
Andin yang sudah sampai di sekolah nya langsung memarkirkan di tempat biasanya, tak lupa ia mengucapkan kata untuk bapak parkir biasanya tempat ia menitipkan motor kesayangan nya itu.
"Selamat pagi pak." Sapa andin dengan mood yang baik di pagi hari yang ia jalani seperti sekarang ini.
"Pak andin titip motor ya." Sambung andin dengan memberikan senyum tulus kepada bapak parkir itu.
"Selamat pagi juga non." Balas pak parkir.
"Siap non motornya pasti aman kalau disini." Sambung bapak parkir yang membalas senyum juga kepada andin.
"Bismillah semoga keberuntungan mengiringi setiap langkah yang ku jalani untuk hari ini dan seterusnya." Kata andin didalam hatinya.
Ia langsung berjalan menuju kelasnya tanpa tiara karena teman nya itu belum datang sepertinya karena belum ada nampak batang hidung nya di pagi hari ini.
Beberapa siswa yang berlewatan bersama nya ada yang menegur sapa dan berbalasan senyum sesama wanita yang sedikit ia ketahui tapi bukan berarti ia banyak memiki sahabat tetapi hanya sekedar teman biasa.
Kalau sahabat nya ia punya hanya dua tiara dan juga ando meskipun mereka berdua tidak pernah akur dan selalu ada cekcok.
Dimanapun mereka berada tetapi yang andin ketahui di dalam hati mereka masing-masing ada rasa sayang tapi belum tahu sayang nya bagaimana apa hanya sekedar sahabat atau yang lainnya.
Karena kita tidak tahu mengenai perasaan hati seseorang yang kadang-kadang suka berubah-ubah kapanpun dia mau serta kita tidak bisa mencegahnya.
Jika itu sudah terjadi hanya bisa menyembunyikan nya di dalam hati diri sendiri tanpa orang lain yang mengetahuinya.
Andin yang sudah di depan kelasnya langsung masuk begitu saja karena ia yang seringkali pergi pagi ke sekolah.
Karena sudah menjadi kebiasaan nya yang baik agar bisa mendisiplinkan waktu nya sendiri tanpa suruhan dari papa dan mama nya itu.
Tak banyak orang yang berada di kelas itu selain karena masih pagi setengah jam lagi baru pelajaran pertama akan dimulai.
Sahabat andin yang belum datang membuatnya menghela nafas nya sejenak karena tidak ada kawan ngobrol atau berbincang apasaja yang dia ingin bicarakan.
Karena tidak memiliki kegiatan dia membantu teman nya yang piket untuk membersihkan di luar kelas nya yang sedikit kotor.
__ADS_1
Karena ada sebagian plastik sampah yang di buang sembarangan oleh teman sekelasnya itu.
"Mana sih andin kok jam segini belum dateng juga kebiasaan ni kalau jam pertama nggak ada pr nya pasti dateng nya siang." Ucap andin yang kala itu lagi memegang sapu.
Hanya menyapu di luar kelas saja dan langsung memasukkan sampah-sampah nya ke dalam tong sampah yang sudah di sediakan di masing-masing kelas yang ada.
Tak lupa ia menghapus tulisan di papan tulis karena pelajaran yang kemarin mereka laksanakan masih ada dan belum di hapus.
Kegiatan piket nya yang sedang menyapu di luar tadi di lihat oleh danil dari kejauhan yang memiliki ketampanan yang tidak tertandingi oleh siapapun yang berada di sekolah itu dan memang banyak orang yang mengetahuinya.
"Kok gue baru liat sih ada bidadari yang tak bersayap di sekolah ini." Ucap danil yang tersenyum sambil menatap ke arah andin yang sedang menyapu itu.
Andin yang memang jarang berada di luar kelas karena biasanya ia sering menghabiskan di dalam kelas dan juga kantin itupun bersama dengan kedua sahabat-sahabatnya itu.
Kebiasaan andin yang rajin meskipun ia tidak dalam keadaan sedang piket ia akan membantu teman kelasnya itu membersihkan kelas.
