Suamiku Vampir Penghisap Darah

Suamiku Vampir Penghisap Darah
Bab 26


__ADS_3

Pagi ini Trishna bangun awal lagi seperti biasa dan tidak terasa sudah genap seminggu sejak dia tinggal di apartemen Ferdian untuk menjalani hukumannya.


Hujung minggu seperti ini biasanya Trishna akan membersihkan seluruh kawasan luar dan dalam rumahnya tapi hari ini Trishna tidak melakukan apa-apa setelah selesai membersihkan apartemen Ferdian.


Trishna mulai terpikir untuk meminta izin pada Ferdian untuk pulang ke rumah sekadar menjenguk keluarganya.


Dengan cepat Trishna langsung bersiap karena dia yakin Ferdian pasti akan mengizinkan dirinya. Tapi sudah hampir setengah jam dia mengetuk pintu Ferdian dan tidak ada sahutan sama sekali.


"Dasar tidur mati ihh menyebalkan sekali. Mati benaran baru tau," gerutu Trishna yang terlihat begitu kesal.


Trishna memberanikan diri untuk memutar gagang pintu untuk membangunkan Ferdian. Setelah pintu kamar Ferdian terbuka, aroma bunga mawar menyeruak masuk ke dalam rongga hidung Trishna.


"Lumayan wangi kamar Tuan, hmm permisi Tuan. Saya masuk ya," ucap Trishna lalu memasuki kamar Ferdian.


Trishna memencet sakelar lampu lalu kamar Ferdian menjadi terang akan tetapi Trishna kembali dibuat kecewa karena di atas ranjang Ferdian ternyata kosong.


"Ih Tuan ke mana sih, ahh terserahlah aku mau jalan saja," ucap Trishna lalu keluar dari kamar Ferdian.

__ADS_1


Saat ini Trishna sedang menunggu taksi yang biasa lewat karena kebetulan kuotanya sudah habis dari semalam. Sedang asyik menunggu taksi lewat dipinggir jalan itu tiba-tiba ada suara seorang pria datang menegur Trishna.


"Trishna kan?" ucap pria itu.


Trishna langsung menoleh karena mendengar namanya disebut. Dia sedikit kaget karena kembali bertemu dengan pria beberapa hari lalu.


"Pak Daniel," ucap Trishna tersenyum.


"Heh jangan panggil Pak, panggil Daniel saja cukup," ucap Daniel yang merupakan pria yang menegur Trishna.


Trishna mengangguk. Senyuman mengembang dibibir Trishna, hari minggu begini dia disajikan pemandangan yang begitu enak dipandang. Padahal tadi dirinya sungguh kesal terhadap Ferdian yang sudah keluar pagi-pagi lagi.


Trishna merasa kebaikan selalu menyebelahinya karena dia tidak perlu susah menunggu taksi lagi yang seperti belum ada satu pun yang lewat.


Akhirnya Trishna menuju ke rumahnya mengikuti mobil Daniel. Sepanjang perjalanan ke rumahnya, Daniel banyak bertanya tentang Trishna sehingga tiba-tiba dia bertanya kenapa Trishna bisa tinggal di apartemen padahal dia seorang wanita apalagi melihat jaraknya yang sedikit jauh dari kantornya dibanding jarak dari rumahnya.


Trishna coba mencari-cari sebuah alasan.

__ADS_1


"Ehmm aku masih ada training untuk jabatan aku sekarang makanya aku menumpang tinggal di apartemen temanku," jawab Trishna dengan wajah yang terlihat serius.


"Teman atau kekasih?" tanya Daniel lagi.


"Hanya teman saja haha," jawab Trishna sambil tertawa paksa.


'Ck siapa yang mau menjadi kekasih si mesum itu,' batin Trishna.


Daniel melirik sekilas ke arah Trishna lalu tersenyum dan senyumannya itu sangat sulit di artikan mujur saja tidak terlihat oleh Trishan, karena kebetulan Trishna sedang memandang keluar.


"Tapi kalau pria dan wanita tinggal seatapkan itu berarti mereka ada sesuatu, tidak lain tidak bukan pasti hubungan pacaran," ceplos Daniel.


Trishna kembali menoleh ke arah Daniel, dia mengerutkan dahinya entah kenapa Daniel seperti tahu dia tinggal dengan seorang pria. Tetapi Trishna coba berpikir positif dan coba mencari alasan lain lagi.


'Mungkin Daniel melihatku bersama Tuan hmm,' batin Trishna.


"Iya sih tapi tidak dengan aku, apalagi dalam apartemen itu bukan kami berdua. Ada kok adiknya yang cewek," kelit Trishna.

__ADS_1


Daniel hanya tersenyum tipis, merasa sedikit kesal karena Trishna berani menipunya tapi dia tidak bisa bertindak gegabah apalagi rencananya untuk mendekati Trishna lalu menjauhkannya dari Ferdian.


Bersambung....


__ADS_2