
Tak lama setelah itu bel pun langsung berbunyi menandakan jam istirahat yang sudah tiba.
Andin dan tiara langsung keluar dari dalam kelas untuk menuju ke kantin dan memasuki nya setelah sampai di sana sudah penuh oleh orang-orang yang sudah duluan berada dan mengantri di sana.
Sempit dan sesak itulah yang di rasakan semua orang disana jika mereka memaksa untuk masuk kesana.
Karena jualan bu mina yang murah tidak menguras kantong dan rasanya yang sangat enak mangkanya tempat bu mina sangat ramai daripada yang lain.
Tempat nya juga sangat bersih dan rapi jadilah perpaduan yang sangat pas untuk kaum sma yang belum bisa menghasilkan uang seperti semua orang yang ada di sana.
Sebenarnya tiara yang lebih tepatnya mengajak andin untuk ke tempat bu mina, karena bisa mengirit ongkos nya yang di berikan orang tua nya tadi sebelum berangkat karena ada pepatah yang mengatakan hemat pangkal kaya.
Entahlah benar atau tidak nya memang harapan semua orang yang mencari cuan ingin kaya semua jadi jika mereka menginginkan seuatu tinggal ambil dan langsung pembayaran semua urusan beres dan selesai seketika.
"Kita kesana saja yuk." Ajak andin sambil menarik tangan tiara untuk menjauh dari kerumunan orang-orang di sana.
Walaupun elite sekolah yang andin lagi kenyami ini tetapi banyak juga orang yang berprestasi yang mendapatkan bantuan beasiswa karena kepintaran nya sebab itulah banyak orang di kantin bu mina saat ini.
Andin langsung mengajak tiara ke tempat yang sudah terjamin higenis nya dan tidak terlalu ramai tentunya karena kantin itu banyak orang-orang kaya yang ada di sana dan harga nya sedikit mahal dari kantin bu mina.
Jika kita masuk kesana kita tidak akan berdesak-desakan satu sama lain untuk memasan apapun yang kita mau dan inginkan.
Karena harganya yang agak mahal dari kantin yang lain itulah alasan utama kantin ini terbilang sepi tetapi kalau rasa nya sudah pasti juara daripada yang lain.
Lagi pula enak nya disini kita tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu pesanan yang kita pesan tadi.
Ada harga ada rasa begitulah kebanyakan orang mengumpamakan nya kalau harga sudah mahal rasanya hambar tidak akan di beli orang apapun yang kita jual apalagi soal rasa yang sedikit sensitif tergantung mulut yang lagi mencicipinya.
"Tapi uangku tidak akan cukup kalau mau makan di sani." Cicit tiara yang sudah ada di depan kantin itu bersama andin.
__ADS_1
"Aku yang traktir jadi kamu bisa pilih mau makan apa saja yang kamu mau." Balas andin yang mengandeng tangan tiara untuk mengajak nya langsung masuk kesana
"Hmm, aku nggak enak kalau begitu." Kata tiara sambil memberhentikan langkah nya.
"Tidak apa aku juga tidak keberatan namanya juga sahabat." Balas andin yang ingin menenangkan tiara yang berada di samping nya itu.
Tiara hanya bisa pasrah karena dia sudah menjadi pusat perhatian orang yang berada disana.
Dia langsung memilih untuk langsung duduk di sana dan andin berjalan melangkahkan kakinya untuk memesan makanan dan minuman yang akan di makan mereka agar bisa ber konsentrasi mengikuti pelajaran kalau dengan perut yang kenyang tentunya.
Tak menunggu waktu yang lama makanan dan minuman sudah tertapa rapi di meja mereka berdua sesuai dengan pesanan yang andin pesan tadi.
Ando yang melihat andin dan tiara yang sedang berada di sana memutuskan untuk langsung ikut masuk duduk bergabung dengan mereka berdua.
