Suamiku Tajir Melintir

Suamiku Tajir Melintir
Makan bersama


__ADS_3

Sesampainya di mansion papa dan mama nya andin langsung mencari keberadaan mama nya itu karena tidak kelihatan dari tadi padahal dia baru masuk belum berkeliling mencari mama nya itu.


"Mama." Teriak andin yang baru pulang dari sekolah dan masih berpakaian lengkap.


"Iya nak mama ada disini." Balas mama andin yang sedang berjalan ke arah andin yang lagi tersenyum menyambut kedatangan dirinya.


"Pantesan saja andin nggak lihat taunya mama lagi masak." Ucap andin sambil mencium punggung tangan mama nya yang tadi sedang berada di dapur.


"Iya nak karena sebentar lagi papa mu mau pulang kesini untuk makan bersama jadi mama mau menyiapkan nya terlebih dulu." Jawab mama andin sambil mencium pipi anaknya itu.


"Pergi lah ke atas dulu dan jangan lupa bersihkan tubuh mu dulu sayang lalu turun ke bawah untuk kita makan bersama nanti." Perintah mama pada andin


"Siap bu bos." Balas andin sambil mengecup pipi mama nya sambil berlari menaiki anak tangga untuk menuju kamar nya yang berada di lantai atas.


"Jangan lari-lari sayang nanti jatuh." Teriak mama dari bawah karena takut anak perempuan nya jatuh dan itu sangat bahaya jika terjadi.


"Tidak akan ma." Balas andin yang sedikit berteriak keras karena takut mama nya yang ada di bawah tidak kedengaran.


Andin pun langsung menghilang di balik pintu kamar nya itu karena sudah sampai di kamar nya.


Andin langsung melepaskan sepatu nya beserta kaos kaki nya dan menaruhnya ke rak yang sudah ada di sana agar terlihat rapi kembali.


Baju sekolah tadi sudah bergantian kan pakaian rumah Kaos oblong dan hot pants itulah pakaian yang sering di pakai andin karena dia tidak pernah pergi-pergi jadi dia hanya memakai pakaian yang sesimpel itu.


Papa dan mama andin yang memang tidak mengerjakan seorang pria untuk di dalam mansion nya karena tau kebiasaan putri nya yang kadang tidak memperhatikan pakaian yang ia pakai itu bisa membuat kaum hawa ke sem sem tentunya.

__ADS_1


Cetakkan mama dan papa nya yang tidak pernah gagal karena andin lah hasil nya yang cantik dan memiliki kulit putih halus seperti kulit bayi.


Rambut hitam lurus terjuntai panjang dengan bibir pink alami tak lupa lesung pipi yang ada pada dirinya dan itu sangat sempurna dan banyak yang menginginkan kriteria seperti yang ada pada andin.


Orang-orang yang mendekati andin juga tidak berani karena ada tampeng kakak nya yang selalu berada di samping andin sebelum kembali ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan nya.


Ya andin memiliki seorang kakak yang sedang kuliah di luar negeri.


Di tambah dengan keluarga yang memiliki finansial yang cukup baik jadi banyak sebagian orang yang mengetahui semua yang ada dalam diri andin merasa insecure lalu memutuskan untuk mundur teratur.


Andin yang telah selesai langsung turun ke bawah dan di meja makan sudah ada papa dan mama yang menyambut penuh deng kehangatan untuk dirinya sambil tersenyum manis.


Rasa bahagia yang membuncak dalam dirinya membuat ia merasa masih kecil karena kasih sayang dari keluarganya yang tidak kunjung usai untuk dirinya dimanapun dia berada.


Andin yang melihat itu langsung berlari kecil dan tak lupa mencium terlebih dulu punggung tangan papa nya dan memutuskan untuk langsung duduk di kursi yang masih kosong di sana.


"Sudah lama ya pa, ma nunggui andin." Kata andin setelah mendaratkan bokong nya di kursi.


"Tidak juga papa dan mama baru duduk juga." Balas mama andin sambil menatap ke arah andin tak lupa senyum menghiasi wajah mama andin.


"Ayo kita makan kasian nasi nya menangis karena tidak kunjung kita makan juga." Kata papa sambil memegang perut ny karena sudah merasa sangat lapar.


"Yeh itu mah akal-akalan papa aja bilang aja kalau sudah lapar." Ledek andin sambil menjulurkan lidah nya menghadap ke arah papa nya yang ada di sebrang meja makan nya.


"Sudah-sudah kalau lagi di makan tidak boleh berbicara terlebih dulu." Ucap mama yang ingin menengahi perdebatan yang tidak akan kunjung sudah antara suami dan anak nya itu.

__ADS_1


Andin langsung membaca doa terlebih dulu sebelum memasukkan makanan dan minuman nya ke dalam mulut nya begitu juga dengan papa dan mama nya yang sama-sama berada di meja makan.


"Juara nih masakan mama enak banget serasa lagi makan di restoran punya papa kalau begini hanya sekitar sini saja yang beda kalau di restoran akan ramai tapi kalau di rumah ya sepi hanya kami bertiga saja." Ucap andin didalam hatinya.


Suapan demi suapan masuk ke dalam mulut andin yang sudah sama laparnya seperti papanya bilang barusan tadi saat mereka sedikit berdebat dengan rasa kasih sayang itu.


Tetapi karena gengsi jadilah ia meledek papa nya terlebih dulu karena kalau sudah ada masakan mama yang terhidang di sana di tambah aroma yang sangat enak mampu membuat orang yang mencium nya itu merasa tidak sabaran untuk mencicipi nya.


Kalau masalah masak memang mama andin jagonya tidak perlu di ragukan lagi kelihaian nya jika sudah berada di dapur.


Bukan hanya mama andin saja tetapi andin juga bisa masak dengan enak karena selalu membantu mama nya jika sedang berada di dapur sambil bertanya langsung ia praktekan sekarang itu juga yang mendapatkan arahan dari mama nya.


Satu keluarga yang memiliki kemampuan di dapur yang bisa di katakan jago dalam membuat menu apapun patut di ancung jempol dengan rasa yang tidak bisa di remehkan oleh orang lain tentunya.


Entahlah itu karena turun menurun atau hobi yang tersalurkan dengan sendirinya tanpa permisi yang bisa membuat mereka semua bisa untuk melakukan nya.


Setelah mereka bertiga sudah selesai makan bersamanya akhirnya pindah ke ruang keluarga yang di mana ketiga nya sudah duduk dengan tenangnya.


"Gini nak tiga hari lagi keluarga pria nya akan datang kesini untuk berkunjung." Kata papa andin.


Andin tidak tahu harus menjawab apa ia hanya bisa menatap ke arah papanya yang sedang berbicara itu.


Melihat reaksi anaknya itu papa andin menghela nafas dengan kasarnya tak lupa ia melanjutkan kata yang ingin di ucapkan nya lagi.


"Papa bukan tidak menyayangimu nak tapi di masa lalu itu papa dan mama sedang dalam keadaan krisis usaha yang papa dan mama bangun di tipu oleh sahabat papa sendiri semua uang dibawa kabur oleh mereka." Jelas papa andin.

__ADS_1


"Iya pa andin mengerti." Balas andin.


__ADS_2