Suamiku Vampir Penghisap Darah

Suamiku Vampir Penghisap Darah
Bab 35


__ADS_3

Trishna masih mengingat bagaimana cara Ferdian menakluki bibirnya. Trishna merasa ada getaran aneh di dalam hati Trishna. Sudah 2 hari sejak kejadian itu, Trishna terus saja menghindari bertemu dengan Ferdian.


"Aku rasa aku sudah gila ck. Tidak mungkin aku jatuh cinta pada Tuan," ucap Trishna lirih tanpa sadar dia menyentuh bibirnya.


Trishna pikir tidak ada masalahnya jatuh cinta pada Ferdian, cuma yang menjadi pikirannya sekarang adalah mereka berbeda status.


Keluarga Trishna hanyalah keluarga sederhana tetapi pasti berbeda dengan Ferdian yang merupakan seorang pengusaha dari perusahaan berlian terkenal di seluruh negara.


Memikirkan hal itu, Trishna kembali merasa tidak yakin, dia teringat bagaimana kisah percintaannya dulu yang rupanya hanya bertepuk sebelah tangan.


"Aku harus menjauhi Tuan, sebelum patah hati lagi. Ya aku harus!" ucap Trishna lagi.


Pagi-pagi lagi Trishna telah bersiap untuk keluar dari apartemen agar tidak bertemu dengan Ferdian. Baru saja dia keluar dari kamarnya dengan mengendap-endap agar tidak menimbulkan suara tetapi semuanya percuma karena Ferdian berdehem setelah melihat gelagat Trishna.


"Ehem!" Ferdian berdehem sambil berdiri memasukkan tangannya di dalam saku celana.


Deg!


Trishna menutup matanya seketika karena hari ini Ferdian sepertinya sudah menunggunya. Dengan wajah yang dibuat datar Trishna membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan Ferdian.


Ferdian berjalan dengan langkah perlahan mendekati Trishna, matanya menatap lurus ke arah dengan wajah yang serius.


Trishna coba mundur hingga tubuhnya mentok bersandar di pada daun pintu kamarnya.


Trishna tidak berani untuk berbicara, sehingga Ferdian mengunci pergerakannya. Kedua tangan Ferdian berada tepat pada samping kiri dan kanan Trishna.


"Trish, kenapa kau menghindariku?" tanya Ferdian tiba-tiba.


Trishna sedikit gementar, entah kenapa dia merasa aura berbeda pada Ferdian.

__ADS_1


"Ti-tidak sa-saya tidak menghindari Tuan," jawab Trishna dengan bibir yang gementar.


Dengan tiba-tiba Ferdian langsung saja mengikis jarak mereka.


"Bekerjasamalah denganku," bisik Ferdian.


Trishna tidak mengerti. Walaupun pada saat ini Ferdian telah menyatukan lagi bibir mereka dan ******* bibirnya seperti 2 hari kemarin.


Trishna tidak menolak, dia malah menikmati setiap permainan pada ciu*an mereka berdua.


"FERDIAN!"


Teriakan suara seorang wanita membuat adegan ciu*an mereka berhenti tetapi Ferdian masih betah menatap wajah Trishna yang mulai bersemu merah.


"Jadilah istriku," ucap Ferdian lirih.


Trishna membulat matanya, dia tidak menyangka Ferdian memintanya untuk menjadi istrinya. Wanita yang berteriak sempat terlupakan.


Seorang wanita cantik dengan rambut berwarna seperti keemasan sedang berdiri menatap ke arah mereka berdua.


"Dari mana wanita cantik itu masuk?" tanya Trishna lirih sambil netra matanya kagum melihat kecantikan wanita itu.


"Sudah dari tadi dia masuk," jawab Ferdian dengan serius.


Trishna menoleh ke arah Ferdian, karena dia merasa ada aura kemarahan keluar dari Ferdian.


'Mata Tuan Galang terlihat tajam dan mengerikan tapi kenapa?' batin Trishna.


Trishna kembali melihat ke arah wanita cantik itu lagi. Raut wajahnya terlihat sendu menatap ke arah Ferdian.

__ADS_1


'Ada apa ini?' tanya Trishna dalam hati.


"Ferdian apa kau tahu besok kau akan meni-" ucapan wanita itu terpotong.


"Ini adalah kekasihku alias sudah menjadi istriku dan kami sepakat untuk menikah!" timpal Ferdian dengan tegas.


'Hah? Menikah? Sejak kapan kita bersepakat sialan!' gerutu Trishna dalam hati.


"Tapi Ferdian, kau tidak boleh menik-" ucapan wanita itu kembali terpotong.


"Cukup! Jika kau ingin aku menganggapmu sebagai ibuku, maka bujuklah Ayah dan nikahkanlah kami. Kami saling mencintai," ucap Ferdian lagi.


Netra mata wanita cantik itu seketika berubah berbinar setelah mendengar ucapan Ferdian. Dia tidak akan melepaskan kesempatan ini, dia akan lakukan apapun yang penting Ferdian mau menganggapnya sebagai ibu.


"Baiklah, ibu pergi dulu. Sampai jumpa anak menantu," ucap wanita itu dengan wajah sumringah.


"Silakan ikut pintu, istriku manusia biasa," ucap Ferdian lewat telepati.


Wanita itu mengangguk lalu keluar dari apartemen Ferdian. Dia pasti akan membujuk suaminya demi Ferdian.


Sedangkan di dalam apartemen, Trishna masih merasa aneh.


"Itu tadi ibu Tuan?" tanya Trishna.


"Ibu tiri!" ketus Ferdian.


Trishna melepaskan tangannya dari genggaman Ferdian dengan paksa. Entah kenapa hatinya merasa sakit saat Ferdian berbicara dengan ketus padanya.


"Hei kenapa lepaskan?" tanya Ferdian tidak peka.

__ADS_1


"Pikir saja sendiri!" jawab Trishna tak kalah ketus.


Bersambung....


__ADS_2