
Mendengar anaknya yang sangat patuh kepada mereka berdua membuat perasaan lega yang langsung muncul di dalam diri mereka berdua pastinya secara tiba-tiba
Tidak mungkin juga tidak bahagia karena di jaman sekarang kebanyakan para anak tidak ada yang mau menurut kepada orangtua nya sendiri.
Jangan kan untuk menurut terkadang di kasih tahu saja tidak di dengarkan malah sibuk dengan gadget yang ada di tangan mereka apalagi harus di nasehati panjang lebar seperti yang mama andin lakukan tadi.
Kedua orangtua andin itu langsung tersenyum manis menatap anaknya yang sangat cantik ini di depan mereka berdua.
Tapi yang lebih penting tidak hanya parasnya saja yang cantik tetapi hatinya itulah yang paling penting menurut papa dan mama reyhan sendiri tentunya.
"Pa ma andin ke kamar dulu ya mau bersih-bersih karena kerjaan andin sudah selesai dan beres semuanya." Ucap andin yang menatap ke arah kedua orangtua nya itu.
"Yah papa baru aja nyampe." Protes papa andin kepada andin sendiri.
__ADS_1
"Mangkanya itu biar papa dan mama bisa romantis-romantisan di taman bunga ini." Balas andin sambil mengedipkan sebelah matanya pada kedua orangtua nya itu secara bergantian.
"Kamu ini ada-ada aja." Kata mama andin yang membalas ucapan yang berupa godaan dari anaknya itu.
"Hehehe." Senyum andin mengembang saat ia tertawa itu di hadapan kedua orangtuanya pastinya.
"Ya udah kalau kamu mau ke kamar." Putus papa andin yang tidak mau menghalangi kepergian anaknya itu dari taman ini.
Papa andin yang ingin membalas godaan dari anaknya tadi yang mengatakan tidak ingin menganggu acara romantisan dirinya dan istrinya itu berinisiatif mendekatkan dirinya pada istrinya di depan andin itu sendiri.
Mama andin yang mendapatkan kecupan secara tiba-tiba itu dari suaminya membuat ia malu karena ada anaknya sendiri di depan mereka meskipun ini bukan yang pertama sekali mereka lakukan berdua.
Tetapi tetap saja bisa membuat pipi yang merona langsung dan itu pasti akan bisa terlihat dengan jelas di wajahnya saat ini.
__ADS_1
Bagaimana tidak cuaca yang sangat terik saat ini masih kalah dari kecupan yang di berikan suaminya tadi yang bisa membuat pipinya merah merona seperti sekarang ini.
Andin yang melihat itu gemas sekali melihat kedua orangtuanya saling menyayangi bukannya merasa iri dan pengen cepat-cepat mendapatkan dambaan pujaan hati.
Tapi memang dia berharap suatu saat mendapatkan sifat dan sikap yang sama seperti papanya sekarang ini selalu menyayangi keluarganya sendiri.
"Aduh papa ini ternodai deh mata andin yang masih suci ini." Kata andin sambil menutup matanya.
Padahal kecupan tadi sudah berlalu tetapi andin baru menutup matanya fikir mamanya dengan keheranan yang nampak sekali tercetak di raut wajahnya saat ini.
"Idih punya anak begini banget." Balas papa andin yang memasang wajah tengil nya itu.
"Kenapa cantik kan anak papa ini" Jawab andin dengan wajah pd nya bilang begitu pada papanya sendiri.
__ADS_1
Hanya sebentar saja andin menutup matanya tadi lalu ia buka lagi hanya sekedar gerakan tubuhnya untuk mengimbangi perkataan yang ia lontarkan tadi.