"Kebetulan sekali aku lagi lapar." Ucap ando sambil cengegesan yang mengejutkan tiara dan andin itu.
"Kamu ini seperti hantu saja di mana-mana getanyangan." Ucap tiara dengan kesal karena terkejut ulah sahabatnya itu.
"Yeh orang ganteng begini di bilang hantu." Balas ando dengan nada sewot nya karena tidak terima perkataan yang di lontarkan tiara kepada dirinya.
"Yah kan refleks gitu aja marah." Jawab tiara dengan nada yang sudah melemah karena tidak mau berdebat dengan ando di depan makanan.
"Sudah-sudah kalian berdua ini dimana pun tempat pasti berantem, malu tuh di liati orang." Kata andin yang ingin menengahi kedua sahabat nya itu sambil menunjuk ke orang yang melihat ke arah mereka bertiga.
"Makan lah kami juga baru mau mulai makan nya, kalau kurang tinggal pesan lagi aja." Sambung andin yang mengajak ando untuk makan bersama mereka berdua.
"Kamu memang yang terbaik." Kata ando sambil mengacungkan jempolnya untuk andin dan tersenyum manis.
Kebetulan sekali tadi andin memesan banyak makanan dan minuman karena dia tadi merasa sangat lapar perut nya dan untung nya ando datang untuk membantu dia dan tiara menghabiskan apa saja yang sudah tertata rapi di atas meja.
__ADS_1
"Tidak seperti teman mu itu." Sambung ando sambil menunjuk ke arah tiara yang menggunakan lirikan mata nya.
Sontak saja membuat tiara merasa marah karena ando yang memancing nya duluan, lalu ia pun menginjak kaki ando dengan keras karena kebetulan duduknya sebelahan jadi memudahkan tiara untuk melakukan pembalasan nya itu.
"Ahhhh." Teriak ando dengan suara keras nya, sontak saja ia langsung menatap tajam ke arah tiara yang sudah tersenyum puas menghadap ke arah dirinya saat ini.
"Rasain tuh." Balas tiara yang tidak ada rasa takutnya walaupun muka ando sudah merah padam menatap dirinya
Orang yang sedang berada di sana menatap ke arah meja mereka bertiga karena mendengar teriakan ando yang keras dan mengejutkan semua orang yang lagi menyantap makanan di sana.
"Lanjutkan makan nya tadi ada kesalahan sedikit." Ucap andin agar orang-orang tidak lagi menatap ke arah mereka bertiga lagi.
"Kalian ini seperti anak-anak saja, buat malu ayo habiskan makan nya jangan ada lagi yang mengeluarkan suara." Ucap andin menengahi perdebatan sahabat nya itu.
"Iya din." Ucap mereka dengan kompak dan merasa malu karena sudah menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana.
"Nah kalau gini kan enak makan nya." Balas andin yang tersenyum manis menatap ke arah mereka berdua secara bergantian.
Akhirnya mereka makan dengan diam tak ada lagi percecokan satu sama lain seperti biasa nya yang akan memusingkan kepala siapa saja yang mendengarnya itu.
Setelah selesai andin dan teman-teman nya makan itu andin melenggang pergi dari sana untuk langsung membayar semua tagihan makanan tadi beserta minuman nya dan kembali ke kelas bersama-sama.
Tak lama andin sudah membayar semua nya langsung menghampiri tiara dan ando yang memang sudah menunggu nya di pintu keluar kantin itu.
"Terima kasih ya tiara kamu memang baik sekali." Ucap andin dan ando dengan kompak nya.
"Sama-sama." Balas tiara sambil berjalan untuk mengajak kedua sahabat nya itu kembali masuk ke dalam kelas.
Ando juga ikut masuk karena pelajaran bu mela yang sudah berakhir dengan seiring nya waktu nya itu.
__ADS_1
Tak lama setelah sampai di dalam kelas bel pun berbunyi kembali pertanda untuk kelas yang akan dimulai kembali.