
Sudah dua pelajaran yang di ikuti danil dan saat nya bel istirahat sudah berbunyi yang memang ia nantikan sejak tadi yang menurut dirinya sendiri lama sekali seperti waktu biasanya itu.
"Ayo dan kita ke kantin tempat biasa." Ajak teman nya yang memang selalu bersama.
Danil sama seperti andin yang memiliki dua sahabatnya yang artinya mereka selalu bertiga kemanapun ia berkeliaran di sekolah.
Tetapi terkadang mereka bertiga jika di luar sekolah sering juga pergi bertiga nongkrong di kafe tempat langganan mereka berkumpul pastinya.
Danil yang mendengar itu langsung mengiyakan karena selain perut nya yang memang lapar dia juga tidak langsung bisa mendekati perempuan yang dia lihat tadi tanpa kedua sahabat nya.
"Lets go." Balas danil dengan semangat nya.
Entah lah semenjak ia melihat perempuan tadi seakan semangat yang dia jalani hari ini bertambah dengan sangat pesat yang artinya membawa nilai positif bagi dirinya sendiri.
Mereka bertiga berjalan beriringan yang sudah pasti mendapatkan lirikan mata para perempuan yang menganggumi ketiga pria itu.
Karena ketampanan mereka yang tidak bisa di ragukan begitu saja oleh orang lain yang di mana ketiga nya juga sama-sama memiliki kekayaan yang luar biasa nya.
Tetapi di antara mereka bertiga danil lah yang paling unggul yang di mana tempat ia sekolah milik papa nya.
Walaupun begitu ia tidak memiliki sifat yang sombong dan tak mau bergaul sama orang lain yang berada di sekolahan yang sama dengan dirinya saat ini.
Berjalan dengan gaya cool membuat para wanita menjerit histeris tetapi dari ketiga nya seakan tak perduli karena sudah menjadi pusat perhatian orang lain.
Walaupun sama-sama kaya kedua sahabat danil itu tetapi danil lah yang paling di antara mereka bertiga.
Sudah bersahabatan sejak kecil yang dimana para orangtua dari mereka masing-masing sudah mengetahui satu sama dengan yang lainnya.
Jadi tak pernah mengakhawatir kan lagi akan tingkah anak-anak mereka yang takut nya salah pergaulan dan lagi berada pada lingkungan buruk yang sebenarnya tidak boleh anaknya ikut terjun ke dalam dunia seperti itu.
Karena percuma saja kesuksesan yang orangtua sudah bangun dengan jerih payah mereka sendiri keringat bercucuran di mana-mana demi sesuap nasi untuk menyambung hidup mereka.
Jika anaknya liar jika sedang berada di luar menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan nafsu diri mereka sendiri yang dimana seharusnya danil belum boleh melakukan itu.
__ADS_1
Memakai barang-barang haram yang memiliki harga fantastik itu dan membuat orang yang sudah memakai nya menjadi candu mau dan mau lagi susah untuk memberhentikan nya dengan sendirinya.
Persahabatan yang saling dukung satu sama lain yang berjalan di arah yang benar dan pastinya tidak akan mengecewakan kedua orangtua mereka masing-masing.
Karena mereka tidak ingin melakukan itu mangkanya harta melimpah yang keluarganya punya mereka pergunakan dengan sebaik-baik mungkin.
Sudah ada bisnis juga yang mereka lagi jalani dan di bantu oleh orang kepercayaan dari mereka masing-masing tentunya.
Tak lama mereka sampai juga di kantin teman danil yang memesan makanan dan minuman yang memang biasa mereka pesan seperti biasanya.
Yang punya kantin saja sudah sangat hafal dengan ketiga sahabat itu yang mendapat julukan sebagai ketiga pangeran yang tampan karena mata pemilik kantin yang di manjakan oleh ketampanan langganan tetap nya itu.
Karena tiap hari jam istirahat di sekolah nya itu mereka selalu menuju kantin ini.
Setelah sesudah memesan tadi tak lama dari itu datang juga makanan dan minuman yang mereka pesan.
Danil yang mau memasukkan bakso ke dalam mulut nya itu melihat perempuan yang tadi sempat bisa membuat getaran yang ada di dalam dirinya muncul dengan tiba-tiba.
