Sudah Digunakan

Sudah Digunakan
5. Kesempatan


__ADS_3

"Tidakkah kau pikir dia memerlukan keberadaan kita di sisinya? Kenapa tidak mengabulkan keinginan Siera, Selena?"


Menatap dingin jari tangannya yang memainkan rambut sepunggung Siera, kemudian Selena menghela napas lelah.


"Itu keinginan siapa, Andrew? Siera atau kau?"


Rahang sang pria mengeras, Andrew mengepalkan telapak tangan, kemudian mengembuskan napas untuk mendinginkan kepala.


"Aku sudah menjelaskan, jangan membahas hal ini di depan Siera, Andrew. Namun, kau tidak memahaminya juga. Sebaiknya sekarang kau mengurusi pekerjaanmu, karena di sini sudah ada aku untuk menjaga Siera. Karin dan Lucas juga akan datang sore nanti."


"Ma?"


Tersentak sesaat, Selena mengalihkan atensi dan menatap Siera yang sekarang baru saja terbangun, mungkin karena obrolan dirinya dan Andrew tadi.


Cepat-cepat Selena menyematkan senyuman dan mengelus kepala Siera kembali.

__ADS_1


"Kenapa Mama mengusir Papa?" tanya gadis kecil itu dengan pandangan sedih, Siera telah siap untuk menangis.


"Tidak, Sayang. Papamu harus segera kembali ke kantor, bukan? Dia tengah berada di tengah-tengah rapat penting, benar kan, Andrew?"


Tersenyum teramat manis, ayah dari Siera menganggukkan kepala, kemudian duduk di pinggir ranjang dan memeluk putrinya. Berbisik agar gadis kecil itu jangan memikirkan hal aneh-aneh dulu dan harus selalu beristirahat supaya lekas pulih. Diberikan sebuah kecupan di kepala, Andrew berjanji akan datang lagi esok hari.


"Tapi aku besok akan pulang, Dokter Cristie yang menjelaskan tadi pagi."


"Anak hebat, kau bisa sembuh secepat itu, kalau begitu akan kuberikan hadiah untukmu, Siera. Kau mau apa? Katakan saja."


"Jangan bilang kau ingin jalan-jalan ke taman bermain? Kau masih belum cukup umur untuk naik Dragon Fire. Mamamu pasti tidak akan mengizinkan, juga walau kau hanya mau naik biang lala karena kau baru saja sehat, Siera."


Menggelengkan kepala, Siera menyantuh kedua pipi papanya dengan dua buah telak tangan yang salah satunya tengah terpsang jarum infus. Gadis itu tersenyum, sebelum mengutarakan apa yang ia inginkan.


"Tidak, Pa. Aku tidak ingin semua itu, aku hanya ingin kalian."

__ADS_1


Melihat papanya seperti membeku, Siera lantas menghilangkan senyumnya, ia mengalihkan atensi kepada sang mama yang juga berekspresi sama.


"Kenapa? Apa papa dan mama tidak mau lagi bersama-sama denganku? Aku ingin seperti Lissa dan Andy, tinggal berdua berasama mama dan papa." Gadis kecil itu kembali terisak. "Dan aku tidak mau papa yang lain kecuali papaku!"


Melihat papanya seperti membeku, Siera lantas menghilangkan senyumnya, ia mengalihkan atensi kepada sang mama yang juga berekspresi sama.


Melihat buah hatinya yang kembali histeris, Andrew langsung memeluk dan menenangkannya kembali. Dirinya menatap Selena dengan pandangan mencari penejelasan. Apa yang sebenarnya terjadi? Melihat mantan istrinya pasti tidak akan mau memberikan keterangan yang berarti, sekarang ia pun mengambil kesimpulan.


Jhonatan?


Melihat buah hatinya yang kembali histeris, Andrew langsung memeluk dan menenangkannya kembali. Dirinya menatap Selena dengan pandangan mencari penejelasan. Apa yang sebenarnya terjadi? Melihat mantan istrinya pasti tidak akan mau memberikan keterangan yang berarti, sekarang ia pun mengambil kesimpulan.


Jhonatan?


Kata yang terucap dari bibir dan tanpa suara itu bisa dibaca oleh Selena, lantas saja wanita itu membelalakkan mata karena sekarang Andrew telah menyadarinya. Tentu, mana mungkin laki-laki itu akan menerima bahwa Selena telah memiliki laki-laki lain, walau mereka telah bercerai begitu lama.

__ADS_1


Aku ingin kita bicara, mengerti!


__ADS_2