
Setelah melakukan berbagai macam cara untuk memusnahkan Siera yang merupakan jelmaan iblis, dan hasilnya Siera selalu kembali seperti sedia kala maka mereka memutuskan untuk menyudahinya.
"Kita harus mengadakan pertemuan dengan Klan Aoryu dan Klan Yakumo untuk masalah ini." Mereka sudah kehabisan akal dan membutuhkan bantuan dari para aliansi klan.
"Ya, aku setuju."
"Tetapi, sekarang ini yang kutahu bahwa Klan Yakumo hanya tinggal satu orang saja dan aku dengar dia entah berada di mana. Pasti butuh waktu yang lama untuk mencarinya, apa yang harus kita lakukan? Begitu juga dengan Aoryu, mereka sekarang tidak diketahui keberadaannya."
"Sepertinya pencarian mereka akan memakan waktu yang cukup lama."
__ADS_1
*
Satu tahun telah berlalu semenjak kelahiran Siera, musim berganti dan bayi mungil itu sudah mulai bisa menggerakkan tubuh sendiri untuk merangkak atau melangkahkan kaki. Siera memiliki dua orang kakak lelaki, yaitu Hoshi sang Sulung dan berusia sebelas tahun lebih tua darinya, juga kakak kembarnya yang bernama Sanosuke.
Rumah mereka di Tokyo tidak terlalu besar, tetapi amat nyaman, dengan halaman lebar dan pintu-pintu geser terbuat dari kaca, sehingga bisa langsung melihat suasanan luar yang indah. Siera yang berjalan ke arah pintu, tiba-tiba saja dihentikan Hoshi, anak lelaki itu tersenyum dan mengatakan kalau akan berbahaya jika keluar rumah sendirian. Tawa mereka terdengar, hingga sampai ke telinga sang Mama.
"Kenapa, Mama? Siera 'kan juga adik Hoshi, dan Hoshi sangat sayang dengan Siera." Tatapan ingin tahu dihadiahi anaknya itu, hingga membuat Mieko langsung menggeleng-gelengkan kepala dan berjongkok untuk membuat anaknya mengerti dengan situasi ini.
"Tidak, Nak. Dengarkan Mama, ya. Jangan mendekati dia, dan sebaiknya kalian masuk ke dalam kamar. Hoshi tidur siang dan jaga saja Adik Sanosuke, ya, Hoshi." Suara Mieko bergetar dan keringat terus menerus mengaliri dahinya, ketika melihat anggukan kepala sang Anak, senyumnya mengembang dan ia langsung membawa mereka berdua untuk masuk ke kamar. Mengunci pintu, sekarang mengembuskan napas karena Hoshi dan Sanosuke telah aman.
__ADS_1
Mieko kembali menuju ke ruangan di dekat teras halaman samping karena di sana lah Siera sedang duduk sambil membelakanginya.
Matanya melebar, jantungnya berdetak kian kencang. Mieko terkejut bukan main, ketika melihat anak perempuannya membalikkan tubuh, wajah Siera penuh dengan darah yang berasal dari jari-jari tangan yang terluka cukup parah. Napasnya langsung terengah-engah, anak perempuan iblis itu memakan jari-jarinya sendiri. Kakinya gemetar bukan main ketika menyaksikan hal mengerikan ini.
Mieko meneteskan air mata saat melihat kondisi sang Anak, ketika Siera tersenyum menatap dirinya, ia tengah berdiri ketakutan karena melihat sang Bayi menunjukkan tangan kiri yang terus dijadikan santapan dan digigit hingga putus. Siera tertawa, menatap tajam dirinya sambil menjilati darah yang kian menyucur semakin banyak.
"Siera? Maafkan aku."
Bergerak cepat, Mieko melangkahkan kakinya untuk mengambil pisau di dapur, ia membelalakkan mata setelah mendapatkan benda yang dibutuhkan. Menarik napas kuat, kemudian melajukan kaki kembali ke ruangan dekat teras samping, dengan gerakan kilat tanpa ampun, Mieko menarik tubuh sang Anak dan menikamkan pisau ke dada bayi mungil itu. Berkali-kali, darah yang sejak awal memang telah ada, kian mengental, semakin tercecer dengan amis yang menguar tajam.
__ADS_1