bisa di katakan menang karena terkadang perdebatan itu di hentikan oleh andin.
Yang sudah pusing kepala nya mendengar ocehan yang tidak bermutu dan membuang-buang waktu menurut dirinya sendiri itu.
__ADS_1