Kegiatan makan nya yang terhenti itu karena pandangan matanya terus tertuju pada andin yang dimana ia lagi duduk di salah satu meja yang tidak jauh dari andin duduki itu.
"Ini mah beneran bidadari." Kata dani.
"Fix calon istri idaman kalau begitu bentuk nya." Sambung dikta yang terpesona pada kecantikan yang andin miliki pada dirinya.
Aura yang selalu terpancar dalam diri andin mampu membius para kaum laki-laki yang baru melihat dirinya seperti ketiga pangeran tampan ini.
Tetapi karena danil yang sudah pasti menyimpan hatinya untuk berlabuh pada diri perempuan satu ini kedua sahabatnya itu.
Dani maupun dikta akan mundur teratur karena tidak ingin merusak persahabatan yang sudah lama terjalin rusak begitu saja karena hanya satu orang perempuan saja dan mereka tidak menginginkan kejadian seperti itu.
Mangkanya lebih baik mencegah hati diri mereka masing-masing agar tidak langsung terjatuh terlalu dalam masuk ke dalam kubangan yang seperti itu.
Andin tidak mengetahui kalau ia sudah menjadi pusat perhatian semua orang karena dirinya yang sudah terbiasa dengan sikap cuek acuh tak acuh nya.
__ADS_1
Bukan karena sombong tetapi terkadang banyak cibiran yang masuk ke dalam kuping nya itu dari perkataan para perempuan yang merasa iri pada dirinya karena banyak nya laki-laki yang memuja dirinya itu.
Biasalah kalau sudah ada sifat seperti itu terkadang membuat seseorang tidak sadar sudah menyakiti hati sesama perempuan yang notabe nya dia juga perempuan.
"Ayo loh ada yang lagi jatuh cinta nih." Ucap dikta yang ingin membuyarkan tatapan mata sahabat nya itu dari andin.
Danil yang mendengar itu mengalihkan pandangan nya seraya fokus untuk memakan bakso yang ada di depan dirinya sekarang ini karena jika sudah dingin tidak akan enak lagi.
"Bisa aja mata kamu itu ke pincut sama bidadari di sekolah ini." Kata dani yang menambahi gombalan dikta pada danil itu.
"Aku juga mau dong kalau bentuk perempuan nya seperti itu." Sambung dani lagi karena ingin melihat reaksi danil pastinya.
Danil yang mendengar itu langsung menyikut perut sahabat nya dan untung saja tidak ada makanan atau minuman yang berada pada mulutnya.
Jika ada pasti akan menyembur keluar semua dan itu pasti akan membuat malu dirinya sendiri di depan banyak orang yang lagi berada di kantin ini pastinya.
"Enak aja pakek mau rebut segala cari perempuan lain jangan dia." Balas danil dengan memberikan tatapan tajam nya.
Dani hanya tersenyum menanggapi kata yang terucap dari mulut danil itu karena dia juga tidak ada niat untuk menikung sahabatnya dari belakang.
"Fix no debat lo harus teraktir kami sebagai hari bahagia karena lo udah nemui dambaan hati yang telah lama kamu cari selama ini." Kata dikta yang sedikit lebay itu.
"Tenang aja hari ini aku yang teraktir." Balas danil yang menatap kedua sahabat nya secara bergantian.
"Usaha yang pertama danil kamu harus semangat." Ucap nya di dalam hati.
Kedua sahabat danil yang mendengar itu kegirangan karena tidak jadi memakai uang yang ada di dompet mereka masing-masing itu.
Walaupun mereka kaya semua tapi tetap saja kalau di bayari itu ada nikmat tersendiri yang menbuat diri kita bahagia.
Mereka melanjutkan makan baksonya tak lupa es teh dan air mineral minuman mereka pesan sambil menikmati bakso itu.
Tak butuh waktu lama ketiga nya sudab menyelesaikan makanan dan minuman yang ada di meja kantin itu.
__ADS_1
Danil yang sudah makan bersama sahabatnya itu duduk sebentar barulah ia beranjak dari sana dan kedua sahabatnya itu ikut beranjak pergi juga dari tempat duduknya.