Suamiku Tajir Melintir

Suamiku Tajir Melintir
Harus berbagi


__ADS_3

Setelah kepergian bibik tadi mama andin memanggil anaknya untuk mendekat ke arah dirinya yang dimana kedua jus ini berada di dekat mama andin.


"Sayang kesini dulu kita minum ini." Panggil mama andin pada anaknya sambil menggunakan isyarat tangan nya untuk menyuruh andin mendekat ke arah dirinya itu.


Andin yang di panggil itu dengan senang hati mendekat karena kebetulan dirinya juga haus karena sudah dari tadi berada di taman ini.


"Siap ma andin segera meluncur." Balas andin yang langsung berjalan mendekat ke arah mamanya berada itu.


"Emang kamu paket apa pakek kata meluncur segala." Jawab mama andin yang keheranan karena mendengar kata anaknya itu.


"Andin emang paket ma."


"Paket yang di kirim Allah untuk di jaga sama papa dan mama." Sambung andin yang sudah berada di samping mamanya.


"Ada-ada aja kamu ini." Balas mama andin yang menepuk bahu anaknya itu.


Andin hanya tersenyum saja menanggapi perkataan mamanya tadi.


Kebersamaan mama andin dan juga anaknya ini sering kali di lihat para pekerja yang bekerja di mansion ini.


Senyum bahagia yang selalu tersematkan di wajah keduanya seakan-akan menular kepada mereka yang melihat nya.


Ikut bahagia itulah yang di rasakan oleh orang yang berada di dalam mansion ini keharmonisan yang selalu di tampilkan keluarga ini.


Memang nyata adanya bukan rekayasa yang di buat-buat untuk menjaga image keluarga kaya yang sering di lakukan banyak orang.


"Ma bagus banget sih bunga-bunga disini." Ucap andin yang senang melihat banyak nya macam-macam bunga yang sudah pasti cantik.


Kenapa tidak ganteng bunga nya ini?


Jawaban nya karena yang memiliki semua bunga ini adalah seorang perempuan yang cantik jadi andin memberi pernyataan bahwa bunga ini cantik.


Meskipun usia yang sudah tua tapi masih terlihat awet muda karena wajahnya yang selalu ia rawat dan jaga sepenuh hati pastinya.


Karena tidak mungkin tanpa adanya sentuhan yang terjadi bisa masih segar dan cerah seperti orang muda saja hal mustahil jika bisa terjadi begitu saja.

__ADS_1


"Siapa dulu dong yang punya." Balas mama nya andin dengan perasaan bangga yang sekarang menghinggapi dirinya saat ini juga.


"Ya punya semua orang dong ma gimana sih mama ini." Jawab andin yang mematahkan wajah sombong mamanya dengan seketika.


Mama andin langsung mendengus kesal mendengar kata yang di ucapkan anaknya tadi bagaimana bisa anaknya membuat pernyataan punya semua orang.


Padahal yang memang sangat bekerja keras dan mempunya ide untuk membuat taman ini dirinya sendiri.


Orang lain mah hanya sekedar membantu saja tanpa membuatnya jadi sebagus sekarang ini karena setelah melihat tumbuh kembang bunga-bunga itu.


Yang membuat semangat mama andin semakin berkembang saja di dalam dirinya saat ini untuk menanam yang lainnya juga.


Seperti sayuran dan bahan-bahan yang sering di gunakan untuk memasak seperti cabai sawi kacang panjang kuncit dan ada banyak yang lainnya.


Banyak macam ragam inilah tidak hanya mata saja yang ingin melihatnya terus dan menerus tapi berfungsi untuk perut yang keroncongan agar kembali kenyang karena sudah terisi dengan berbagai macam makanan pastinya.


"Khem itumah kamu aja yang ngaku-ngaku." Balas mama andin yang meledek perkataan anaknya tadi.


"Ya kan emang milik bersama ma."


"Iya mau lah mama juga nggak pernah tuh ngajarin kamu untuk jadi orang yang pelit." Jelas mama andin kepada anaknya.


"Hehe iya dong ma kalau berbagi mah emang enak banget rasanya." Kata andin.


Sambil membayakan senyum orang yang sering ia lihat saat dia lagi berbagi rejeki dengan orang lain yang sedang membutuhkan apapun itu.


"Iya nak terkadang yang menurut kita sedikit atau kecil tapi jika orang lain sedang membutuhkan nya maka akan terlihat sangat berharga bagi orang tersebut." Ucap mama andin yang memang benar adanya begitu.


Tidak hanya siram menyiram saja yang di lakukan kedua wanita ini tapi pembersihan sampah yang ada di sekitarnya turut mereka berdua lakukan.


Karena satu sampah saja bisa merusak pandangan mata orang yang sedang melihatnya itu dan terkesan tidak sempurna jatuhnya.


Dan kita harus menanamkan untuk terus berbagi kalau ada sedikit banyaknya rejeki yang menghampiri diri kita.


Di balik semua aktivitas mereka berdua ini terdapat obrolan dan percakapan yang semakin mendekatkan ibu dan anak ini tentunya.

__ADS_1


"Bener banget ma apa yang di ucapkan mama tadi." Balas andin yang menyetujui apa yang di ucapkan mama nya tadi kepada dirinya.


"Papa belum pulang ya ma?" Tanya andin yang tidak melihat keberadaan papa nya disana.


Karena biasanya papa nya ini sudah pulang jam segini untuk ikut gabung bersama mereka berdua yang akan membuat sehat karena banyak mengeluarkan keringat.


"Lagi di jalan kata papa tadi nak." Balas mama andin.


Karena dirinya tadi sempat menelfon suaminya terlebih dulu yang ingin menyuruh untuk pulang sebentar mau makan siang dan yang pastinya sekalian mama andin mau menunjukkan taman yang sudah sangat bagus ini.


"Oh yaudah artinya bentar lagi papa sampai ya ma." Jawab andin yang melanjutkan menyiram bunga mamanya itu.


"Iya benar sekali nak." Balas mama andin tanpa menoleh ke anaknya.


Karena posisi mama andin sendiri yang lagi di bawah pohon yang banyak sekali daun yang berguguran disana.


Mama andin langsung mengumpulkannya terlebih dulu barulah ia masukkan ke dalam kotak sampah yang memang ia sudah sediakan didekat sana.


Tak begitu lama papa andin yang sudah sampai di mansionnya ini langsung masuk ke dalam taman karena tadi sudah diberi tahu oleh istrinya sendiri keberadaan dirinya dan juga anaknya yang sama-sama berada di taman itu.


Ia melangkahkan kaki ke taman terlebih dulu baru memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dirinya bersama istrinya itu karena nantinya ia ingin membersihkan tubuh terlebih dulu baru bergabung.


Tapi papa andin memang ingin menyapa kedua perempuan yang sangat ia sayangi terlebih dulu tentunya.


"Ma sayang papa sudah disini." Ucap papa andin yang sudah berdiri di depan pintu taman itu.


"Eh papa udah pulang." Balas mama andin dan juga anaknya yang sama kompak nya.


Lalu keduanya langsung menghampiri papa andin untuk mencium punggung tangannya itu.


Papa andin tidak keberatan kalau tangan mama andin dan juga anaknya itu kotor karena ia juga ingin mandi sehabis dari taman ini tentunya.


"Ganti baju dulu ya pah baru bergabung sama kita." ucap mama andin.


"Siap bos." Balas papa andin sambil hormat menghadap ke arah istrinya itu berada.

__ADS_1


Mereka bertiga langsung tertawa bersamaan.


__ADS_2