
"Periksa setiap rumah Roben!" perintah Ferdian.
Setelah tiba di desa penyihir itu, Ferdian mendapat berita bahwa Trishna tidak pernah berada di sana. Dia tahu para penyihir ini coba melindungi Trishna dan keluarga.
Saat ini Ferdian sedang berhadapan dengan Blair yang merupakan pemimpin desa penyihir itu. Wajah Ferdian berubah semakin memucat dan gigi taringnya telah keluar karena dia siap memangsa siapa pun yang menghalangi jalannya untuk bertemu dengan Trishna.
"Serahkan istriku atau aku bakar seluruh desa ini!" ancam Ferdian.
"Tuan Vampir tolong, kami tidak tahu apa yang Tuan katakan, jangan menuduh sembarangan dan mengancam kami seperti itu," jawab Blair itu masih dengan wajah biasa saja seperti tidak tahu apa-apa.
"Aku melihatnya! Kau akan menyesali karena menyembunyikan istriku!" tegas Ferdian.
Dengan secepat angin Ferdian menangkap anak kecil lalu dibawanya ke hadapan Blair. Ferdian menyeringai, dia tidak memperdulikan tangisan anak kecil yang memberontak meminta dilepaskan.
Mata Blair itu membulat karena Ferdian sedang mengancam akan mengigit seorang anak kecil. Dengan cepat dia menggunakan kekuatan sihirnya untuk merampas anak itu dari tangan Ferdian. Tetapi apa yang dia lihat, Ferdian menepis sihirnya.
'Bagaimana seorang vampir bisa menepis kekuatanku! Apa jangan-jangan dia ...,' batin Blair.
__ADS_1
"Kau kaget? Sekarang pilih! Beritahu aku di mana istriku dan anak ini akan ku lepaskan." Ferdian mencekik leher anak itu dengan kuat sehingga bunyi tangisan anak itu terputus-putus kerena sesak.
Blair menoleh ke arah belakang Ferdian, seorang wanita sedang berlutut sambil memohon agar anaknya dilepaskan. Hatinya menjadi tidak tega.
"Tunggu! Jangan apa-apakan anak itu," ucap Blair.
"Tuan apa Tuan yakin kami menyembunyikan Istri Tuan? Mungkin lebih tepatnya begini, Istri Tuan melarikan diri dari Tuan dan memilih tidak ingin bertemu dengan Tuan," lanjut Blair.
Anak mata Ferdian semakan tajam menatap Blair. Dia tahu ucapan Blair ada benarnya tetapi dia tidak bisa melepaskan Trishna begitu saja.
"Kau tidak perlu sok tahu! Sekarang di mana Istriku? Cepat katakan atau anak ini akan mati!" sahut Ferdian.
"Maaf Tuan tapi saya benar-benar tidak tahu mereka ke mana," ujar Blair.
Ferdian semakin kesal karena dia yakin Blair masih membohonginya. Tanpa banyak berkata Ferdian langsung mengangkat anak kecil itu sejajar dengan mulutnya lalu menancapkan taringnya pada leher anak itu.
"Tidak!" ucap Blair dan Ibu dari anak itu serentak.
__ADS_1
"Tuan Galang!" Seseorang memanggil Ferdian dengan berteriak.
Baru saja hendak menghisap darah anak kecil itu, Ferdian dibuat kaget mendengar suara wanita yang mirip dengan suara Trishna.
Ferdian melepaskan giginya dari leher anak itu lalu menoleh ke arah suara tadi.
"Berhenti di situ! Jangan apa-apakan anak itu, dia tidak bersalah," ucap Trishna apabila Ferdian menatap ke arah dirinya.
Ferdian melepaskan anak itu dan dengan cepat disambut oleh Blair. Ferdian melangkah dengan cepat hingga sekelip mata dia sudah berada di hadapan Trishna.
"Trish, kau ke mana saja? Aku mencarimu sudah berapa hari, kenapa kau pergi? Apa salah aku?" tanya Ferdian dengan lembut.
Para penyihir menatap aneh ke arah Trishna termasuk Blair. Mereka tahu tadi Trishna telah pergi mengikut Ronald lewat teleportasi tetapi saat ini Trishna telah kembali berada di sini.
"Apa yang berlaku," bisik salah satu penyihir kepada penyihir lain.
Bersambung...
__ADS_1
Besok baru kita Flashback yaa readersss authorr lagi sibukk kebangetan..