Tanpa ada suruhan dari orang lain selain ia yang sering datang pagi andin juga tidak tahu harus melakukan kegiatan apa saja yang harus ia lakukan.
Danil yang sudah melihat andin itu langsung bergerak untuk menuju yang di mana andin sudah masuk ke dalam kelas itu.
Tetapi niatnya harus di urungkan kala mendengar suara teriakan dari teman nya untuk masuk ke dalam kelas karena waktunya tinggal sedikit lagi pertanda bel akan berbunyi.
"Sial nggak jadi deh." Ucap danil dengan kesal dalam hatinya.
"Lain kali saja nil yang penting kamu sudah tahu di dalam kelas itu ada bidadari cantik isinya." Sambung danil yang tersenyum manis menghiasi hari pagi nya saat ini.
Perasaan yang berdebar yang dirasakan danil saat ini itu membuat hatinya sedikit bergetar dan menargetkan andin untuk menjadi istrinya.
Karena danil sendiri belum pernah merasakan sama seperti yang dia rasakan saat melihat andin.
Entahlah mungkin inilah yang di namakan jatuh cinta pada pandangan pertama dan danil mempercayainya karena dia sendiri merasakan nya dalam dirinya saat ini.
"Jangan gegabah danil nanti perempuan itu malah ilfiel lagi bukan nya jatuh cinta balik sama kamu nanti." Ucap danil di dalam hatinya.
__ADS_1
Danil langsung berjalan mengikuti yang di mana teman nya juga sudah menuju kelas lalu berjalan beriringan bersama-sama menuju tempat yang sama juga.
"Hayo nungguin aku ya." Ucap tiara dengan pd nya bilang pada sahabatnya itu.
"Gr banget sih kamu." Balas andin dengan berpura-pura cuek kepada tiara.
Karena memang sebenarnya sudah lama andin menunggu tiara datang tetapi ia tidak mau membuat tiara berbesar hati dan akan memuji dirinya sendiri itu.
"Nggak apa-apa aku kan emang orang nya ngangeni." Jawab tiara yang semakin tidak tahu dirinya.
Seperti inilah salah satu contohnya jika tiara memang memiliki sifat yang pd luar biasa di dalam dirinya.
"Nggak mau peluk nih?" Tanya tiara yang menggoda andin itu.
"Mau dong." Balas andin dengan nada manjanya.
Orang-orang yang melihat itu tidak heran lagi akan tingkah mereka berdua yang seperti seorang kekasih yang sangat lengket dimana ada andin disitu ada tiara juga pastinya.
Tetapi terkadang tingkah dari dua orang itu suka menghibur dan bisa membuat orang merasa iri akan kedekatan mereka yang kalau di lihat selalu akur tidak pernah bermusuhan.
Padahal sebenarnya tidak begitu juga karena di antara persahabatan seseorang pasti ada perdebatan dan selisih paham yang terjadi pada keduanya.
Setelah pelukan mereka berdua terlepas tiara yang memang sengaja membawa cokelat yang ia beli tadi sebelum berangkat ke sekolah untuk di berikan nya kepada andin.
Andin yang memang menyukai cokelat karena menurut ia sendiri bisa membalikkan mood yang buruk menjadi baik entahlah percaya tidak percaya tiara hanya bisa menganggukan kepalanya jika andin yang berkata seperti itu.
Karena kalau ia bilang tidak maka akan jadi perang dunia yang dimana di antara mereka berdua tidak mau mengalah satu sama lain.
Tiara menyukai cokelat tapi tidak terlalu seperti andin yang sangat menyukai nya tetapi es krim lah yang menjadi favoritnya dan jika ia melihat dimana ada es krim dengan rasa stoberi itu akan ia beli.
Karena kata tiara dengan kita memakan es krim seseduhnya bisa membuat kepala kita menjadi dingin dan fres dengan seketika.
Pemahaman dari mereka berdua tidak bisa di perdebatkan karena akan membutuhkan waktu berhari-hari yang di mana di antara keduanya tidak mau di salahkan dari pemikiran mereka masing-masing.
__ADS_1